ANTISPUBLISHERANTISPUBLISHER
Journal of Contemporary Business Law & Technology: Cyber Law, Blockchain, and Legal InnovationsJournal of Contemporary Business Law & Technology: Cyber Law, Blockchain, and Legal InnovationsPenelitian ini meneliti kerangka hukum dalam penyempurnaan kontrak sunting, yang melampaui sekadar penyisipan sanksi, dan mengembalikan kesalahan kontrak tanpa mengorbankan esensi hubungan kontraktual atau melanggar aturan wajib. Metodenya mencakup analisis teks hukum dan perbandingan sistem hukum Irak dan Lebanon. Hasilnya menunjukkan pendekatan yang menyeimbangkan ketatnya nullitas dengan kebutuhan stabilitas transaksi, sehingga rectifikasi menjadi sarana reintegrasi kontrak ke ranah legalitas. Inovasi yang diusulkan adalah intervensi legislatif untuk menetapkan ketentuan umum regulasi mekanisme rectifikasi kontrak sunting, secara eksplisit mendefinisikan kondisi dan kendala.
Penelitian ini menemukan bahwa nullitas kontrak tidak sekadar hukuman atas pelanggaran proses, melainkan ketidakhadiran mekanisme hukum yang keluar dari konvergensi niat pihak dengan peraturan.Jika kontrak null, semua efek hukum dicabut secara retroaktif, seolah kontrak tidak pernah ada.Namun, hukum memfasilitasi remediasi melalui rectifikasi atau transformasi—penggantian, pengurangan, atau penambahan unsur kontrak—yang memungkinkan kontrak tetap berdiri tanpa melanggar kepentingan publik.Sebagai saran, disarankan agar legislator Irak mengklasifikasikan tingkat nullitas secara jelas dan mengadopsi standar objektif dalam pengambilan keputusan pengadilan, guna memelihara kesinambungan transaksi dan keadilan.
Pertama, penelitian dapat memeriksa efektivitas implementasi regulasi baru mengenai tingkat nullitas di sistem hukum Irak melalui studi kasus pengadilan. Kedua, analisis komparatif mendalam dapat dilakukan pada mekanisme transformasi kontrak sunting di negara lain, menilai dampaknya pada stabilitas pasar. Ketiga, studi empiris tentang persepsi pelaku bisnis terhadap prosedur rectifikasi dapat mengidentifikasi hambatan praktis dan menambah saran kebijakan yang lebih terarah.
| File size | 305.23 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
169169 Dengan mempromosikan integrasi etis teknologi AI, mahasiswa dapat menghadapi tantangan penggunaan AI sambil menjaga integritas ekspresi kreatif mereka.Dengan mempromosikan integrasi etis teknologi AI, mahasiswa dapat menghadapi tantangan penggunaan AI sambil menjaga integritas ekspresi kreatif mereka.
BSIBSI Namun, sebagian besar responden masih membutuhkan pelatihan khusus dan pendampingan lebih lanjut untuk pemanfaatan AI secara efektif. Keterbatasan infrastruktur,Namun, sebagian besar responden masih membutuhkan pelatihan khusus dan pendampingan lebih lanjut untuk pemanfaatan AI secara efektif. Keterbatasan infrastruktur,
UNIPMAUNIPMA Penggunaan AI (X1) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y). (3) Pengaruh Parsial (Uji t) - X2. Literasi DigitalPenggunaan AI (X1) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y). (3) Pengaruh Parsial (Uji t) - X2. Literasi Digital
UWKSUWKS Fenomena Hallyu atau Korean Wave telah mendorong peningkatan minat generasi muda terhadap bahasa Korea. Namun, metode pembelajaran konvensional seringFenomena Hallyu atau Korean Wave telah mendorong peningkatan minat generasi muda terhadap bahasa Korea. Namun, metode pembelajaran konvensional sering
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL The implementation of artificial intelligence (AI) in financial crisis early warning systems is proven to improve the effectiveness of risk detection andThe implementation of artificial intelligence (AI) in financial crisis early warning systems is proven to improve the effectiveness of risk detection and
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Undang-undang ini mencerminkan tanggung jawab negara dalam memastikan bahwa setiap orang, tanpa memandang status sosial, ekonomi, atau geografis, memperolehUndang-undang ini mencerminkan tanggung jawab negara dalam memastikan bahwa setiap orang, tanpa memandang status sosial, ekonomi, atau geografis, memperoleh
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan literasi digital. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa metode uji statistikInstrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan literasi digital. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa metode uji statistik
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL 3) The connectedness of the study during 2015-2022 is divided into 8 clusters, each cluster displays a comparison of countries with the interconnectedness3) The connectedness of the study during 2015-2022 is divided into 8 clusters, each cluster displays a comparison of countries with the interconnectedness
Useful /
UMKUMK Hakimannya bahwa semua praktik berkelanjutan—SSI, WMP, EEM, dan CE—mempengaruhi persepsi pelanggan, namun kinerja mereka beragam. SSI menjadi kekuatanHakimannya bahwa semua praktik berkelanjutan—SSI, WMP, EEM, dan CE—mempengaruhi persepsi pelanggan, namun kinerja mereka beragam. SSI menjadi kekuatan
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL 0 and pond 2 was 8. 1-8. 3, DO concentration in pond 1 was 4. 43-6. 93 mg/L and pond 2 was 4. 72-5. 99 mg/L, temperature in pond 1 was 27.15-31.40°C with0 and pond 2 was 8. 1-8. 3, DO concentration in pond 1 was 4. 43-6. 93 mg/L and pond 2 was 4. 72-5. 99 mg/L, temperature in pond 1 was 27.15-31.40°C with
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Model SAR memperlihatkan bahwa peningkatan pengeluaran non‑makanan per kapita menurunkan gap kemiskinan, sedangkan ketidaksetaraan pendapatan (rasioModel SAR memperlihatkan bahwa peningkatan pengeluaran non‑makanan per kapita menurunkan gap kemiskinan, sedangkan ketidaksetaraan pendapatan (rasio
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Populasi penelitian ini merupakan mahasiswa International College X sebanyak 86 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling saturasiPopulasi penelitian ini merupakan mahasiswa International College X sebanyak 86 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling saturasi