METROMETRO

Akademika : Jurnal Pemikiran IslamAkademika : Jurnal Pemikiran Islam

Pemahaman teks keagamaan di komunitas Muslim kontemporer sering didominasi oleh pendekatan literal yang kaku dan mengabaikan dimensi batin serta konteks sosialnya. Dalam menghadapi tantangan modernitas, pluralisme, dan kompleksitas kehidupan perkotaan, diperlukan interpretasi alternatif yang lebih inklusif dan fleksibel. Ibn Arabi, seorang Sufi dan filsuf Islam, menawarkan hermeneutika mendalam melalui kekuatan imajinasi, simbolisme, epistemologi irfani, dan sistem mistik pengetahuannya. Studi ini mengeksplorasi konsep hermeneutik Ibn Arabi sebagai alternative exegesis bagi komunitas Muslim urban, menggunakan tinjauan literatur dan pendekatan hermeneutik untuk menganalisis karya-karya utama beliau seperti *Al-Futuhat al-Makiyyah* dan *Fusus al-Hikam*, serta interpretasi modern atas warisan intelektualnya. Temuan menunjukkan bahwa hermeneutika Ibn Arabi menyediakan landasan kuat untuk memahami teks keagamaan secara holistik, mengintegrasikan dimensi batin dan lahir melalui metode tawil, kashf, dan mushahadah. Pendekatan ini relevan bagi komunitas urban karena mampu menjembatani tradisi dan modernitas, memfasilitasi pemahaman rohaniah yang inklusif dan kontekstual. Warisan intelektualnya tidak hanya mengatasi tantangan pengertian agama modern tetapi juga membuka ruang dialog antara tradisi Islam dan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Hermeneutika Ibn Arabi menawarkan kerangka interpretasi yang mendalam dan kontekstual bagi komunitas Muslim urban, mengintegrasikan dimensi batin dan lahir melalui tawil, kashf, dan mushahadah.Pendekatan ini menembus keterbatasan interpretasi literalistik, memfasilitasi dialog tradisi dan modernitas, serta menyokong inklusivitas dan penerapan nilai keagamaan dalam dinamika perkotaan.Dengan demikian, hermeneutika Ibn Arabi menjadi alternatif yang relevan guna menanggapi tantangan pluralisme dan kompleksitas kehidupan perkotaan modern.

Untuk memperluas pemahaman tentang penerapan hermeneutika Ibn Arabi, penelitian selanjutnya dapat meneliti persepsi komunitas Muslim urban terhadap metode tawil melalui survei kualitatif yang melibatkan praktisi keagamaan dan warga, sehingga dapat mengevaluasi dampak langsung terhadap praktik keagamaan sehari‑hari. Selanjutnya, studi interdisipliner dapat memadukan pendekatan hermeneutika dengan analisis data sekunder media digital, guna menilai bagaimana simbolisme Ibn Arabi beresonansi dalam platform sosial media dan mempengaruhi pembentukan identitas digital Muslim perkotaan. Akhirnya, penelitian longitudinal yang menelusuri pergerakan spiritual individu sebelum dan sesudah pelatihan kashf dapat mengukur perubahan dalam pemahaman rohaniah dan kesetiaan kebiasaan spiritual, memberikan bukti empiris tentang efektivitas kompetensi spiritual yang diajarkan oleh Ibn Arabi.

  1. Kontestasi Tasawuf Sunnî dan Tasawuf Falsafî di Nusantara | Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran... doi.org/10.15642/teosofi.2014.4.2.309-327Kontestasi Tasawuf Sunny dan Tasawuf Falsafy di Nusantara Teosofi Jurnal Tasawuf dan Pemikiran doi 10 15642 teosofi 2014 4 2 309 327
  2. Ibn ‘Arabi and the Transcendental Unity of Religions | Bahri | Al-Jami'ah: Journal of Islamic... aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/149Ibn AoArabi and the Transcendental Unity of Religions Bahri Al Jamiah Journal of Islamic aljamiah index php AJIS article view 149
  3. Tasawuf, Irfani, dan Dialektika Pengetahuan Islam | Tasamuh: Jurnal Studi Islam. tasawuf irfani dialektika... doi.org/10.47945/tasamuh.v13i2.420Tasawuf Irfani dan Dialektika Pengetahuan Islam Tasamuh Jurnal Studi Islam tasawuf irfani dialektika doi 10 47945 tasamuh v13i2 420
  4. PENGARUH PEMIKIRAN IBNU MADHA’ TENTANG USHUL AL-NAHWI AL-‘ARABI DALAM MEMAHAMI TEKS KEAGAMAAN... doi.org/10.18860/ling.v4i1.588PENGARUH PEMIKIRAN IBNU MADHAAo TENTANG USHUL AL NAHWI AL AoARABI DALAM MEMAHAMI TEKS KEAGAMAAN doi 10 18860 ling v4i1 588
Read online
File size256.2 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test