UNESAUNESA

DisableDisable

Penelitian ini menemukan adanya konflik hukum berkelanjutan dan ketidakserasian regulasi antara ketentuan nasional mengenai kuota pekerjaan penyandang disabilitas dan pelaksanaannya di tingkat perusahaan. Bukti empiris menunjukkan bahwa banyak perusahaan gagal memenuhi kewajiban kuota karena kurangnya pelamar disabilitas yang memenuhi syarat, lingkungan kerja yang belum memadai, serta belum adanya pedoman teknis operasional. Selain itu, tidak adanya sanksi eksplisit dalam peraturan yang ada menciptakan ketidakpastian hukum dan melemahkan penegakannya. Dengan menggunakan metode hukum normatif, penelitian ini menganalisis kerangka kerja hukum terkait dan menyusun argumen berbasis prinsip serta teori hukum ketenagakerjaan mengenai hak pekerja disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka regulasi yang ada membutuhkan mekanisme pengawasan terintegrasi, indikator evaluasi terukur, dan sanksi administratif yang jelas, sekaligus memerlukan insentif yang mendorong kepatuhan. Inovasi penelitian ini terletak pada penawaran kerangka hukum dan kebijakan terpadu yang menjembatani kesenjangan antara norma normatif dan implementasi praktis, didukung oleh rekomendasi pedoman teknis rinci, audit aksesibilitas, dan skema insentif terstruktur.

Penelitian ini menegaskan perlunya pedoman teknis terperinci serta regulasi pelaksanaan kuota pekerjaan penyandang disabilitas yang memuat mekanisme pengawasan, evaluasi, dan sanksi administratif.Negara harus mengembangkan skema insentif bagi perusahaan yang patuh, seperti potongan pajak, pengakuan publik, dan pendanaan untuk penyesuaian ruang kerja.Implementasi kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat hak kerja penyandang disabilitas menjadi standar yang dapat diukur dan ditegakkan secara nyata.

Sebelum melakukan penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan tiga arah studi berikut: pertama, meneliti bagaimana implementasi sanksi administratif dan fiskal dapat mempengaruhi kepatuhan perusahaan terhadap kuota pengrajin disabilitas di sektor manufaktur; kedua, mengevaluasi dampak program pelatihan inklusif bagi manajemen SDM pada perubahan budaya rekrutmen di perusahaan multinasional; dan ketiga, menganalisis peran data terintegrasi dan platform digital dalam memfasilitasi pencocokan calon kerja disabilitas dengan kebutuhan perusahaan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman kebijakan, menambah bukti empiris, dan mendukung reformasi kebijakan yang lebih efektif.

Read online
File size435.83 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test