UnmulUnmul

Adjektiva: Educational Languages and Literature StudiesAdjektiva: Educational Languages and Literature Studies

Perubahan konteks tuturan atau wacana sering menyebabkan kesalahan dalam penggunaan deiksis, sehingga memengaruhi pemahaman makna tuturan atau wacana tersebut. Dalam surat kabar, khususnya rubrik opini, penggunaan deiksis yang tepat dapat mempermudah pemahaman pembaca. Opini merupakan produk jurnalistik berupa tulisan yang berisi pandangan atau pendapat seseorang dari berbagai profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk deiksis dalam rubrik opini Kaltim Post edisi Agustus 2019 dan fungsi deiksis tersebut sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah atas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data berasal dari rubrik opini harian Kaltim Post edisi Agustus 2019. Data diperoleh melalui teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ditemukan lima jenis deiksis, yaitu deiksis persona (saya, kita, anda, dia, mereka), deiksis sosial (dosen, jamaah haji, Bappenas), deiksis tempat (ini, itu), deiksis waktu (minggu lalu, tahun ini, 2045 nanti), dan deiksis wacana (anafora dan katafora); (2) rubrik opini memenuhi kriteria sebagai bahan ajar untuk pembelajaran teks editorial di sekolah menengah atas.

Penelitian ini menemukan lima bentuk deiksis dalam rubrik opini Kaltim Post edisi Agustus 2019, yaitu deiksis persona, sosial, tempat, waktu, dan wacana.Masing-masing jenis deiksis memiliki bentuk dan fungsi yang bervariasi sesuai konteks penggunaannya dalam teks opini.Rubrik opini tersebut memenuhi kriteria sebagai bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia di SMA karena relevan dengan kompetensi dasar kelas XII dan mudah diakses.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menganalisis bagaimana penggunaan deiksis dalam opini oleh penulis dari latar belakang profesi berbeda memengaruhi gaya komunikasi dan keterlibatan pembaca, karena dalam penelitian ini disebutkan bahwa penulis opini berasal dari berbagai profesi seperti dosen dan pejabat, namun belum dieksplorasi secara mendalam. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas penggunaan deiksis dalam koran lokal sebagai bahan ajar di kelas, terutama dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa saat membaca teks opini, mengingat potensi koran sebagai sumber autentik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ketiga, perlu dikembangkan studi perbandingan penggunaan deiksis antara media cetak dan media daring untuk melihat evolusi bentuk deiksis dalam wacana opini kontemporer seiring perubahan konteks komunikasi digital, karena pola penggunaan deiksis mungkin berbeda dalam platform yang berbeda akibat pergeseran konteks ruang dan waktu.

Read online
File size904.61 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test