UGMUGM
Berkala Ilmiah BiologiBerkala Ilmiah BiologiTempe merupakan salah satu produk fermentasi kedelai populer di Indonesia yang melibatkan ragi. Selain rasanya yang enak dan harga yang relatif terjangkau, tempe memiliki banyak nilai kandungan gizi diantaranya vitamin B6 (pyridoxine), vitamin K, protein dan asam amino esensial tinggi. Kualitas tempe yang baik dapat dipengaruhi oleh pemilihan bahan dan ketepatan dalam cara pembuatan. Selain kedelai, kualitas tempe dipengaruhi oleh jenis ragi dan bahan pembungkus. Saat ini, pada umumnya proses pembuatan tempe menggunakan ragi instan dan plastik sebagai bahan pembungkus dibandingkan dengan usar atau bahan pembungkus lainnya yang ada di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan pengaruh tipe ragi dan bahan pembungkus terhadap kualitas dan daya simpan tempe kedelai. Penilaian organoleptik dilakukan dengan uji hedonik yang dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan apabila ada perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Sedangkan pengamatan daya simpan dilakukan dengan uji sensoris hingga tempe membusuk. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh jenis ragi dan bahan pembungkus terhadap kualitas tempe. Tempe perlakuan P5 (dengan menggunakan usar dan daun pisang) memiliki nilai tertinggi baik dari warna (3.76±0.0737), aroma (2.73±0.1447ceg), tekstur (2.93±0.1047ceg), rasa (3.74±0.1407fj), daya simpan (4 hari) dan pertumbuhan kapang yang lebih cepat daripada perlakuan lainnya. Berdasarkan penilaian panelis lebih menyukai tempe yang menggunakan usar dan dibungkus menggunakan daun pisang, selain lebih alami, tempe dengan perlakuan tersebut memiliki daya tahan paling lama.
Terdapat pengaruh jenis ragi dan bahan pembungkus terhadap kualitas dan daya simpan tempe.Tempe yang dibuat menggunakan usar memiliki warna lebih putih dan cerah serta pertumbuhan miselium yang lebih cepat dibandingkan tempe ragi.Berdasarkan kriteria warna, tekstur, aroma, rasa dan daya simpan, hasil pada pembuatan tempe menggunakan usar dengan bahan pembungkus daun pisang (P5) merupakan yang terbaik.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jenis daun pembungkus, seperti daun jati dengan tingkat kematangan yang berbeda, terhadap kualitas dan daya simpan tempe. Hal ini dapat memberikan informasi mengenai potensi daun-daun lokal lainnya sebagai alternatif bahan pembungkus yang ramah lingkungan. Kedua, penelitian mengenai pengaruh kombinasi ragi instan dan usar dalam proses fermentasi tempe dapat dieksplorasi. Kombinasi ini berpotensi menghasilkan tempe dengan kualitas yang lebih optimal, menggabungkan keunggulan praktis ragi instan dengan kekayaan mikroorganisme pada usar. Ketiga, penelitian tentang pengaruh penambahan probiotik pada tempe, baik melalui ragi maupun bahan pembungkus, dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi dan manfaat kesehatan tempe.
- Yeast and Wrapping Materials on The Quality of Tempeh | Berkala Ilmiah Biologi. yeast wrapping materials... doi.org/10.22146/bib.v15i2.6341Yeast and Wrapping Materials on The Quality of Tempeh Berkala Ilmiah Biologi yeast wrapping materials doi 10 22146 bib v15i2 6341
- Pengaruh Konsentrasi Ragi dan Lama Fermentasi terhadap Kadar Air, Kadar Protein dan Organoleptik pada... doi.org/10.17969/rtp.v12i1.13287Pengaruh Konsentrasi Ragi dan Lama Fermentasi terhadap Kadar Air Kadar Protein dan Organoleptik pada doi 10 17969 rtp v12i1 13287
- PENGARUH JENIS KEDELAI, WAKTU DAN SUHU PEMERAMAN TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN TEMPE KEDELAI | Florea :... doi.org/10.25273/florea.v2i2.415PENGARUH JENIS KEDELAI WAKTU DAN SUHU PEMERAMAN TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN TEMPE KEDELAI Florea doi 10 25273 florea v2i2 415
- Penghambatan Produksi Aflatoksin dari Aspergillus flavus oleh Kapang dan Khamir yang Diisolasi dari Ragi... ojs.uajy.ac.id/index.php/biota/article/view/2874Penghambatan Produksi Aflatoksin dari Aspergillus flavus oleh Kapang dan Khamir yang Diisolasi dari Ragi ojs uajy ac index php biota article view 2874
- AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TEMPE TERHADAP BAKTERI Bacillus subtilis DAN Staphylococcus aureus [Antibacterial... doi.org/10.6066/jtip.2014.25.1.115AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TEMPE TERHADAP BAKTERI Bacillus subtilis DAN Staphylococcus aureus Antibacterial doi 10 6066 jtip 2014 25 1 115
| File size | 247.84 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UGMUGM Penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan sumber nektar sebagai strategi pengembangan madu fungsional dan menyoroti perlunya penelitian lanjutan denganPenelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan sumber nektar sebagai strategi pengembangan madu fungsional dan menyoroti perlunya penelitian lanjutan dengan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan sudah sesuai ketentuan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Adapun tujuanBerdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan sudah sesuai ketentuan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Adapun tujuan
KEMENSOSKEMENSOS Dengan demikian, pendekatan yang komprehensif yang melibatkan pemahaman mendalam tentang dinamika psikologis dan sosial diperlukan untuk mengurangi dampakDengan demikian, pendekatan yang komprehensif yang melibatkan pemahaman mendalam tentang dinamika psikologis dan sosial diperlukan untuk mengurangi dampak
KEMENSOSKEMENSOS Kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya Kota Bogor diakibatkan karena meningkatnya timbunan sampah. Salah satu penyebab meningkatnya sampahKerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya Kota Bogor diakibatkan karena meningkatnya timbunan sampah. Salah satu penyebab meningkatnya sampah
YBPINDOYBPINDO Selain penyuluhan, dilakukan juga pembagian yogurt sebagai makanan tambahan, yang disambut dengan antusias oleh sebagian besar peserta. Hasil kegiatanSelain penyuluhan, dilakukan juga pembagian yogurt sebagai makanan tambahan, yang disambut dengan antusias oleh sebagian besar peserta. Hasil kegiatan
UGMUGM Keanekaragaman pohon pisang (Musa sp. ) dipelajari sebagai upaya konservasi tumbuhan Indonesia yang berhabitat di hutan dataran rendah melalui kegiatanKeanekaragaman pohon pisang (Musa sp. ) dipelajari sebagai upaya konservasi tumbuhan Indonesia yang berhabitat di hutan dataran rendah melalui kegiatan
STIPRAMSTIPRAM Penerapan digital marketing melalui media sosial dan situs web informatif secara signifikan dapat meningkatkan visibilitas dan kunjungan ke Khao Garos.mediaPenerapan digital marketing melalui media sosial dan situs web informatif secara signifikan dapat meningkatkan visibilitas dan kunjungan ke Khao Garos.media
STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data penelitian adalah dengan menggunakan Bleep test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh latihanInstrumen yang digunakan untuk pengambilan data penelitian adalah dengan menggunakan Bleep test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh latihan
Useful /
MES BOGORMES BOGOR Dari penerapan persamaan rumus diatas dapat dijelaskan secara rinci dari perhitungan yang ada. Nilai penjumlahan 21 (TP) 120 (TN) adalah 141 merupakanDari penerapan persamaan rumus diatas dapat dijelaskan secara rinci dari perhitungan yang ada. Nilai penjumlahan 21 (TP) 120 (TN) adalah 141 merupakan
YBPINDOYBPINDO Pengelolaan hasil tangkapan untuk menjaga kesegaran ikan langsung akan dilakukan dengan penerapan teknologi tepat guna, yang secara tidak langsung meningkatkanPengelolaan hasil tangkapan untuk menjaga kesegaran ikan langsung akan dilakukan dengan penerapan teknologi tepat guna, yang secara tidak langsung meningkatkan
UGMUGM Untuk pengolahannya dapat dilakukan dengan memanfaatkan bagian-bagian seperti daun, bunga, buah dan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumberUntuk pengolahannya dapat dilakukan dengan memanfaatkan bagian-bagian seperti daun, bunga, buah dan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber
UGMUGM Sebagian besar ayam F5 Golden Kamper memiliki bentuk jengger tunggal, sama seperti induknya. Nilai koefisien inbreeding sebesar 0,386 mengindikasikan tingkatSebagian besar ayam F5 Golden Kamper memiliki bentuk jengger tunggal, sama seperti induknya. Nilai koefisien inbreeding sebesar 0,386 mengindikasikan tingkat