UMIUMI
TamaddunTamaddunThis study aims to determine the language used and the state of diglossia in the community of Watunohu district, North Kolaka regency, Southeast Sulawesi. The research employs a descriptive qualitative method, utilizing observational and interview techniques. Data was collected across seven domains: family, association, commerce, religion, government, education, and occupation. The findings indicate that the people of Watunohu district are bilingual, with Bugis being dominant in the family, association, and commerce domains, while Indonesian is more prevalent in government, education, and occupation.
The research demonstrates the existence of diglossia in Watunohu district, North Kolaka regency, Southeast Sulawesi, influenced by factors such as speaker profession, age, and education.Indonesian is predominantly used in formal settings like government and education, while Bugis language maintains a strong presence in informal domains such as family and local commerce.This diglossic situation reflects the communitys ability to navigate between languages based on context and social dynamics.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana faktor sosio-ekonomi, seperti tingkat pendapatan dan akses terhadap pendidikan, memengaruhi pilihan bahasa dan tingkat kefasihan masyarakat Watunohu. Hal ini dapat dilakukan melalui studi kuantitatif yang melibatkan survei skala besar untuk mengidentifikasi korelasi antara variabel sosio-ekonomi dan penggunaan bahasa. Selain itu, penelitian kualitatif mendalam, seperti etnografi linguistik, dapat digunakan untuk memahami bagaimana identitas etnis dan sosial dibentuk melalui penggunaan bahasa yang berbeda dalam berbagai domain kehidupan. Selanjutnya, penting untuk meneliti bagaimana kebijakan bahasa di tingkat lokal dan nasional memengaruhi praktik diglossia di Watunohu, termasuk dampaknya terhadap pelestarian bahasa Bugis dan pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Studi ini dapat melibatkan analisis dokumen kebijakan dan wawancara dengan pembuat kebijakan dan tokoh masyarakat. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran bahasa yang responsif terhadap konteks diglossia di Watunohu, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bilingualisme dan multiliterasi masyarakat, serta memperkuat identitas budaya lokal.
| File size | 309.75 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
WALIDEMINSTITUTEWALIDEMINSTITUTE Ki Hajar Dewantara tetap menjadi dasar filosofis berharga bagi pendidikan nasional, menawarkan alternatif sistem pendidikan berbasis kemanusiaan, budaya,Ki Hajar Dewantara tetap menjadi dasar filosofis berharga bagi pendidikan nasional, menawarkan alternatif sistem pendidikan berbasis kemanusiaan, budaya,
UNESAUNESA Oleh karena itu, diperlukan adanya sebuah pembelajaran yang dapat berperan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kearifan lokal guna memperkuat karakterOleh karena itu, diperlukan adanya sebuah pembelajaran yang dapat berperan untuk menanamkan kembali nilai-nilai kearifan lokal guna memperkuat karakter
UMBUMB Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam kurikulum merupakan pendekatan yang relevan dan berkelanjutan dalam membentuk karakterPenelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam kurikulum merupakan pendekatan yang relevan dan berkelanjutan dalam membentuk karakter
NUSAMANDIRINUSAMANDIRI Metode yang digunakan meliputi tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya berupa profil program dwibahasa dan brosur dwibahasaMetode yang digunakan meliputi tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya berupa profil program dwibahasa dan brosur dwibahasa
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik sebagai berikut: observasi, dokumentasi, dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. AdaPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik sebagai berikut: observasi, dokumentasi, dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Ada
UNDIKSHAUNDIKSHA 4) strategi penguatan moderasi beragama berbasis tradisi male dapat diterapkan di sekolah dan juga masyarakat umum. 5) terdapat nilai- nilai luhur yang4) strategi penguatan moderasi beragama berbasis tradisi male dapat diterapkan di sekolah dan juga masyarakat umum. 5) terdapat nilai- nilai luhur yang
UINSUNAUINSUNA Budaya merupakan ciri khas cara hidup dari suatu bangsa atau daerah yang menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa. Setiap bangsa tentunya memiliki ciriBudaya merupakan ciri khas cara hidup dari suatu bangsa atau daerah yang menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa. Setiap bangsa tentunya memiliki ciri
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Untuk perancangan sistem di penelitian ini, peneliti akan menggunakan metode prototype untuk pengembangan sistem meliputi tahapan analisis kebutuhan, implementasi,Untuk perancangan sistem di penelitian ini, peneliti akan menggunakan metode prototype untuk pengembangan sistem meliputi tahapan analisis kebutuhan, implementasi,
Useful /
UNDIKSHAUNDIKSHA Salah satu pemicu yang menjadikan ketidaksadaran untuk berpajak tersebut membudaya justru disebabkan oleh adanya sikap sebagian aparat pajak di lapanganSalah satu pemicu yang menjadikan ketidaksadaran untuk berpajak tersebut membudaya justru disebabkan oleh adanya sikap sebagian aparat pajak di lapangan
UNDIKSHAUNDIKSHA Tantangan implementasi kurikulum merdeka oleh tenaga pendidik senior terletak pada adaptasi dan pelatihan penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran.Tantangan implementasi kurikulum merdeka oleh tenaga pendidik senior terletak pada adaptasi dan pelatihan penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran.
UNDIKSHAUNDIKSHA Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang relevan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar adalah role playing. Strategi iniHasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang relevan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar adalah role playing. Strategi ini
STMIK BANJARBARUSTMIK BANJARBARU Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro menghadapi tantangan dalam mengelola perangkat teknologi informasi melalui Unit Pengelolaan dan PelayananFakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro menghadapi tantangan dalam mengelola perangkat teknologi informasi melalui Unit Pengelolaan dan Pelayanan