IDID

JAMSIJAMSI

Jamur tiram merupakan komoditas hortikultura bernilai gizi tinggi namun memiliki umur simpan pendek dan harga yang fluktuatif, sehingga diperlukan inovasi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambahnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendiversifikasi produk jamur tiram menjadi jamur krispy, nugget jamur, dan abon jamur sebagai upaya peningkatan daya saing dan peluang usaha. Kegiatan dilaksanakan di Oemah Jamur Tangerang, Kabupaten Tangerang, pada tanggal 12–14 Oktober 2025 dengan metode pelatihan berbasis demonstrasi dan praktik langsung, meliputi persiapan bahan, proses pengolahan, penggunaan alat seperti spinner dan sealer, serta pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ketiga produk berhasil dihasilkan dengan karakteristik yang baik, yaitu jamur krispy yang renyah, nugget jamur yang lembut dan padat, serta abon jamur yang gurih dan kering. Evaluasi melalui wawancara menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dari sekitar 30% menjadi 85%, serta munculnya minat untuk mengembangkan usaha olahan jamur. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas mitra dan menunjukkan bahwa diversifikasi olahan jamur tiram berpotensi menjadi usaha yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini berhasil mengolah jamur tiram menjadi jamur krispy, nugget jamur, dan abon jamur sebagai upaya diversifikasi produk pangan dengan karakteristik sensoris yang baik dan dapat diterima.Diversifikasi ini terbukti mampu meningkatkan nilai tambah, memperpanjang umur simpan, serta membuka peluang usaha dan pemasaran produk pangan lokal berbasis UMKM.Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih produktif, kreatif, dan siap mengembangkan peluang usaha berbasis bahan baku lokal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh variasi komposisi bahan baku terhadap kualitas sensoris dan nutrisi produk olahan jamur tiram, misalnya dengan mengganti sebagian tepung terigu pada nugget jamur dengan tepung mocaf atau tepung ubi jalar untuk meningkatkan kandungan serat dan menurunkan indeks glikemik. Kedua, penelitian mengenai optimasi proses pengemasan untuk memperpanjang umur simpan produk olahan jamur tiram perlu dilakukan, dengan membandingkan efektivitas berbagai jenis kemasan seperti kemasan vakum, kemasan modifikasi atmosfer, dan kemasan biodegradable terhadap kualitas produk selama penyimpanan. Ketiga, studi mengenai analisis biaya-manfaat dan potensi pasar produk olahan jamur tiram perlu dilakukan untuk memberikan informasi yang komprehensif bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka, termasuk analisis sensitivitas terhadap perubahan harga bahan baku dan biaya produksi, serta identifikasi target pasar potensial dan strategi pemasaran yang efektif.

  1. FORMULASI BAGLOG DARI TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ALTERNATIF SERBUK KAYU DALAM BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH... abdiinsani.unram.ac.id/index.php/jurnal/article/view/2367FORMULASI BAGLOG DARI TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ALTERNATIF SERBUK KAYU DALAM BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH abdiinsani unram ac index php jurnal article view 2367
  2. Diversifikasi Produk Olahan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Menjadi Jamur Krispy, Nugget Jamur, dan... jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2825Diversifikasi Produk Olahan Jamur Tiram Pleurotus ostreatus Menjadi Jamur Krispy Nugget Jamur dan jamsi jurnal id index php jamsi article view 2825
  3. Karakteristik organoleptik dan kadar serat kasar abon dari formulasi daging ikan patin dan jantung pisang... e-journals.unmul.ac.id/index.php/JTAF/article/view/5485Karakteristik organoleptik dan kadar serat kasar abon dari formulasi daging ikan patin dan jantung pisang e journals unmul ac index php JTAF article view 5485
Read online
File size1.15 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test