STIESTEKOMSTIESTEKOM

Dinamika: Jurnal Manajemen Sosial EkonomiDinamika: Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pemasaran digital semakin meluas dan mendorong strategi yang sangat personal bagi konsumen. Namun, hal ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap privasi data, terutama di tengah perbedaan regulasi seperti GDPR (Eropa), CCPA (AS), dan kebijakan lokal di Asia Tenggara. Penelitian ini menganalisis bagaimana teknologi AI seperti natural language processing (NLP) dan predictive analytics dapat menyeimbangkan personalisasi dan perlindungan privasi secara adaptif. Selain itu, studi ini mengeksplorasi peran emosional konsumen, khususnya kepercayaan dan kecemasan, dalam membentuk persepsi mereka terhadap strategi pemasaran digital di berbagai konteks regulasi. Pendekatan mixed methods digunakan, dengan data dari survei terhadap 400 responden di tiga wilayah berbeda dan wawancara mendalam terhadap 20 partisipan ekstrem. Analisis dilakukan menggunakan SmartPLS, NVivo, dan alat visual seperti Tableau AI dan MonkeyLearn. Hasil menunjukkan bahwa pembatasan pengumpulan data sensitif meningkatkan penerimaan konsumen hingga 23% tanpa menurunkan efektivitas pemasaran. Kepercayaan konsumen menjadi mediator dominan, sementara kecemasan meningkatkan permintaan akan transparansi. Strategi insentif di Asia Tenggara terbukti 35% lebih efektif dibandingkan pendekatan regulatif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis teknologi, emosional, dan budaya dalam menyusun strategi pemasaran digital yang etis dan kontekstual.

Penelitian menunjukkan bahwa penerimaan konsumen terhadap personalisasi digital dipengaruhi oleh kontrol atas data pribadi dan kepercayaan pada platform.Analisis kuantitatif mengonfirmasi bahwa kepercayaan memediasi pengaruh kekhawatiran privasi terhadap sikap terhadap personalisasi.Temuan kualitatif menambah dimensi emosional, mengungkap ambivalensi konsumen yang merasa terbantu namun juga diawasi oleh algoritma.Secara keseluruhan, keseimbangan antara personalisasi dan privasi dapat dicapai melalui transparansi, kontrol pengguna, dan adaptasi regulasi.

Penelitian berikutnya dapat memfokuskan pada dinamika longitudinal perubahan sikap konsumen terhadap privasi digital, meneliti efek jangka panjang regulasi baru seperti ePrivacy, dan mengevaluasi efektivitas model intervensi berbasis AI yang memberikan kontrol lebih kepada konsumen atas data pribadi mereka, serta menguji respons emosional konsumen terhadap upaya transparansi dalam konteks budaya regional.

Read online
File size1.22 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test