USMUSM

TEMATIKTEMATIK

Penggunaan Styrofoam (polistirena busa) sebagai wadah makanan sangat umum karena keunggulan praktis dan ekonomisnya. Namun, material ini berpotensi melepaskan monomer berbahaya seperti stirena dan benzena yang berdampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Studi awal di SMK N 4 Kendal menunjukkan bahwa 67,6% siswa belum memahami bahaya umum Styrofoam, 97,1% tidak mengetahui kandungan bahan penyusunnya, dan 76,5% tidak menyadari risiko kesehatannya. Tingkat pengetahuan yang rendah ini mendasari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi komprehensif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan lingkungan siswa melalui intervensi edukasi oleh tim multidisiplin dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang. Metode pelaksanaan melibatkan observasi awal, persiapan materi, dan penyampaian materi (sosialisasi) kepada 34 siswa kelas XII, diikuti dengan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pasca-sosialisasi. Pemahaman siswa tentang bahaya umum meningkat dari 32,4% menjadi 100%, pengetahuan tentang kandungan bahan penyusun meningkat dari 2,9% menjadi 100%, dan kesadaran akan risiko kesehatan jangka pendek/panjang meningkat dari 23,5% menjadi 100%. Data ini mengindikasikan bahwa metode sosialisasi yang diterapkan sangat efektif dalam transfer informasi, menegaskan keberhasilan program dalam meningkatkan kesadaran kritis siswa terhadap bahaya Styrofoam dan cara penggunaan yang aman.

Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK N 4 Kendal, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan awal siswa mengenai bahaya Styrofoam sebagai wadah makanan sangat rendah.Namun, melalui metode sosialisasi yang efektif, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan.Hal ini dibuktikan dengan perubahan drastis pada hasil evaluasi pasca-sosialisasi, di mana hamper seluruh peserta (100%) menunjukkan pemahaman yang benar mengenai bahaya, kandungan bahan, dan risiko kesehatan yang terkait.Oleh karena itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran kritis dan literasi kesehatan lingkungan di kalangan remaja.

Berdasarkan latar belakang permasalahan terkait pemahaman siswa SMK N 4 Kendal mengenai bahaya styrofoam, serta hasil kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi efektivitas berbagai metode sosialisasi lainnya, seperti penggunaan media sosial atau kampanye kreatif, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya styrofoam dan alternatif pengemasan yang lebih ramah lingkungan. Kedua, penelitian kuantitatif dengan skala sampel yang lebih besar dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari sosialisasi terhadap perilaku konsumsi siswa dan masyarakat terkait penggunaan styrofoam. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan motivasi siswa dalam memilih wadah makanan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku mereka setelah mendapatkan edukasi.

Read online
File size291.1 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test