ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Masyarakat di daerah kepulauan dan pesisir pantai sering mengalami kekurangan air, terutama musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan solar still double slope menggunakan pendingin nitrogen pada dinding (SSDS.WCN) dan tanpa pendingin SSDS. Penelitian dilakukan secara eksperimen, teoritis dan kajian eksergi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas air kondensat menggunakan pendingin nitrogen pada dinding (SSDS.WCN) secara eksperimen rata-rata sebesar 2.28 kg/10jam.m2 dan teoritis sebesar 2.15 kg/10jam.m2 lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pendingin (SSDS) secara eksperimen sebesar 1.98 kg/10jam.m2 dan teoritis sebesar 2.07 kg/10jam.m2. Efisiensi solar still menggunakan pendingin nitrogen pada dinding (SSDS.WCN) secara eksperimen rata-rata sebesar 37.05% dan teoritis sebesar 38.87% lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pendingin (SSDS) secara eksperimen sebesar 34.02% dan teoritis sebesar 35.27%. Efisiensi eksergi rata-rata menggunakan SSDS.WCN sebesar 4.78% dibandingkan dengan SSDS sebesar 4.49%. Solar still menggunakan pendingin nitrogen pada dinding dapat meningkatkan produktivitas air kondensat, efisiensi solar still dan efisiensi eksergi dibandingkan dengan tanpa pendingin.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan pendingin nitrogen pada dinding solar still double slope meningkatkan produktivitas air kondensat, efisiensi energi, dan efisiensi eksergi.Secara spesifik, produktivitas air kondensat dengan pendingin nitrogen lebih tinggi sebesar 2.Peningkatan efisiensi energi juga signifikan, mencapai 37.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi desain sistem pendingin nitrogen, misalnya dengan variasi jenis nitrogen atau metode pembilasan yang lebih efisien, untuk memaksimalkan penurunan temperatur kaca penutup dan peningkatan produktivitas air. Selain itu, studi komparatif perlu dilakukan dengan membandingkan penggunaan pendingin nitrogen dengan metode pendinginan lain, seperti air atau material perubahan fasa, untuk menentukan solusi yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat menginvestigasi potensi integrasi solar still dengan sistem energi terbarukan lainnya, seperti panel fotovoltaik, untuk menciptakan sistem desalinasi air yang berkelanjutan dan mandiri energi, sehingga dapat memberikan solusi air bersih yang terjangkau bagi masyarakat pesisir dan kepulauan.

Read online
File size803.75 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test