UNPARUNPAR

AgriPeatAgriPeat

Peluang pengembangan tanaman edamame pada tanah gambut di Kota Palangka Raya cukup besar mengingat keberadaan tanah gambut cukup luas yaitu 132.315,2 hektar. Pengelolaan tanah gambut dengan input yang tepat yaitu pemberian amelioran dari vermikompos dan pupuk organik cair, eco‑enzyme, diharapkan mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah gambut. Penelitian ini merupakan lanjutan penelitian tentang pupuk organik vermikompos dan eco‑enzyme terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Bertujuan menelaah interaksi pemberian vermikompos dan eco‑enzyme terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Manfaat penelitian sebagai kajian potensi pengembangan tanaman edamame di lahan gambut dan sumbangan ilmu pengetahuan terkait pertumbuhan dan hasil. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial (2 faktor) dan diulang sebanyak 4 kali. Parameter pengamatan pertumbuhan tanaman: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), lebar daun (cm) pada umur 27 HST dan 46 HST. Parameter produksi: panjang polong (cm) dan bobot polong segar (g) pada saat panen (umur 76 HST). Hasil analisis ragam uji F taraf 5%, pemberian vermikompos dan eco‑enzyme dengan dosis yang berbeda, tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah dan lebar polong, panjang polong dan bobot segar polong edamame. Namun aplikasi vermikompos 40 t.ha‑1 dan eco‑enzyme 40 mL per polybag menghasilkan pertumbuhan tanaman dan edamame yang cenderung meningkat. Pemberian vermikompos dan eco‑enzyme efektif meningkatkan semua indikator utama kesuburan tanah, seperti pH, kadar air, C‑Organik, p‑Bray1, extra potassium, dan CEC.

Pemberian vermikompos dan eco‑enzyme dengan dosis berbeda tidak berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah dan lebar daun, serta bobot segar polong edamame.Namun, perlakuan vermikompos 40 t ha‑1 dan eco‑enzyme 40 mL polibag‑1 cenderung meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil edamame.Selain itu, aplikasi vermikompos dan eco‑enzyme efektif meningkatkan indikator kesuburan tanah, termasuk pH, kadar air, kandungan C‑organik, ketersediaan P, dan K‑tukar, sehingga mendukung produktivitas tanaman pada tanah gambut.

Berdasarkan temuan bahwa dosis 40 t ha‑1 vermikompos dan 40 mL polibag‑1 eco‑enzyme cenderung meningkatkan pertumbuhan dan hasil edamame, penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak variasi fluktuasi dosis tersebut secara bertahap untuk menentukan titik optimal dosis; Selanjutnya, untuk mensimulasikan kondisi produksi skala besar, penelitian dapat memeriksa efek kombinasi vermikompos dan eco‑enzyme dengan praktik agronomi lain seperti sistem hidroponik ringan atau penggunaan bio‑faktor mikroba spesifik guna meningkatkan efisiensi pertukaran nutrisi; Akhirnya, untuk memastikan keberlanjutan, studi kumulatif jangka panjang dapat dilakukan untuk menilai perubahan struktur tanah, mikroorganisme, dan produktivitas edamame di lahan gambut yang telah diolah secara berkelanjutan.

  1. Budidaya Edamame (Glycine max (L.) Merr) Secara Organik di PT Dwipa Jawa Organik Boja Farm Bogor | Karimah... doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i11.15889Budidaya Edamame Glycine max L Merr Secara Organik di PT Dwipa Jawa Organik Boja Farm Bogor Karimah doi 10 30997 karimahtauhid v3i11 15889
  2. Kajian Literatur : Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman di Lahan Kering... journal.asritani.or.id/index.php/Hidroponik/article/view/146Kajian Literatur Pengaruh Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman di Lahan Kering journal asritani index php Hidroponik article view 146
Read online
File size194.57 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test