UPN VeteranUPN Veteran

Jurnal MebisJurnal Mebis

Potensi produksi garam di Indonesia sangat besar, tetapi masih terkendala oleh fluktuasi kualitas dan produktivitas yang dipengaruhi oleh faktor cuaca. Ketergantungan pada cuaca menyebabkan ketidakstabilan hasil produksi garam, yang berdampak pada pencapaian swasembada garam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor iklim terhadap produktivitas dan kualitas garam tradisional di Provinsi Jawa Tengah, termasuk suhu, kelembaban, curah hujan, dan kecepatan angin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan data dikumpulkan dari 8 kabupaten/kota produsen garam di Jawa Tengah dengan teknik purposive sampling. Data iklim diperoleh dari BMKG, sedangkan data produktivitas dan kualitas diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Least Squares (OLS) dan uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier untuk memilih model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan berpengaruh signifikan secara negatif terhadap produktivitas garam tradisional, sedangkan suhu, kelembaban, dan kecepatan angin tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara keseluruhan, kondisi iklim terbukti berpengaruh positif terhadap produktivitas garam. Suhu dan kelembaban memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kualitas garam, kecepatan angin memiliki pengaruh negatif signifikan, dan curah hujan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas garam. Secara keseluruhan, kondisi iklim berpengaruh positif terhadap kualitas garam. Pengelolaan curah hujan dan suhu sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam, sedangkan pengelolaan faktor iklim akan menghasilkan hasil optimal. Pengembangan teknologi produksi garam modern yang mengurangi ketergantungan pada cuaca ekstrem dan pengelolaan sumber daya alam dan teknologi yang lebih baik dapat mendukung pencapaian swasembada garam yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, curah hujan berpengaruh signifikan secara negatif terhadap produktivitas garam tradisional di Provinsi Jawa Tengah.Sementara itu, suhu, kelembaban, dan kecepatan angin tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas.Namun, secara keseluruhan kondisi iklim terbukti memiliki pengaruh positif terhadap produktivitas garam tradisional.Di sisi lain, suhu dan kelembaban berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas garam.Sedangkan kecepatan angin berpengaruh negatif signifikan, dan curah hujan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas garam.Secara keseluruhan, kondisi iklim berpengaruh positif terhadap kualitas garam tradisional.Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan faktor iklim untuk mendukung keunggulan daya saing berkelanjutan dengan meningkatkan produktivitas dan kualitas garam tradisional di Provinsi Jawa Tengah.Implikasinya adalah pentingnya pengelolaan curah hujan dalam meningkatkan produktivitas dan pengelolaan suhu dalam meningkatkan kualitas.Pengelolaan faktor iklim juga sangat penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas garam tradisional.Selain itu, pengembangan dan penerapan teknologi yang dapat mengurangi ketergantungan pada kondisi cuaca ekstrem, seperti teknologi produksi garam modern, harus dipertimbangkan sebagai upaya adaptasi yang lebih efisien.Untuk meningkatkan daya saing garam tradisional, pengelolaan sumber daya alam dan teknologi yang lebih baik dapat menjadi kunci untuk mencapai swasembada garam yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Mengembangkan model prediksi produktivitas garam tradisional yang mempertimbangkan faktor-faktor iklim secara lebih komprehensif, termasuk durasi musim kemarau, intensitas sinar matahari, dan kecepatan angin. Model ini dapat membantu petani garam dalam merencanakan dan mengelola produksi garam dengan lebih efektif.. . 2. Menganalisis dampak perubahan iklim terhadap kualitas garam tradisional secara lebih mendalam. Penelitian ini dapat berfokus pada pengaruh suhu, kelembaban, dan curah hujan terhadap kandungan mineral dan kualitas garam secara keseluruhan. Temuan ini dapat membantu petani garam dalam mengambil langkah-langkah adaptif untuk menjaga kualitas garam mereka.. . 3. Meneliti dan mengembangkan teknologi produksi garam tradisional yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian ini dapat berfokus pada desain dan implementasi teknologi yang dapat mengurangi ketergantungan pada cuaca ekstrem, seperti sistem pengendalian suhu dan kelembaban yang terintegrasi dengan teknologi penguapan. Teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas garam tradisional, serta mengurangi dampak negatif perubahan iklim.. . Dengan menggabungkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas garam tradisional di Jawa Tengah, serta membantu petani garam dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

  1. Hubungan Fluktuasi Parameter Fisika dalam Produksi Garam Rich Minerals Dengan Media Prototype di Salt... doi.org/10.21107/rekayasa.v14i3.12556Hubungan Fluktuasi Parameter Fisika dalam Produksi Garam Rich Minerals Dengan Media Prototype di Salt doi 10 21107 rekayasa v14i3 12556
  2. Variabilitas Hidrologis dan Dinamika Produksi Garam pada Beragam Kondisi ENSO di Kabupaten Pati dan Rembang... ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/segara/article/view/7593Variabilitas Hidrologis dan Dinamika Produksi Garam pada Beragam Kondisi ENSO di Kabupaten Pati dan Rembang ejournal balitbang kkp go index php segara article view 7593
  3. KINERJA UMKM DITINJAU DARI BUDAYA ORGANISASI, ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, MANAJEMEN KUALITAS TOTAL, DAN... current.ejournal.unri.ac.id/index.php/jc/article/view/152KINERJA UMKM DITINJAU DARI BUDAYA ORGANISASI ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN MANAJEMEN KUALITAS TOTAL DAN current ejournal unri ac index php jc article view 152
Read online
File size353.35 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test