PUBLICATION CENTERPUBLICATION CENTER
Indonesian Journal of Teacher EducationIndonesian Journal of Teacher EducationModel Inquiry-Based Learning (IBL) sangat relevan dengan pembelajaran sains karena menempatkan siswa sebagai subjek yang mengonstruksi pengetahuan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas penerapan model Inquiry-Based Learning (IBL) dalam pembelajaran sains pada jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP). Melalui metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengadopsi protokol PRISMA secara ketat, kajian ini menganalisis 16 artikel berdesain eksperimental dan kuasi-eksperimental yang diterbitkan pada periode 2015–2024. Hasil sintesis mengonfirmasi bahwa penerapan IBL memberikan dampak positif yang signifikan terhadap tujuh variabel capaian pembelajaran utama, meliputi: keterampilan berpikir kritis, literasi sains, hasil belajar kognitif, pemahaman konsep, keterampilan proses sains, motivasi belajar, dan kemampuan kolaborasi. Meskipun demikian, kajian ini juga menemukan bahwa efektivitas inkuiri sangat bergantung pada kesiapan kognitif dan desain pedagogis, di mana pendekatan inkuiri terbimbing (guided inquiry) menjadi sangat esensial untuk diterapkan. Sebagai implikasi pedagogis, penelitian ini merekomendasikan urgensi modifikasi IBL melalui integrasi konteks lingkungan nyata dan isu sosiosaintifik (Socioscientific Issues) guna mengatasi stagnasi literasi sains analitis siswa ke depannya.
Berdasarkan tinjauan sistematis terhadap 16 literatur eksperimental, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Inquiry-Based Learning (IBL) menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains di jenjang pendidikan dasar.Efektivitas model ini terpetakan pada tujuh variabel capaian utama yakni keterampilan berpikir kritis, literasi sains, hasil belajar kognitif, pemahaman konsep, keterampilan proses sains, motivasi belajar, dan kemampuan kolaborasi.Meskipun demikian, sintesis literatur ini menegaskan bahwa keberhasilan IBL sangat bergantung pada kesiapan kognitif siswa dan desain pedagogis yang menyertainya.Integrasi konteks nyata dan isu sosiosaintifik (Socioscientific Issues) bukan sekadar suplemen tambahan, melainkan elemen inti yang harus melekat dalam desain inkuiri untuk menjembatani teori sains dengan realitas kehidupan siswa.
Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan desain inkuiri yang lebih spesifik untuk melatih kecakapan berargumen, misalnya melalui penerapan Argument-Driven Inquiry yang diintegrasikan dengan isu sosiosaintifik lokal. Kedua, penelitian longitudinal yang memantau efektivitas IBL secara berkelanjutan dari jenjang SD hingga SMP akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan literasi sains siswa dalam jangka panjang. Ketiga, penelitian kuasi-eksperimental dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan media visual interaktif, seperti simulasi digital, terhadap pemahaman konsep sains siswa, dengan mempertimbangkan faktor-faktor moderasi seperti gaya belajar dan tingkat motivasi siswa. Pengembangan penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran sains berbasis inkuiri di jenjang pendidikan dasar.
- Meta-Analysis of Inquiry-Based Learning - Ard W. Lazonder, Ruth Harmsen, 2016. meta analysis inquiry... journals.sagepub.com/doi/10.3102/0034654315627366Meta Analysis of Inquiry Based Learning Ard W Lazonder Ruth Harmsen 2016 meta analysis inquiry journals sagepub doi 10 3102 0034654315627366
- Journal of Pedagogical Research. journal pedagogical research ijopr.com/article/does-inquiry-based-learning-model-improve-learning-outcomes-a-second-order-meta-analysis-12478Journal of Pedagogical Research journal pedagogical research ijopr article does inquiry based learning model improve learning outcomes a second order meta analysis 12478
- Visual Representation Construction for Collective Reasoning in Elementary Science Classrooms. visual... mdpi.com/2227-7102/11/5/246Visual Representation Construction for Collective Reasoning in Elementary Science Classrooms visual mdpi 2227 7102 11 5 246
| File size | 290.33 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STIEPEMUDASTIEPEMUDA This study aims to analyze the influence of entrepreneurship education, entrepreneurial motivation, financial literacy, and family environment on entrepreneurialThis study aims to analyze the influence of entrepreneurship education, entrepreneurial motivation, financial literacy, and family environment on entrepreneurial
STIEPEMUDASTIEPEMUDA These findings suggest that the improvement of employee performance at PT Lobara Duta Anugrah Surabaya depends on both technical skills and organizationalThese findings suggest that the improvement of employee performance at PT Lobara Duta Anugrah Surabaya depends on both technical skills and organizational
STIEPEMUDASTIEPEMUDA Sementara itu, strategi pemasaran berfokus pada penawaran produk kopi dan non-kopi yang unik, harga yang kompetitif, dan menciptakan suasana kafe yangSementara itu, strategi pemasaran berfokus pada penawaran produk kopi dan non-kopi yang unik, harga yang kompetitif, dan menciptakan suasana kafe yang
STIEPEMUDASTIEPEMUDA Pendidikan yang praktis dan lingkungan yang mendukung dapat memperkuat self-efficacy serta mempersiapkan individu menjadi wirausahawan yang tangguh danPendidikan yang praktis dan lingkungan yang mendukung dapat memperkuat self-efficacy serta mempersiapkan individu menjadi wirausahawan yang tangguh dan
UWKSUWKS Pada kuadran fill-ins mengidentifikasi permasalahan yang juga mudah diselesaikan namun tidak memberikan dampak signifikan, antara lain: pendorong materialPada kuadran fill-ins mengidentifikasi permasalahan yang juga mudah diselesaikan namun tidak memberikan dampak signifikan, antara lain: pendorong material
UNIPMAUNIPMA Penelitian ini menganalisis dampak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Menggunakan desain mixed-methods dengan pendekatan explanatory sequential design,Penelitian ini menganalisis dampak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Menggunakan desain mixed-methods dengan pendekatan explanatory sequential design,
SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER Berdasarkan hasil dan pembahasan, kesimpulan penelitian ini mengemukakan bahwa olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental. Olahraga dapat meningkatkanBerdasarkan hasil dan pembahasan, kesimpulan penelitian ini mengemukakan bahwa olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental. Olahraga dapat meningkatkan
METROMETRO Artikel ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana konsep filantropi budaya dan linguistik dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan pelestarianArtikel ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana konsep filantropi budaya dan linguistik dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan pelestarian
Useful /
PUBLICATION CENTERPUBLICATION CENTER Secara spesifik, kajian ini berupaya mengidentifikasi pola, kesenjangan penelitian, serta implikasi teoritis dan praktis dari studi-studi yang relevan.Secara spesifik, kajian ini berupaya mengidentifikasi pola, kesenjangan penelitian, serta implikasi teoritis dan praktis dari studi-studi yang relevan.
UWKSUWKS Peserta sosialisasi merupakan seluruh siswa dan siswi SMP dan SMK Miftahul Ulum Curah Banteng. Berdasarkan hasil sosialisasi, peserta dapat memahami pentingnyaPeserta sosialisasi merupakan seluruh siswa dan siswi SMP dan SMK Miftahul Ulum Curah Banteng. Berdasarkan hasil sosialisasi, peserta dapat memahami pentingnya
USMUSM Model ini menghasilkan nilai MSE sebesar 0,075822. Nilai MSE yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan arsitektur jaringan lainnya. Model menghasilkan nilaiModel ini menghasilkan nilai MSE sebesar 0,075822. Nilai MSE yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan arsitektur jaringan lainnya. Model menghasilkan nilai
USMUSM Selain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk ditelusuri kembali. Dengan demikian para pustakawan dapat menggunakan waktuSelain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk ditelusuri kembali. Dengan demikian para pustakawan dapat menggunakan waktu