UNPARUNPAR

AgriPeatAgriPeat

Perubahan penggunaan lahan dari ekosistem alami menjadi sistem pertanian dapat memengaruhi sifat kimia dan fisik tanah yang berperan penting dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat kimia dan fisik tanah pada lahan alami dan lahan budidaya talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) di Kabupaten Serang, Banten. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, C-organik, N-total, rasio C/N, bahan organik, kelembapan tanah, suhu tanah, dan intensitas cahaya. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada kedua tipe lahan. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik untuk mengetahui perbedaan antara penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pemisahan yang jelas antara lahan alami dan lahan budidaya berdasarkan sifat kimia dan sifat fisik tanah, dengan pH tanah tergolong agak masam serta kandungan C-organik dan N-total dalam kategori sedang. Pada sifat fisik, lahan alami memiliki kelembapan tanah yang lebih stabil, intensitas cahaya lebih rendah, dan suhu tanah yang lebih konstan dibandingkan lahan budidaya. Kondisi tersebut mendukung tingkat keanekaragaman makrofauna tanah yang lebih tinggi pada lahan alami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem budidaya talas beneng mampu mempertahankan kualitas tanah mendekati kondisi alami sehingga mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik sifat fisik dan kimia tanah antara lahan alami dan lahan budidaya talas beneng.Lahan alami cenderung memiliki kandungan bahan organik dan kelembapan tanah yang lebih tinggi, sementara lahan budidaya memiliki suhu dan intensitas cahaya yang lebih tinggi.Perbedaan ini menunjukkan bahwa sistem penggunaan lahan berperan dalam membentuk dinamika sifat tanah.Oleh karena itu, pengelolaan bahan organik dan pemeliharaan penutup lahan menjadi krusial untuk menjaga stabilitas sifat tanah dan mendukung keberlanjutan sistem budidaya talas beneng.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh praktik budidaya talas beneng terhadap dinamika bahan organik tanah, termasuk identifikasi sumber bahan organik dan laju dekomposisinya. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada analisis hubungan antara sifat fisik tanah (seperti porositas dan permeabilitas) dengan pertumbuhan dan hasil talas beneng, untuk mengoptimalkan pengelolaan tanah dalam sistem budidaya. Ketiga, penting untuk menginvestigasi peran mikroorganisme tanah dalam siklus hara dan kesehatan tanah pada kedua tipe lahan, serta potensi pemanfaatan mikroorganisme lokal untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai interaksi antara lahan, tanaman, dan lingkungan, sehingga dapat mendukung pengembangan sistem pertanian talas beneng yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

  1. Evaluation of Soil Physicochemical Properties across Distinct Land Use Systems at Bina Widya Campus,... doi.org/10.32734/jpt.v12i2.16467Evaluation of Soil Physicochemical Properties across Distinct Land Use Systems at Bina Widya Campus doi 10 32734 jpt v12i2 16467
  2. Biodiversitas Journal of Biological Diversity. journal biological diversity main navigation content sidebar... smujo.id/biodivBiodiversitas Journal of Biological Diversity journal biological diversity main navigation content sidebar smujo biodiv
  3. Jurnal Silva Tropika. variasi tekstur tanah organik kerapatan tajuk studi hutan muhammad sabki jambi... online-journal.unja.ac.id/STP/article/view/44117Jurnal Silva Tropika variasi tekstur tanah organik kerapatan tajuk studi hutan muhammad sabki jambi online journal unja ac STP article view 44117
Read online
File size320.66 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test