SINERGISSINERGIS
ARTERI : Jurnal Ilmu KesehatanARTERI : Jurnal Ilmu KesehatanBerdasarkan hasil Riskesdas 2018 prevalensi penyakit stroke sebesar 10,9% permil. Dibandingkan dengan hasil Riskesdas 2013 prevalensi penderita penyakit stroke sebesar 7% permil. Dari data tersebut terjadi kenaikan angka pengidap penyakit stroke di Indonesia. Faktor risiko penyebab terjadinya stroke adalah perilaku tidak melakukan kontrol tekanan darah, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan asin, dan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis ekologi dengan sumber data sekunder dari data laporan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 tingkat provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan asin tidak berhubungan dengan prevalensi stroke. Sedangkan faktor risiko yang berpengaruh yaitu perilaku tidak melakukan kontrol tekanan darah, kurangnya aktivitas fisik, dan perilaku merokok berhubungan dengan prevalensi stroke di Jawa Timur. Kesimpulan: Beberapa faktor risiko yang berpengaruhi adalah peningkatan prevalensi stroke berhubungan erat dengan perilaku tidak melakukan kontrol tekanan darah, kurangnya aktivitas fisik, dan perilaku merokok. Namun, tidak ada hubungan antara konsumsi makanan asin dengan angka prevalensi diabetes melitus di Jawa Timur.
Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah peningkatan prevalensi stroke berhubungan erat dengan perilaku tidak melakukan kontrol tekanan darah, kurangnya aktivitas fisik, dan perilaku merokok.Namun, tidak ada hubungan antara konsumsi makanan asin dengan angka prevalensi diabetes melitus di Jawa Timur.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam alasan mengapa masyarakat tidak melakukan kontrol tekanan darah secara teratur, sehingga intervensi yang lebih tepat sasaran dapat dirancang. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari kurangnya aktivitas fisik terhadap risiko stroke, serta faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi tingkat aktivitas fisik masyarakat. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi dan promosi kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kontrol tekanan darah, aktivitas fisik, dan menghindari perilaku merokok, serta dampaknya terhadap penurunan prevalensi stroke di Indonesia.
| File size | 321.87 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Kesimpulan: Sebagian besar pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai penyakitnya. Diperlukan edukasi kesehatan secara rutin danKesimpulan: Sebagian besar pasien hipertensi memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai penyakitnya. Diperlukan edukasi kesehatan secara rutin dan
UNIBIUNIBI Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas keuangan, karakteristik industri, dan perubahan auditor secara kolektif menjelaskan pelaporan keuangan curang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas keuangan, karakteristik industri, dan perubahan auditor secara kolektif menjelaskan pelaporan keuangan curang.
POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY Variabel independen meliputi karakteristik demografis, kecukupan ventilasi kamar tidur, pengelolaan sampah, dan praktik pencegahan nyamuk (seperti penggunaanVariabel independen meliputi karakteristik demografis, kecukupan ventilasi kamar tidur, pengelolaan sampah, dan praktik pencegahan nyamuk (seperti penggunaan
UMKUUMKU Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 40 Surabaya dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Ustman Bin Affan pada bulan Juni hinggaKegiatan dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 40 Surabaya dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Ustman Bin Affan pada bulan Juni hingga
UNRAMUNRAM Total penerima manfaat yang terlayani adalah 75 orang, terdiri dari 66 pasien umum dan 9 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat tinggiTotal penerima manfaat yang terlayani adalah 75 orang, terdiri dari 66 pasien umum dan 9 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat tinggi
USBUSB Secara keseluruhan, SAS-A versi Indonesia valid dan reliabel untuk mengukur kecemasan sosial remaja, meskipun revisi lanjutan diperlukan pada beberapaSecara keseluruhan, SAS-A versi Indonesia valid dan reliabel untuk mengukur kecemasan sosial remaja, meskipun revisi lanjutan diperlukan pada beberapa
UNUHAUNUHA Pada 2023, Sumatera Selatan mencatat 2. 462 kasus, dengan Kota Palembang sebagai wilayah tertinggi (677 kasus). Di Kecamatan Seberang Ulu II, KelurahanPada 2023, Sumatera Selatan mencatat 2. 462 kasus, dengan Kota Palembang sebagai wilayah tertinggi (677 kasus). Di Kecamatan Seberang Ulu II, Kelurahan
IJRETINAIJRETINA Amplitudo sural dan tibial (14,44 ± 2,87 dan 6,85 ± 4,98) merupakan nilai prediktor paling signifikan dalam menentukan tingkat keparahan DPN (p = 0,000).Amplitudo sural dan tibial (14,44 ± 2,87 dan 6,85 ± 4,98) merupakan nilai prediktor paling signifikan dalam menentukan tingkat keparahan DPN (p = 0,000).
Useful /
IJRETINAIJRETINA OCT menunjukkan polip berbentuk kubah pada kedua mata, lebih besar pada mata kanan. MRI mengungkapkan meningioma sphenoid kiri yang menekan rongga orbital.OCT menunjukkan polip berbentuk kubah pada kedua mata, lebih besar pada mata kanan. MRI mengungkapkan meningioma sphenoid kiri yang menekan rongga orbital.
ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS Untuk meningkatkan kemampuan mereka, mendapatkan ide baru atau memberikan inovasi dalam bisnis, dan mengikuti perkembangan bisnis dan teknologi yang berkembangUntuk meningkatkan kemampuan mereka, mendapatkan ide baru atau memberikan inovasi dalam bisnis, dan mengikuti perkembangan bisnis dan teknologi yang berkembang
SINERGISSINERGIS Setelah memakai rumus slovin didapatkan 73 responden sebagai sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan ImunisasiSetelah memakai rumus slovin didapatkan 73 responden sebagai sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan Imunisasi
SINERGISSINERGIS Lebih dari 30 jenis mikroorganisme yang diketahui dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi yang paling umum termasuk gonore, klamidia, sifilis,Lebih dari 30 jenis mikroorganisme yang diketahui dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi yang paling umum termasuk gonore, klamidia, sifilis,