UmriUmri

Photon: Jurnal Sain dan KesehatanPhoton: Jurnal Sain dan Kesehatan

Radikal bebas dapat melemahkan fungsi membran sel dan retikulum endoplasma serta menghancurkan sel pada tingkat DNA molekuler. Tubuh manusia membutuhkan antioksidan untuk menstabilkan jumlah radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan yang alami terdapat pada tumbuhan diantaranya vitamin, fenol, flavonoid dan karetonoid. Kayu secang termasuk tanaman herbal yang bersifat antioksidan. Senyawa antioksidan yang terkandung pada kayu secang berupa senyawa fenolik, resorsinin, brasilein, asam galat, flavonoid, saponin, terpanoid dan tanin. Metode yang digunakan adalah studi pustaka yang dikaji secara saru persatu, setelah itu jurnal yang diperoleh dikumpulkan dan informasinya disusun dengan cara merangkum isi jurnal yang dijadikan sumber. Dari hasil olahan data, kayu secang memiliki aktivitas antioksidan yang dapat dilihat dari uji In Vitro dengan nilai IC50 dan uji In Vivo pada tikus. Kayu secang digunakan sebagai bahan sediaan kosmetik dapat berupa essence dan hair tonic. Selain itu, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan minuman dan makanan karena kayu secang memiliki antioksidan yang tinggi.

Kayu secang mengandung beragam senyawa fitokimia seperti flavonoid, fenolik, brazilin, tannin, dan saponin, yang menjadikannya antioksidan kuat melalui mekanisme pengorbanan atom hidrogen terhadap radikal bebas.Aktivitas antioksidan kayu secang terbukti baik dalam uji in vitro dengan nilai IC50 rendah serta dalam uji in vivo, di mana dapat menurunkan gula darah, mengontrol penambahan berat badan, meningkatkan sel Kupffer, dan tidak menimbulkan efek toksik pada jantung dan paru-paru.Kayu secang dapat dimanfaatkan sebagai bahan sediaan kosmetik (essence dan hair tonic) serta sebagai komponen makanan dan minuman untuk meningkatkan kandungan antioksidan.

Penelitian dapat difokuskan pada pemodelan metabolik sitokin yang dihasilkan oleh ekstrak kayu secang untuk mengkaji dampaknya terhadap sistem imun, dengan menggunakan metode metabolomik untargeted pada model hewan, serta mengembangkan formulasi skincare yang menggabungkan ekstrak kayu secang dengan bahan aktif lainnya, seperti niacinamide, melalui teknik encapsulasi lipid untuk meningkatkan stabilitas dan penetrasi dermal; selanjutnya, dilakukannya uji klinis fase I pada populasi dewasa guna menilai keamanan dan efektivitas produk tonik rambut berbasis ekstrak kayu secang terhadap pertumbuhan rambut dan penurunan ketombe, serta melakukan studi eksperimental pada subjek penderita diabetes tipe 2 untuk mengevaluasi potensi jeroan keberhasilan pengurangan kadar gula darah dengan kombinasi secang dan stevia, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme sinergis dan batasan penggunaan komponen tersebut secara bersamaan dalam produk nutraceutical.

  1. Peran Antioksidan Karotenoid Penangkal Radikal Bebas Penyebab Berbagai Penyakit | Labola | Majalah Farmasetika.... jurnal.unpad.ac.id/farmasetika/article/view/13668Peran Antioksidan Karotenoid Penangkal Radikal Bebas Penyebab Berbagai Penyakit Labola Majalah Farmasetika jurnal unpad ac farmasetika article view 13668
  2. Antioxidant activity and potential of Caesalpinia sappan aqueous extract on synthesis of silver nanoparticles.... jstage.jst.go.jp/article/ddt/12/5/12_2018.01059/_articleAntioxidant activity and potential of Caesalpinia sappan aqueous extract on synthesis of silver nanoparticles jstage jst go jp article ddt 12 5 12 2018 01059 article
  3. Kajian Aktivitas Antioksidan Dari Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) | Photon: Jurnal Sain dan Kesehatan.... ejurnal.umri.ac.id/index.php/photon/article/view/4552Kajian Aktivitas Antioksidan Dari Kayu Secang Caesalpinia Sappan L Photon Jurnal Sain dan Kesehatan ejurnal umri ac index php photon article view 4552
Read online
File size872.8 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test