UPPUPP
AptekAptekPengeringan biji kakao merupakan tahap pasca panen yang sangat penting dan sangat mempengaruhi kualitas akhir produk, namun proses pengeringan konvensional masih menghadapi masalah distribusi panas yang tidak merata yang mempengaruhi kualitas dan efisiensi energi. Studi ini menganalisis pengaruh variasi sudut ventilasi dan kemiringan corong terhadap distribusi suhu dan pola aliran udara dalam mesin pengering biji kakao. Metode yang digunakan adalah simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) berdasarkan analisis transfer panas dan aliran fluida dengan variasi sudut ventilasi 45°, 60°, dan 80°, serta sudut kemiringan corong 104°, 115°, dan 121°. Sudut ventilasi 45° menghasilkan distribusi temperatur paling merata akibat aliran udara panas yang menyilang dan waktu tinggal udara yang lebih panjang di dalam ruang pengering dan kemiringan corong 104° disarankan karena dapat menghasilkan aliran udara yang stabil lebih seragam. Temuan ini menunjukkan bahwa mengoptimalkan geometri ventilasi dan corong secara signifikan meningkatkan kinerja termal mesin pengering, sehingga meningkatkan efisiensi proses dan kualitas pengeringan biji kakao.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa sudut ventilasi 45°, 60°, dan 80° dengan suhu pemanas 50 °C menghasilkan temperatur di dalam ruang pengering pada rentang 317–323 K.Sudut ventilasi 45° menghasilkan distribusi temperatur paling merata karena aliran udara panas yang menyilang dan waktu tinggal udara yang lebih panjang.Kemiringan corong 104° memberikan keseimbangan terbaik antara distribusi tekanan dan keseragaman temperatur.Secara keseluruhan, konfigurasi sudut ventilasi 45° dan kemiringan corong 104° direkomendasikan sebagai desain optimal untuk mesin pengering biji kakao.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada analisis pengaruh material konstruksi mesin pengering terhadap efisiensi transfer panas dan distribusi temperatur. Selain itu, studi tentang optimasi sistem kontrol otomatis yang mampu menyesuaikan sudut ventilasi dan kemiringan corong secara real-time berdasarkan kondisi kelembaban dan temperatur biji kakao dapat meningkatkan efisiensi proses pengeringan. Terakhir, penelitian mengenai integrasi sumber energi terbarukan, seperti energi surya, ke dalam sistem pengering biji kakao dapat mengurangi biaya operasional dan dampak lingkungan, serta meningkatkan keberlanjutan proses pengeringan. Kombinasi dari ketiga ide penelitian ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi pengeringan biji kakao yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan dan kualitas bahan baku.
- Good agricultural and postharvest handling practices of Cocoa pods in Lombok to meet Cocoa bean quality... doi.org/10.1088/1755-1315/712/1/012028Good agricultural and postharvest handling practices of Cocoa pods in Lombok to meet Cocoa bean quality doi 10 1088 1755 1315 712 1 012028
- PERANCANGAN ULANG ALAT PENGERING BIJI KAKAO TIPE ROTARI SEDERHANA PADA USAHA MANDIRI DI DESA WIYONO KABUPATEN... ojs.ummetro.ac.id/index.php/turbo/article/view/602PERANCANGAN ULANG ALAT PENGERING BIJI KAKAO TIPE ROTARI SEDERHANA PADA USAHA MANDIRI DI DESA WIYONO KABUPATEN ojs ummetro ac index php turbo article view 602
- ANALISIS THERMAL DAN REDESAIN ALAT PENGERING KAKAO MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) DI... doi.org/10.23960/jitet.v10i2.2444ANALISIS THERMAL DAN REDESAIN ALAT PENGERING KAKAO MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS CFD DI doi 10 23960 jitet v10i2 2444
| File size | 666.42 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNMUH BABELUNMUH BABEL Pada tahap akhir dari analisa ini akan menentukan proyek tersebut layak atau tidaknya untuk dijalankan. Tahapan awal adalah tahap pengumpulan data yangPada tahap akhir dari analisa ini akan menentukan proyek tersebut layak atau tidaknya untuk dijalankan. Tahapan awal adalah tahap pengumpulan data yang
UNMUH BABELUNMUH BABEL Pada kadar 0% (normal) untuk umur 7-28 hari kuat tekan beton dengan total rata-rata 355,25 kg/cm2. Pada kadar 15% untuk umur 7-28 hari kuat tekan betonPada kadar 0% (normal) untuk umur 7-28 hari kuat tekan beton dengan total rata-rata 355,25 kg/cm2. Pada kadar 15% untuk umur 7-28 hari kuat tekan beton
UNMUH BABELUNMUH BABEL Dari banyak hal, kualitas hidup masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh transportasi dan akses ke tempat kerja, tempat belanja, dan tempat hiburan atauDari banyak hal, kualitas hidup masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh transportasi dan akses ke tempat kerja, tempat belanja, dan tempat hiburan atau
UPPUPP Tahapan penelitian meliputi pengujian saringan agregat, berat jenis dan penyerapan agregat, berat isi agregat, kadar lumpur, dan kadar air. Hasil penelitianTahapan penelitian meliputi pengujian saringan agregat, berat jenis dan penyerapan agregat, berat isi agregat, kadar lumpur, dan kadar air. Hasil penelitian
UPPUPP Data kuesioner dianalisis menggunakan metode analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen keselamatan kerja pada proyekData kuesioner dianalisis menggunakan metode analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen keselamatan kerja pada proyek
HKBPHKBP Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan dalam pengaturan dapat mempengaruhi jangkauan pendinginan, pendekatan suhu, serta efektivitas operasional menaraHasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan dalam pengaturan dapat mempengaruhi jangkauan pendinginan, pendekatan suhu, serta efektivitas operasional menara
JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi laju aliran udara, semakin banyak gelembung udara yang terbentuk sehingga efisiensi distilasi meningkat,Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi laju aliran udara, semakin banyak gelembung udara yang terbentuk sehingga efisiensi distilasi meningkat,
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Alamat IPv4 berukuran 32 bit semakin terbatas dan sulit didapatkan saat ini, sehingga diperlukan pengembangan alamat IP baru, yaitu Internet Protocol versionAlamat IPv4 berukuran 32 bit semakin terbatas dan sulit didapatkan saat ini, sehingga diperlukan pengembangan alamat IP baru, yaitu Internet Protocol version
Useful /
UPPUPP Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik tanah yang ada di Jalan Boter Pasir Pengaraian serta mengetahui nilai California Bearing Ratio (CBR)Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik tanah yang ada di Jalan Boter Pasir Pengaraian serta mengetahui nilai California Bearing Ratio (CBR)
UPPUPP Hasil penurunan material tanah kedua tanah timbunan tersebut terjadi karena pengaruh perbedaan nilai berat volume tanah timbunan. Penurunan tanah timbunanHasil penurunan material tanah kedua tanah timbunan tersebut terjadi karena pengaruh perbedaan nilai berat volume tanah timbunan. Penurunan tanah timbunan
UPPUPP Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton pada sampel I (33 hari) adalah 55,55 Mpa, sampel II (33 hari) 49,55 Mpa, sampel III (28 hari) 30,88Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton pada sampel I (33 hari) adalah 55,55 Mpa, sampel II (33 hari) 49,55 Mpa, sampel III (28 hari) 30,88
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Pada penelitian ini dilakukan proses peringkasan dokumen berita berbahasa Indonesia dengan metode transformer T5. Penelitian ini dikerjakan dengan tigaPada penelitian ini dilakukan proses peringkasan dokumen berita berbahasa Indonesia dengan metode transformer T5. Penelitian ini dikerjakan dengan tiga