UNITY ACADEMYUNITY ACADEMY

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Banjir merupakan permasalahan hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah dataran rendah seperti Kecamatan Sedati, Sidoarjo, di mana penyumbatan drainase lingkungan menjadi penyebab utama genangan. Rendahnya kesadaran dan partisipasi warga dalam perawatan saluran memperparah kondisi tersebut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga dalam merawat drainase lingkungan melalui sosialisasi partisipatif, sekaligus membangun komitmen aksi kolektif untuk pencegahan banjir berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: (1) Persiapan, meliputi observasi lapangan dan koordinasi dengan perangkat RW; (2) Pelaksanaan, berupa sosialisasi interaktif dengan penyampaian materi kontekstual, diskusi, dan demonstrasi praktik langsung; serta (3) Evaluasi, melalui tanya jawab dan angket umpan balik. Kegiatan yang dilaksanakan di RW 02 Desa Sedatigede ini diikuti oleh 35 warga. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai penyebab dan teknik perawatan drainase. Lebih lanjut, terbentuk komitmen konkret warga berupa kesepakatan jadwal gotong royong rutin dan penunjukan koordinator pemantau drainase. Umpan balik peserta mengungkapkan 100% kepuasan dan harapan akan keberlanjutan program. Disimpulkan bahwa pendekatan sosialisasi partisipatif efektif dalam membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam mengelola drainase lingkungan. Untuk keberlanjutan, disarankan adanya pendampingan lanjutan, integrasi program ke dalam agenda rutin RW, serta dukungan fasilitas dari pemerintah desa.

Berdasarkan pelaksanaan program pengabdian masyarakat berupa sosialisasi perawatan drainase lingkungan di RW 02 Desa Sedatigede, dapat disimpulkan beberapa hal penting.Pertama, kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga mengenai fungsi dan urgensi perawatan drainase sebagai upaya mitigasi banjir berbasis komunitas.Kedua, metode sosialisasi partisipatif yang menggabungkan penyampaian materi kontekstual, diskusi interaktif, dan praktik langsung terbukti efektif dalam mendorong keterlibatan aktif warga.Ketiga, program ini telah menghasilkan komitmen aksi nyata berupa kesepakatan gotong royong berkala dan penunjukan koordinator pemantau drainase, yang menjadi indikator awal pergeseran paradigma dari ketergantungan menjadi kemandirian komunitas dalam mengelola lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengukur efektivitas jangka panjang dari program sosialisasi ini terhadap penurunan risiko banjir di wilayah Sedati, dengan membandingkan data kejadian banjir sebelum dan sesudah implementasi program. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model sosialisasi yang lebih adaptif terhadap karakteristik sosial-budaya masyarakat setempat, misalnya dengan melibatkan tokoh agama atau tokoh masyarakat sebagai agen perubahan. Ketiga, penting untuk meneliti potensi integrasi program perawatan drainase lingkungan ini dengan program pengelolaan sampah rumah tangga, mengingat sampah merupakan salah satu penyebab utama penyumbatan saluran drainase. Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi positif dalam pengelolaan lingkungan secara keseluruhan, sehingga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana banjir.

Read online
File size328.76 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test