JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF

Journal of Earth KingdomJournal of Earth Kingdom

Latar Belakang: Pada tahun 2024, Indonesia, sebagai importir minyak mentah dan bahan bakar, beralih fokus ke energi terbarukan seiring dengan penurunan produksi bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep daur hidup produksi biodiesel dari minyak kelapa sawit, mengatasi masalah lingkungan terkait emisi dari proses produksi Tandan Buah Segar (TBS), Crude Palm Oil (CPO), dan biodiesel. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi Kuantitatif Life Cycle Assessment (LCA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) bersama dengan metode kualitatif. Temuan: Penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif pemanfaatan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan bobot prioritas tertentu. Hasil menunjukkan bahwa produksi biodiesel dari minyak kelapa sawit membutuhkan berbagai input signifikan, seperti pupuk NPK, herbisida, air, diesel, dan CPO, yang menghasilkan emisi lingkungan berupa CO2 sebesar 1489 Kg CO2 (eq) per ton biodiesel, serta kontribusi terhadap eutrofikasi dan asidifikasi. Analisis Life Cycle Inventory (LCI) juga mengidentifikasi bahwa emisi CO2 terbesar berasal dari limbah POME (53%), diikuti oleh pupuk NPK (23%), metanol (18%), dan minyak diesel (7%), sementara eutrofikasi dan asidifikasi menunjukkan kontribusi signifikan dari pupuk NPK, metanol, minyak diesel, dan limbah POME. Temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan limbah POME sebagai langkah optimal untuk mengurangi emisi CO2 dengan potensi pengurangan hingga 667,2 Kg CO2 melalui konsep daur hidup produksi biodiesel yang lebih berkelanjutan. Kesimpulan: Dari hasil ini, peneliti merekomendasikan agar perusahaan kelapa sawit mulai mengganti pupuk kimia dengan pupuk organik untuk mengurangi dampak lingkungan, dan mendorong pemanfaatan limbah POME di Pabrik Kelapa Sawit sebagai sumber biogas untuk energi terbarukan. Pada tingkat industri biodiesel, peningkatan tingkat daur ulang metanol diusulkan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi pada tahap hilir produksi biodiesel. Orisinalitas/Kebaruan artikel ini: Penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif pemanfaatan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan bobot prioritas tertentu.

Studi ini merinci Life Cycle Inventory (LCI) untuk produksi biodiesel minyak sawit, menguraikan input material dan energi utama di seluruh tahapan produksi Tandan Buah Segar (TBS), CPO, dan biodiesel.Ditemukan bahwa total emisi CO2 ekuivalen dari produksi biodiesel mencapai 1489 kg per ton, dengan kontribusi signifikan terhadap eutrofikasi dan asidifikasi terutama berasal dari produksi TBS dan CPO.Secara krusial, penelitian menyimpulkan bahwa optimalisasi konsep daur hidup biodiesel melalui pemanfaatan limbah POME adalah strategi paling efektif, berpotensi mengurangi emisi CO2 ekuivalen sebesar 667,2 kg.

Mengingat pentingnya pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan di Indonesia, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa area krusial. Pertama, meskipun pemanfaatan limbah POME telah teridentifikasi sebagai langkah optimal, studi lebih mendalam diperlukan untuk mengeksplorasi potensi POME sebagai bahan baku biorefinery terpadu. Ini dapat mencakup penelitian tentang teknologi inovatif untuk mengubah POME menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti bio-minyak, pupuk organik dari digestat, atau bahan kimia lain, bukan hanya biogas. Analisis ini harus mencakup evaluasi kelayakan teknis, ekonomi, dan dampak lingkungan terintegrasi dari pendekatan biorefinery POME pada skala pabrik kelapa sawit yang bervariasi, guna memaksimalkan reduksi emisi dan menciptakan nilai ekonomi sirkular. Kedua, untuk mengatasi dampak lingkungan dari penggunaan pupuk, penelitian selanjutnya dapat secara komprehensif membandingkan berbagai strategi pemupukan di perkebunan kelapa sawit. Ini termasuk memodelkan secara kuantitatif efektivitas dan dampak lingkungan dari kombinasi pupuk anorganik dan organik, serta menganalisis efek jangka panjangnya terhadap kesehatan tanah, kapasitas penyerapan karbon, dan keanekaragaman hayati ekosistem perkebunan dalam konteks iklim dan kondisi tanah yang berbeda di Indonesia. Ketiga, untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih holistik, disarankan untuk memperluas lingkup analisis dari Life Cycle Assessment (LCA) menjadi Life Cycle Sustainability Assessment (LCSA). Penelitian ini akan mengintegrasikan dimensi sosial dan ekonomi, seperti dampak terhadap mata pencarian petani, penerimaan komunitas terhadap teknologi baru, dan daya saing pasar biodiesel berkelanjutan, untuk memberikan gambaran lengkap mengenai keberlanjutan produksi biodiesel minyak sawit dari hulu hingga hilir.

  1. Understanding the glycerol market - Ciriminna - 2014 - European Journal of Lipid Science and Technology... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ejlt.201400229Understanding the glycerol market Ciriminna 2014 European Journal of Lipid Science and Technology onlinelibrary wiley doi 10 1002 ejlt 201400229
  2. Assessing the Environmental Performance of Palm Oil Biodiesel Production in Indonesia: A Life Cycle Assessment... doi.org/10.3390/en13123248Assessing the Environmental Performance of Palm Oil Biodiesel Production in Indonesia A Life Cycle Assessment doi 10 3390 en13123248
  3. Utilization of POME waste as a renewable energy source in the life cycle concept of palm oil biodiesel... doi.org/10.61511/jek.v2i2.2025.1276Utilization of POME waste as a renewable energy source in the life cycle concept of palm oil biodiesel doi 10 61511 jek v2i2 2025 1276
  4. Indonesia’s Energy Development: Evaluation of the 2015-2019 Medium Term Development Plan and Outlook... doi.org/10.36574/jpp.v3i3.87IndonesiaAos Energy Development Evaluation of the 2015 2019 Medium Term Development Plan and Outlook doi 10 36574 jpp v3i3 87
Read online
File size815.65 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test