KEMENSOSKEMENSOS

Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan SosialSosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial

Salah satu upaya pemerintah mengatasi kemiskinan melalui program bantuan sosial. Pemerintah telah berulang kali menyalurkan program bantuan sosial dengan penamaan yang sering berganti. Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berkembang menjadi Program Bantuan Sembako yakni bantuan peningkatan gizi keluarga dengan memenuhi 4 unsur yakni karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Tahun 2022, Kementerian Sosial mengubah penyaluran BPNT tidak lagi diberikan in natura bahan pangan yang disediakan oleh e-warong, tetapi diberikan secara tunai. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian implementasi dan dampak perubahan kebijakan penyaluran dari program BPNT non tunai ke bantuan tunai pada masyarakat khususnya bagi e-warong dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Metode penelitian menggunakan deskriptif mendalam. Teknik perolehan data dilakukan dengan wawancara, FGD, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan memilih informan sesuai kapasitas dan perannya dalam penyaluran BPNT. Hasil penelitian menunjukkan dengan beralihnya kebijakan bantuan non tunai ke bantuan tunai dilakukan tanpa adanya evaluasi dan monitoring yang berdampak pada: 1) ketidaktepatan pemanfaatan bantuan bagi penerima manfaat; 2) pencapaian bantuan tidak efektif; dan 3) pemberdayaan masyarakat melalui e-warong terhenti atau tidak berkelanjutan. Perubahan kebijakan penyaluran BPNT dilakukan tanpa adanya evaluasi dan monitoring yang terukur mengakibatkan kebijakan BPNT tidak memilih arah dan tujuan yang jelas.

Implementasi perubahan kebijakan penyaluran BPNT dari non tunai melalui e-warong ke tunai yang disalurkan ke Bank Himbara dilaksanakan pemerintah tanpa perencanaan komunikasi publik yang baik.Ketidakkonsistensian kebijakan dan tidak adanya evaluasi serta monitoring terukur mengakibatkan kebijakan program bantuan sosial tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas, sehingga dampak awal BPNT yang diharapkan dapat memutus lingkaran setan rantai kemiskinan menjadi sulit terwujud.Kebijakan awal BPNT berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat miskin menjadi tidak terealisir, keberadaan e-warong akhirnya terbengkalai.

Penelitian berikutnya sebaiknya mengeksplorasi kemampuan e-warong dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga penerima manfaat (KPM) melalui pendekatan partisipatif, sehingga penelitian dapat menguji apakah model pelatihan e-warong adopsi teknologi informasi dapat memperbaiki efisiensi dan efektivitas distribusi bantuan.. Selain itu, kajian lanjutan dapat memfokuskan pada perbandingan antara penyaluran BPNT tunai dan non tunai di wilayah urban dengan rural, guna mengidentifikasi variabel-variabel kunci yang memengaruhi keberhasilan penyaluran.. Terakhir, penelitian disarankan untuk menilai dampak jangka panjang perubahan kebijakan BPNT terhadap peran e-warong sebagai platform micro‑enterprise, dengan membangun model evaluasi berkelanjutan yang melibatkan tenaga pendamping dan pengembangan sistem monitoring berbasis data real‑time.

  1. Social approach to stunting prevention in Blora, Central Java, Indonesia | Muhtar | Simulacra. social... journal.trunojoyo.ac.id/simulacra/article/view/15909Social approach to stunting prevention in Blora Central Java Indonesia Muhtar Simulacra social journal trunojoyo ac simulacra article view 15909
Read online
File size483.25 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test