UMBUMB

Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk feses kelinci terhadap pertumbuhan tanaman caisim (Brassica juncea L.). Penelitian ini dilaksanakan di Green House Biologi Kampus FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 (kontrol), P1 tanah dan feses kelinci 1:1 (v:v), P2 tanah dan feses kelinci 2:1 (v:v), P3 tanah dan feses kelinci 3:1 (v:v), dan P4 tanah dan feses kelinci 4:1 (v:v). Uji statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh signifikan terhadap parameter yang diamati. Hasil rata-rata terbaik untuk parameter berat segar, berat kering, dan panjang akar terdapat pada P2 dengan persentase terhadap kontrol secara berturut-turut 260,49 %; 272,09 %; dan 180,0 %. Disimpulkan bahwa pemberian pupuk feses kelinci pada perbandingan P2 paling baik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman caisim.

Pemberian pupuk feses kelinci berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman caisim, dengan hasil terbaik diperoleh pada perlakuan P2 (perbandingan tanah dan feses kelinci 2.Ketiga parameter pertumbuhan — berat segar, berat kering, dan panjang akar — menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan kontrol.Peningkatan tersebut mencapai 260,49%, 272,09%, dan 180,0% terhadap kontrol secara berturut-turut.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas feses kelinci yang difermentasi dengan EM4 terhadap pertumbuhan caisim, mengingat kandungan hara yang lebih tinggi dari hasil studi Universitas Brawijaya. Kedua, perlu dikaji perbandingan antara pupuk feses kelinci dan pupuk organik lain seperti bekas magot untuk mengetahui efisiensi dan preferensi dalam budidaya sayuran secara organik. Ketiga, penting untuk meneliti dosis optimal feses kelinci dalam skala lapangan terbuka dengan mempertimbangkan faktor lingkungan seperti curah hujan dan suhu, mengingat penelitian ini dilakukan di green house yang terkontrol. Penelitian-penelitian baru ini dapat menjawab pertanyaan tentang efisiensi jangka panjang, kelayakan ekonomi, dan dampak terhadap kualitas tanah serta keberlanjutan pertanian organik. Dengan membandingkan berbagai sumber pupuk organik, penelitian dapat memberikan rekomendasi praktis bagi petani urban dan pertanian perkotaan. Pengujian di kondisi nyata juga penting untuk memastikan hasil laboratorium dapat direplikasi di luar lingkungan terkendali. Selain itu, analisis mikrobiologi tanah pasca-aplikasi feses kelinci dapat mengungkap dampak terhadap keanekaragaman mikroba. Studi tentang residu hara dan potensi akumulasi unsur berbahaya setelah aplikasi berulang juga perlu dipertimbangkan. Penelitian lebih lanjut dapat mengevaluasi kombinasi pupuk feses kelinci dengan pupuk hayati untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman secara alami. Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya memperdalam temuan saat ini tetapi juga mendukung pengembangan sistem pertanian organik yang lebih holistik dan berkelanjutan.

Read online
File size523.41 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test