169169

LAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media RekamLAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam

Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak ini menghadirkan tokoh perempuan berdaya juang tinggi bernama Marlina. Ia tidak tinggal diam melihat ternaknya diambil kawanan rampok yang juga hendak merenggut kehormatannya. Marlina melakukan pembelaan diri dengan cara membunuh kawanan rampok tersebut. Kesan feminis sangat terasa pada tokoh Marlina. Dia tidak tunduk pada kemauan laki-laki dan dengan beraninya melakukan perlawanan. Tokoh Marlina juga melakukan perjalanan panjang seorang diri demi mencari keadilan, meskipun pada akhirnya perjuangannya tidak menghasilkan apa-apa. Melalui berbagai referensi yang di dapat, penulis menganalisis segala tindakan feminisme yang dilakukan oleh tokoh Marlina dalam film, juga menganalisis berbagai tindakan yang mengandung unsur patriarki yang dilakukan kaum laki-laki terhadap perempuan. Melalui penelitian ini, akan disampaikan hal-hal apa saja yang dilakukan oleh tokoh utama Marlina dalam memperjuangkan hak atas dirinya dengan segala keberanian yang di miliki. Ada pesan yang ingin disampaikan oleh kreator Film melalui tokoh Marlina ini, yaitu agar kaum perempuan tidak tinggal diam dan terbelenggu oleh budaya patriarki.

Marlina digambarkan sebagai perempuan tangguh yang tidak tunduk pada laki-laki meskipun mengalami kekerasan seksual dan perampasan ternak.Ia membela diri dengan membunuh para pelaku melalui strategi yang direncanakan, termasuk meracuni makanan dan memenggal kepala dalang perampok.Film ini menyampaikan pesan kuat tentang perlawanan terhadap budaya patriarki, menunjukkan bahwa perempuan dapat berdiri di atas kakinya sendiri dan berani menyuarakan pendapatnya.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana representasi kekerasan terhadap perempuan dalam film-film Indonesia pasca tahun 2010 dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya lokal. Selain itu, perlu diteliti bagaimana penonton perempuan dari berbagai latar belakang usia dan pendidikan memaknai tokoh seperti Marlina sebagai simbol perlawanan gender dalam media visual. Penelitian juga bisa dieksplorasi lebih dalam mengenai efektivitas film sebagai alat kampanye kesetaraan gender di daerah terpencil seperti Sumba, dengan melihat dampaknya terhadap perubahan sikap masyarakat terhadap perempuan yang menuntut keadilan.

Read online
File size641.51 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test