UKSWUKSW

Kelola: Jurnal Manajemen PendidikanKelola: Jurnal Manajemen Pendidikan

Pembelajaran hibrida telah muncul sebagai pendekatan inovatif dalam pendidikan tinggi, mengintegrasikan instruksi daring dan tatap muka untuk meningkatkan fleksibilitas akademik. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan dan kesiapan infrastruktur pendidikan, termasuk sumber daya digital dan fasilitas pendukung pembelajaran. Studi ini meneliti hubungan antara infrastruktur pembelajaran hibrida dan efektivitas pembelajaran dalam pendidikan tinggi, menggunakan metode survei kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 100 mahasiswa dipilih sebagai responden melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian mengungkapkan hubungan positif yang signifikan antara infrastruktur pembelajaran hibrida dan efektivitas pembelajaran, dengan laboratorium pembelajaran hibrida diidentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh. Namun, interaksi pembelajaran sinkron menghadapi tantangan teknis yang menghambat efektivitasnya. Hasil ini menyoroti peran penting infrastruktur digital yang kuat dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, investasi strategis dalam fasilitas digital dan optimalisasi desain instruksional sangat penting untuk transformasi pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara infrastruktur pembelajaran hibrida dan efektivitas pembelajaran di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.Laboratorium pembelajaran hibrida menjadi faktor paling berpengaruh dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran.Meskipun demikian, interaksi pembelajaran sinkron masih menghadapi tantangan teknis yang perlu diatasi.Oleh karena itu, investasi strategis dalam infrastruktur digital dan optimalisasi desain instruksional menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang implementasi pembelajaran hibrida. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap tantangan teknis dalam interaksi pembelajaran sinkron, dengan fokus pada solusi praktis untuk meningkatkan stabilitas dan kualitas koneksi internet. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman mahasiswa terhadap fleksibilitas pembelajaran hibrida, serta bagaimana fleksibilitas ini memengaruhi motivasi belajar dan keseimbangan kehidupan pribadi. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari pembelajaran hibrida terhadap prestasi akademik dan keterampilan abad ke-21 mahasiswa, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti gaya belajar, latar belakang sosial ekonomi, dan akses terhadap teknologi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana pembelajaran hibrida dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan di era digital.

  1. View of The ınfluences of hybrid learning with video conference and "chemondro-game" on students'... doi.org/10.36681/tused.2021.62View of The nfluences of hybrid learning with video conference and chemondro game on students doi 10 36681 tused 2021 62
Read online
File size394.74 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test