KALBISKALBIS

KALBISOCIO Jurnal Bisnis dan KomunikasiKALBISOCIO Jurnal Bisnis dan Komunikasi

Fenomena kekerasan di lingkungan sekolah bukanlah suatu perkara yang baru bagi masyarakat Indonesia. Pada 17 Februari 2020, Laporan Khas Redaksi Sore mengangkat topik kekerasan terhadap anak atas dua kasus yang terjadi dalam waktu berdekatan dan belum genap seminggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk membongkar wacana kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan pada Laporan Khas Redaksi Sore TRANS7. Peneliti menggunakan Teori Hierarchy of Influences dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough dengan tiga dimensi analisis, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Dari analisis yang telah dilakukan, peneliti dapat menarik beberapa kesimpulan. Pertama, teks yang dipakai oleh Laporan Khas menunjukkan bahwa redaksi melakukan praktik pemilihan diksi dan metafora, serta mengusung humanisme pemberitaan. Kedua, Laporan Khas tidak hanya sebagai media yang latah untuk sekadar menginformasikan berita, melainkan semata-mata ingin membangun sebuah wacana perjuangan kemanusiaan di mata publik. Ketiga, secara sosial, TRANS7 merepresentasikan ideologi kapitalisme humanis dalam pemberitaannya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Laporan Khas menggunakan pemilihan diksi dan metafora untuk mengusung humanisme pemberitaan.Selain itu, Laporan Khas tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun wacana perjuangan kemanusiaan.Secara sosiokultural, TRANS7 merepresentasikan ideologi kapitalisme humanis dalam pemberitaannya.Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat kepentingan ekonomi dan politik yang terselubung di balik upaya Laporan Khas dalam mengangkat isu kekerasan terhadap anak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji secara mendalam dampak wacana kekerasan terhadap anak yang dibangun oleh media terhadap pembentukan opini publik dan kebijakan pemerintah terkait perlindungan anak. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis komparatif wacana kekerasan terhadap anak di berbagai platform media, termasuk media sosial, untuk memahami bagaimana perbedaan platform memengaruhi penyebaran dan interpretasi informasi. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif anak-anak yang menjadi korban kekerasan untuk mendapatkan perspektif langsung mengenai pengalaman mereka dan bagaimana media dapat berperan dalam pemulihan trauma mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan peningkatan kualitas perlindungan anak di Indonesia. Dengan memahami secara komprehensif bagaimana media membentuk wacana tentang kekerasan anak, kita dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan dan memastikan bahwa hak-hak mereka terpenuhi.

Read online
File size327.34 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test