UPN VeteranUPN Veteran

Jurnal MebisJurnal Mebis

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan korelasi antara efikasi diri kewirausahaan dan pendidikan kewirausahaan terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa Universitas YPPI Rembang, dengan pola pikir kewirausahaan sebagai mediator. Mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Keterampilan Kewirausahaan menjadi responden penelitian. Pendekatan sampling jenuh digunakan dalam penelitian ini dengan 83 responden. Pengumpulan data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner. Metode analisis PLS-SEM digunakan oleh peneliti dalam menjawab hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pikir kewirausahaan tidak dapat berperan sebagai variabel mediator pada korelasi antara efikasi diri kewirausahaan dan pendidikan kewirausahaan terhadap intensi kewirausahaan. Temuan ini memiliki implikasi bagi Universitas YPPI Rembang untuk meningkatkan kegiatan pendidikan kewirausahaan yang lebih bervariasi sehingga mahasiswa lebih tertarik dalam membangun bisnis. Persiapan kurikulum kewirausahaan yang lebih mutakhir dan kuliah tamu dengan mengundang lebih banyak praktisi sehingga tips bisnis yang diberikan dapat mendorong intensi kewirausahaan mahasiswa Universitas YPPI Rembang.

Berdasarkan hasil penelitian, efikasi diri kewirausahaan memiliki korelasi positif terhadap intensi kewirausahaan, namun pendidikan kewirausahaan tidak menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap intensi kewirausahaan.Selain itu, pola pikir kewirausahaan tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan antara efikasi diri kewirausahaan dan pendidikan kewirausahaan terhadap intensi kewirausahaan.Oleh karena itu, Universitas YPPI Rembang perlu meningkatkan kegiatan pendidikan kewirausahaan yang lebih bervariasi untuk mendorong minat mahasiswa dalam berwirausaha, serta mempersiapkan kurikulum kewirausahaan yang lebih mutakhir dan mengundang praktisi untuk memberikan tips bisnis yang relevan.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi intensi kewirausahaan mahasiswa, seperti dukungan sosial, norma subjektif, dan budaya kewirausahaan. Hal ini penting untuk memahami secara komprehensif faktor-faktor yang mendorong atau menghambat minat mahasiswa dalam berwirausaha. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas dan disiplin ilmu untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang fenomena intensi kewirausahaan. Ketiga, penelitian dapat menggunakan metode penelitian kualitatif, seperti wawancara mendalam, untuk menggali lebih dalam motivasi, tantangan, dan harapan mahasiswa dalam berwirausaha. Dengan menggabungkan temuan dari berbagai metode penelitian, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang intensi kewirausahaan mahasiswa dan implikasinya bagi pengembangan kewirausahaan di Indonesia.

  1. Malay Secondary School Students’ Entrepreneurial Attitude Orientation and Entrepreneurial Self-efficacy:... scialert.net/abstract/?doi=jas.2011.316.322Malay Secondary School StudentsAe Entrepreneurial Attitude Orientation and Entrepreneurial Self efficacy scialert abstract doi jas 2011 316 322
  2. Minat Generasi Milenial untuk Berwirausaha | Assets: Jurnal Akuntansi dan Pendidikan. minat generasi... doi.org/10.25273/jap.v7i2.3320Minat Generasi Milenial untuk Berwirausaha Assets Jurnal Akuntansi dan Pendidikan minat generasi doi 10 25273 jap v7i2 3320
Read online
File size250.73 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test