UNPARUNPAR

AgriPeatAgriPeat

Selada merah (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang dikonsumsi daunnya, semakin diminati dan digemari di kalangan masyarakat, karena memiliki kandungan gizi seperti makronutrien, mineral, senyawa bioaktif atau antioksidan, dan senyawa fenolik. Kebutuhan semakin meningkat sehingga perlu dikembangkan salah satunya di tanah gambut. Kendala yang dihadapi pada tanah gambut adalah miskinnya hara, untuk mengatasinya antara lain dengan pemberian pupuk organic yaitu pupuk kascing dan air cucian beras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil dan kualitas hasil yang terbaik selada merah pada pemberian pupuk organic kascing dan air cucian beras. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap terdiri dari dua factor yaitu pupuk kascing terdiri dari 4 taraf yaitu K0 = Kontrol (tanpa kascing), K1 = Pupuk kascing 20 t ha-1, K2 = Pupuk kascing 30 t ha-1, K3 = Pupuk kascing 40 t ha-1. Air cucian beras terdiri dari 3 taraf yaitu B0 = Kontrol (tanpa air cucian beras), B1 = Air cucian beras tanpa fermentasi (100 ml polybag-1), B2 = Air cucian beras di fermentasi 1 malam (100 ml polybag-1. Variabel yang diamati adalah berat basah tanaman, berat kering tanaman, rasio tajuk akar, kandungan klorofil daun yang diamati pada saat panen. Analisis data yang digunakan adalah analisis ragam (Uji F) pada taraf 5% dan 1%, selanjutnya diuji lanjut dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pupuk kascing dengan air cucian beras pada semua variable. Pupuk kascing dosis 40 t ha-1 memberikan hasil terbaik pada berat basah tanaman, berat kering tanaman dan rasio tajuk akar. Kandungan antioksidan pada berbagai dosis pupuk kascing termasuk “kuat dengan nilai IC berada kisaran 50-100. Kandungan klorofil daun selada perlakuan pupuk kascing dosis 30 t ha-1dan air cucian beras tidak difermentasi sebesar 34,31 mg/100 g.

Tidak terdapat interaksi antara perlakuan pupuk kascing dengan air cucian beras pada semua variabel pengamatan hasil tanaman selada merah.Pupuk kascing dosis 40 t ha-1 memberikan hasil berat basah, berat kering dan Indeks Panen paling tinggi meskipun tidak berbeda nyata dengan dosis 30 t ha-1.Air cucian beras tidak berpengaruh nyata pada semua variable pengamatan hasil tanaman selada.Pemberian pupuk kascing menghasilkan kandungan antioksidan dengan skore C = 50-100 menunjukkan “kuat.Pemberian pupuk kascing dan air cucian beras mampu meningkatkan kandungan klorofil dengan dosis tertinggi pada perlakuan K3B1 (Pupuk kascing 40 kg ha-1 air cucian beras tidak difermentasi).

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji pengaruh kombinasi berbagai jenis pupuk organik, seperti kompos, pupuk hijau, dan biochar, terhadap pertumbuhan dan kualitas selada merah pada tanah gambut. Hal ini bertujuan untuk menemukan formulasi pupuk organik yang paling efektif dan efisien dalam meningkatkan produktivitas lahan. Selain itu, penelitian perlu difokuskan pada pemahaman mekanisme interaksi antara pupuk organik dan mikroorganisme tanah gambut, khususnya dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara dan memperbaiki struktur tanah. Studi ini dapat dilakukan dengan analisis metagenomik dan metabolomik untuk mengidentifikasi jenis mikroorganisme yang berperan penting dalam siklus hara dan dampaknya terhadap pertumbuhan tanaman. Terakhir, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan pupuk organik terhadap kualitas tanah gambut, termasuk perubahan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta potensi emisi gas rumah kaca. Penelitian ini penting untuk memastikan keberlanjutan praktik pertanian organik di lahan gambut dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Read online
File size195.72 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test