SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL

International Journal of Social Science, Education, Communication and EconomicsInternational Journal of Social Science, Education, Communication and Economics

This study examines the concept of and its relevance in Indonesia. Moral education is an integral part of Islamic teachings, occupying a special and very important position, as evidenced by the many verses of the Quran and the hadith of the Prophet that discuss it. The concept of morality itself etymologically means character, temperament, behavior, or nature, which regulates human relations with God, others, and the universe. This study uses a qualitative method with a library research approach, collecting data from written materials such as books, journals, and articles, with the book Kuliah Akhlaq by Yunahar Ilyas as the primary data source. The results of the study show that Yunahar Ilyas places moral education as a fundamental foundation that does not grow by itself, but requires coaching, training, and hard work. This view is very relevant considering the degradation of morality in todays young generation, which requires educational institutions to conduct introspection and change in order to instill good moral and ethical values. Moral education, according to Yunahar Ilyas, is the foundation of true happiness in this world and the hereafter and is crucial to overcoming the moral crisis and forming a generation of integrity. This confirms the contribution of Yunahar Ilyas thoughts in the context of moral education in Indonesia, which seeks to produce principles and truths according to the teachings of the Quran and as-sunnah.

Yunahar Ilyas menekankan pentingnya pengembangan karakter dan moralitas Islam berdasarkan Al-Quran dan Sunnah sebagai fondasi utama pembangunan individu beradab dan berakhlak mulia.Beliau memandang pendidikan moral sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak luhur yang akan membawa manfaat besar.Pendidikan moral sangat penting untuk mengatasi krisis moral dan membentuk generasi yang berintegritas.

Berdasarkan analisis terhadap judul, abstrak, dan kesimpulan, serta mempertimbangkan latar belakang masalah dan saran penelitian lanjutan yang telah ada, terdapat beberapa ide penelitian baru yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas metode-metode pendidikan moral yang direkomendasikan oleh Yunahar Ilyas dalam konteks pendidikan modern, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan pandangan Yunahar Ilyas tentang pendidikan moral dengan tokoh-tokoh pemikir pendidikan Islam lainnya, baik klasik maupun kontemporer, untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan potensi sintesis pemikiran. Ketiga, penelitian lapangan yang mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana nilai-nilai moral yang diajarkan oleh Yunahar Ilyas diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa, guru, dan keluarga, serta faktor-faktor apa saja yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi tersebut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori dan praktik pendidikan moral di Indonesia, serta membantu mengatasi permasalahan degradasi moral yang dihadapi oleh generasi muda.

  1. Pendidikan Akhlak Dalam Islam | Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan). pendidikan akhlak islam... doi.org/10.47766/idarah.v2i2.70Pendidikan Akhlak Dalam Islam Idarah Jurnal Pendidikan dan Kependidikan pendidikan akhlak islam doi 10 47766 idarah v2i2 70
Read online
File size422.59 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test