UNIDAUNIDA

JURNAL AGROINDUSTRI HALALJURNAL AGROINDUSTRI HALAL

Kakao jenis fine dan bulk menunjukkan perbedaan karakteristik biji yang mungkin berdampak pada perbedaan karakteristik fisik selama fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi perubahan karakteristik fisik biji kakao jenis fine dan bulk selama proses fermentasi, dengan menguji kadar air, rendemen, bentuk biji, klasifikasi berat biji berdasarkan SNI 2323-2008, dan uji cut test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam rendemen dan kadar air antara biji kakao jenis fine dan bulk. Perubahan suhu puncak terjadi pada jam ke-54 fermentasi, dengan suhu jenis fine sebesar 52 ± 1 °C dan jenis bulk sebesar 50.66 ± 0.57 °C. Selama fermentasi, terjadi perubahan warna biji kakao dari putih menjadi coklat, disertai dengan aroma khas fermentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa biji kakao jenis fine dan bulk di PTPN XII Kebun Kedenglembu mengalami perubahan fisik selama proses fermentasi dan memenuhi syarat SNI 2323-2008.

Biji kakao jenis fine dan bulk mengalami perubahan fisik selama proses fermentasi.Meskipun uji rendemen dan kadar air tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara keduanya, perbedaan kenaikan suhu selama fermentasi menjadi aspek penting.Suhu tertinggi tercapai pada jam ke-54, dengan jenis fine mencapai 52 ± 1 °C dan jenis bulk sebesar 50.57 °C, diikuti dengan penurunan suhu perlahan hingga akhir proses fermentasi.Proses fermentasi menghasilkan perubahan warna biji dari putih menjadi coklat serta aroma khas fermentasi yang bersifat asam.Sesuai standar SNI 2323-2008, kedua jenis biji kakao yang mengalami fermentasi masuk dalam golongan A.Biji tanpa fermentasi menunjukkan jumlah biji berplasenta lebih tinggi, mengindikasikan pemisahan pulp dan plasenta selama fermentasi.Uji cut test menunjukkan perbedaan kualitas antara biji yang tidak terfermentasi dan yang terfermentasi dengan baik, menggambarkan pentingnya fermentasi dalam membentuk karakteristik biji kakao yang optimal.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang menyelidiki perbedaan karakteristik fisik dan kimia antara biji kakao fine dan bulk selama proses fermentasi dan pengeringan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengaruh lama fermentasi dan pengeringan terhadap kualitas biji kakao, termasuk analisis lebih lanjut tentang perubahan warna, aroma, dan kandungan senyawa aktif. Penelitian juga dapat mengeksplorasi pengaruh jenis mikroorganisme yang terlibat dalam fermentasi terhadap karakteristik fisik dan kimia biji kakao. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika perubahan fisik biji kakao selama proses pasca panen dan membantu mengembangkan strategi optimalisasi kualitas biji kakao.

  1. KAJIAN PENGARUH BERAT BIJI KAKAO PERKOTAK DAN WAKTU PENGADUKAN TERHADAP KEBERHASILAN PROSES FERMENTASI... doi.org/10.26418/jpmipa.v8i2.21172KAJIAN PENGARUH BERAT BIJI KAKAO PERKOTAK DAN WAKTU PENGADUKAN TERHADAP KEBERHASILAN PROSES FERMENTASI doi 10 26418 jpmipa v8i2 21172
  2. Identification of main fine flavour components in two genotypes of the cocoa tree (Theobroma cacao L.)... doi.org/10.5073/JABFQ.2013.086.013Identification of main fine flavour components in two genotypes of the cocoa tree Theobroma cacao L doi 10 5073 JABFQ 2013 086 013
  3. PeerJ Theobroma cacao L. cultivar CCN 51: a comprehensive review on origin, genetics, sensory properties,... doi.org/10.7717/peerj.12676PeerJ Theobroma cacao L cultivar CCN 51 a comprehensive review on origin genetics sensory properties doi 10 7717 peerj 12676
  4. Fermentasi Biji Kakao Kering Menggunakan Saccharomyces cerevisiae, Lactobacillus lactis, dan Acetobacter... doi.org/10.22146/agritech.17113Fermentasi Biji Kakao Kering Menggunakan Saccharomyces cerevisiae Lactobacillus lactis dan Acetobacter doi 10 22146 agritech 17113
Read online
File size788.57 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test