UNPARUNPAR

AgriPeatAgriPeat

Perkebunan kelapa sawit rakyat di lahan gambut menghadapi kendala utama berupa rendahnya efisiensi pemupukan akibat sifat kimia tanah yang dinamis serta tingginya kehilangan hara, sementara pemanfaatan analisis tanah sebagai dasar pengelolaan hara masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hara makro tanah gambut sebagai dasar penyusunan rekomendasi pemupukan yang lebih tepat pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Kelurahan Mendawai Seberang, Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian menggunakan metode survei-deskriptif dengan pengambilan sampel secara grid pada 10 zona dengan tiga lapisan kedalaman (0–15 cm, 15–30 cm, dan 30–60 cm) yang dikompositkan per zona. Parameter yang dianalisis meliputi pH, N-total, P-tersedia, K-tersedia, Ca-tersedia, Mg-tersedia, dan kapasitas tukar kation (KTK). Hasil menunjukkan bahwa pH tanah tergolong sangat masam (3,37–4,22) pada seluruh zona dan lapisan. Kandungan N-total berada pada kategori rendah hingga sangat rendah (0,03–0,15%), P-tersedia sangat rendah (0,29–3,48 ppm), dan K-tersedia sangat rendah (0,38–0,71 cmol( )/kg). Kation basa Ca dan Mg juga tergolong sangat rendah, masing-masing 0,03–0,67 cmol( )/kg dan 0,10–0,30 cmol( )/kg. Sebaliknya, nilai KTK tergolong sedang hingga tinggi (19,91–36,58 cmol( )/kg). Distribusi hara menunjukkan variasi antar zona dan lapisan tanpa pola yang konsisten. Kondisi tersebut menunjukkan keterbatasan ketersediaan hara makro pada tanah gambut, sehingga diperlukan pengelolaan hara melalui pengapuran, pemupukan berimbang, dan pengaturan tata air berbasis hasil analisis tanah.

Berdasarkan hasil analisis tanah, lahan gambut pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Kelurahan Mendawai Seberang menunjukkan kondisi kimia tanah yang didominasi oleh pH sangat masam (<4,5) pada seluruh zona dan lapisan.Kandungan hara makro tanah berupa N-total tergolong sangat rendah hingga rendah, sementara P-tersedia, K-tersedia, Ca-tersedia, dan Mg-tersedia berada pada kategori sangat rendah.Nilai kapasitas tukar kation (KTK) tergolong sedang hingga tinggi, namun tidak diikuti oleh tingginya ketersediaan kation basa, yang mengindikasikan dominasi ion H dan Al3 pada kompleks pertukaran.Distribusi hara pada setiap zona dan lapisan menunjukkan variasi, namun secara umum tidak memperlihatkan pola peningkatan yang konsisten seiring kedalaman tanah.Berdasarkan parameter yang dianalisis, kondisi tanah menunjukkan keterbatasan dalam ketersediaan hara makro bagi tanaman kelapa sawit.Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan hara yang tepat, seperti pengapuran, pemupukan berimbang, dan pengelolaan tata air untuk meningkatkan ketersediaan hara dan mendukung produktivitas tanam.Analisis tanah menjadi dasar penting dalam penyusunan rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan kondisi spesifik pada lahan gambut.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan strategi pengelolaan hara yang lebih efektif untuk perkebunan kelapa sawit di lahan gambut. Penelitian ini dapat mengeksplorasi metode pemupukan yang inovatif, seperti penggunaan pupuk organik atau pupuk yang disesuaikan dengan kondisi tanah gambut. Selain itu, studi lanjutan dapat menyelidiki dampak dari pengelolaan tata air yang optimal terhadap ketersediaan hara dan produktivitas tanaman. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit di lahan gambut dan mengurangi risiko degradasi lingkungan.

  1. Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Terhadap Peningkatan Produksi Kelapa Sawit pada Tanah Pasir di Perkebunan... jurnal.unpad.ac.id/agrikultura/article/view/12294Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Terhadap Peningkatan Produksi Kelapa Sawit pada Tanah Pasir di Perkebunan jurnal unpad ac agrikultura article view 12294
  2. IPB University. ipb university pengumuman web maintenance harap lagi team doi.org/10.24156/jikk.2020.13.3.289IPB University ipb university pengumuman web maintenance harap lagi team doi 10 24156 jikk 2020 13 3 289
  3. View of N, P and K storage efficiency on degraded peat soil through ameliorant application. ver view... doi.org/10.15243/jdmlm.2014.014.187View of N P and K storage efficiency on degraded peat soil through ameliorant application ver view doi 10 15243 jdmlm 2014 014 187
Read online
File size321.64 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test