METROMETRO

Akademika : Jurnal Pemikiran IslamAkademika : Jurnal Pemikiran Islam

Islam mengakui dorongan untuk melakukan aktivitas komersial dan tidak melarang kegiatan tersebut; bahkan, aktivitas bisnis dapat menjadi bagian dari ibadah jika dilakukan sesuai dengan kode etika Islam. Prinsip ini menjadi sangat relevan dalam menganalisis praktik bisnis pedagang Muslim di tengah masyarakat Muslim perkotaan kontemporer di Kota Seribu Gereja. Tujuan artikel ini adalah memetakan secara cermat praktik bisnis pedagang Muslim perkotaan di kota tersebut dengan menggunakan teori etika bisnis Islam menurut Rafik Issa Beekun, serta indikator teori seperti kesatuan, keseimbangan, kebebasan memilih, tanggung jawab, dan kebaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Sebanyak enam informan, terdiri atas empat perempuan dan dua laki-laki yang merupakan pedagang Muslim di Manado perkotaan, dipilih untuk memberikan informasi mendalam berdasarkan pengalaman bisnis mereka di tengah masyarakat yang mayoritas non-Muslim. Data yang dikumpulkan dari wawancara dianalisis menggunakan kerangka etika bisnis Islam untuk mengeksplorasi praktik etis yang diterapkan oleh para pedagang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hampir semua informan yang beroperasi sebagai pedagang di wilayah Manado perkotaan memenuhi kelima indikator teori etika bisnis Islam. Meskipun praktik dua pedagang tidak sesuai dengan indikator Kebebasan Memilih, hal ini tidak berdampak signifikan karena masih dapat diperbaiki melalui sosialisasi. Dapat disimpulkan bahwa, meskipun pedagang Muslim hidup di wilayah minoritas, praktik perdagangan yang sesuai dengan etika bisnis Islam tetap banyak diterapkan oleh para pedagang di pusat kota Manado, yang dikenal sebagai Kota Seribu Gereja.

Penelitian ini menunjukkan bahwa hampir semua pedagang Muslim di Manado perkotaan mematuhi prinsip-prinsip etika bisnis Islam seperti kesatuan, keseimbangan, kebebasan memilih, tanggung jawab, dan kebaikan, dengan pengecualian kecil yang dapat diatasi melalui sosialisasi.Meskipun beroperasi di wilayah minoritas Muslim, praktik bisnis mereka tetap selaras dengan nilai-nilai etika Islam.Temuan ini memberikan kontribusi terhadap wacana akademik mengenai pedagang Muslim di konteks minoritas dan dapat menjadi referensi dalam penerapan etika bisnis Islam di masyarakat mayoritas non-Muslim.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh keragaman budaya dan agama di Manado terhadap pengambilan keputusan etis dalam bisnis, untuk memahami bagaimana konteks sosial multikultural memperkuat atau menantang penerapan nilai-nilai Islam dalam aktivitas ekonomi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai model sosialisasi atau pelatihan etika bisnis Islam bagi pelaku usaha mikro, khususnya melalui komunitas keagamaan atau pasar tradisional, guna meningkatkan konsistensi dalam penerapan prinsip seperti kebebasan memilih dan tanggung jawab. Ketiga, diperlukan studi komparatif antara pedagang Muslim di kawasan minoritas seperti Manado dengan yang berada di wilayah mayoritas Muslim untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap komitmen terhadap etika bisnis Islam, termasuk peran media, pengawasan masyarakat, dan dukungan kelembagaan keagamaan. Penelitian-penelitian ini akan membantu merancang program pembinaan yang lebih tepat sasaran bagi pengusaha Muslim di berbagai konteks sosial. Selain itu, penelitian bisa menguji bagaimana generasi muda Muslim memaknai etika bisnis dalam konteks digital, seperti di platform jual beli online, yang mungkin memiliki tantangan transparansi dan kepercayaan yang berbeda. Dengan memahami dinamika ini, kita bisa mengembangkan pedoman etika yang relevan dan praktis bagi perkembangan ekonomi Islam yang berkelanjutan di tengah kota-kota multikultural.

  1. "Understanding Reliability and Validity in Qualitative Research" by Nahid Golafshani. reliability... doi.org/10.46743/2160-3715/2003.1870Understanding Reliability and Validity in Qualitative Research by Nahid Golafshani reliability doi 10 46743 2160 3715 2003 1870
  2. ETIKA BISNIS PERJALANAN WISATA MENURUT PANDANGAN AL-QUR’AN | Nizham Journal of Islamic Studies.... doi.org/10.32332/nizham.v11i01.6467ETIKA BISNIS PERJALANAN WISATA MENURUT PANDANGAN AL QURAoAN Nizham Journal of Islamic Studies doi 10 32332 nizham v11i01 6467
  3. What is the Model of Sharia Marketing in Islamic Microfinance Institutions? | Shulthoni | Journal of... journal.walisongo.ac.id/index.php/JDMHI/article/view/15351What is the Model of Sharia Marketing in Islamic Microfinance Institutions Shulthoni Journal of journal walisongo ac index php JDMHI article view 15351
Read online
File size245.35 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test