UNIVEDUNIVED

Early Childhood Research and PracticeEarly Childhood Research and Practice

Perkembangan anak usia dini sangat penting karena mempengaruhi masa depan anak. Oleh karena itu, sangat penting untuk menstimulasi dan mendorong tumbuh kembang anak sejak dini, yang meliputi aspek moralitas, nilai-nilai agama, perkembangan fisik, motorik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional. Mengingat tingginya tingkat kenakalan remaja di masyarakat saat ini, maka pendidikan moral agama sangat penting untuk diajarkan dan dipraktikkan karena anak masih kecil. Oleh karena itu, anak usia dini berperan penting dalam mengantisipasi dan berkontribusi dalam mewujudkan bangsa yang bermoral dan bermartabat. Oleh karena itu, dilakukan upaya untuk mendorong anak berpartisipasi aktif dalam ibadah sesuai agama dan kepercayaannya, mengenal dan meneladani sifat-sifat Tuhan, serta mengamalkan pengalaman keagamaan anak usia dini. Anak yang ikhlas, hormat, berbuat baik, dan bersyukur menunjukkan sikap tanggap terhadap orang lain serta mengakui dan menghargai perbedaan agama dan kepercayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merangsang kemampuan mempraktekkan pengalaman keagamaan pada anak usia dini di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Way Kanan. Pendidik berusaha untuk merangsang kemampuan mengamalkan pengalaman keagamaan pada anak usia dini melalui pembiasaan, pengajaran, dan keteladanan. Membaca buku-buku tentang agama atau kepercayaan dan bercerita adalah beberapa metode yang digunakan.

Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran pendidik menggunakan Permendikbud No.137 Tahun 2014 sebagai acuan dalam stimulasi kemampuan mempraktikan pengalaman keagamaan anak usia dini di satuan Pendidikan Paud Sanggar Kegiatan Belajara (SKB) Way Kanan yang di sesuaikan dengan kurikulum yang dibuat sekolah.Maka dapat di simpulkan bahwa Pendidik di Paud Sanngar Kegiatan Beljaar (SKB) Way Kanan sudah melakukan kegiatan stimulasi kemampuan mempraktikan pengalam keaagamaan anak usia dini sudah sesuai dengan baik.Dengan melakukan stimulasi dengan pembiasaan, ketelandanan, dan pengajaran.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas berbagai metode stimulasi keagamaan yang berbeda, seperti penggunaan media digital atau pendekatan berbasis permainan, untuk melihat metode mana yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman dan praktik keagamaan anak usia dini. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung stimulasi keagamaan di rumah, dengan fokus pada bagaimana orang tua dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran agama dan nilai-nilai moral. Ketiga, penelitian dapat mengkaji dampak integrasi nilai-nilai keagamaan dalam kurikulum PAUD terhadap perkembangan sosial-emosional anak, dengan tujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat berkontribusi pada pembentukan karakter positif dan keterampilan sosial yang penting bagi anak usia dini.

Read online
File size45.86 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test