IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

MA'ALIM: Jurnal Pendidikan IslamMA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam

Pengajaran pendidikan agama Islam biasanya hanya melibatkan ceramah dan kurang memanfaatkan media pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi kurang efektif dan menarik bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik di SMP Negeri 1 Balong kelas VIII A dengan mengimplementasikan media pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis video. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Sedangkan, analisis data menggunakan interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk pengujian keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video sebagai media pembelajaran meningkatkan antusiasme peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berbasis video meningkatkan efektivitas dan efisiensi guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.

Penerapan media video dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dan membangkitkan antusiasme serta minat peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran PAI.Penggunaan media video sebagai alat pembelajaran memungkinkan guru untuk lebih efektif dan efisien dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.Penerapan media video juga memberikan variasi dan keberagaman dalam metode pembelajaran, sehingga mendukung peserta didik dalam memahami materi secara lebih komprehensif.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh durasi video pembelajaran terhadap tingkat pemahaman dan perhatian peserta didik dalam konteks pendidikan agama Islam, mengingat adanya kekhawatiran bahwa video yang terlalu panjang justru mengurangi efektivitas pembelajaran. Kedua, perlu dikaji pengembangan model pembelajaran hybrid yang menggabungkan penggunaan video dengan metode diskusi terstruktur di kelas, sehingga peserta didik tidak hanya pasif menonton tetapi juga aktif memproses informasi secara kritis. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang cara pelatihan guru dalam memproduksi dan memilih video pembelajaran yang berkualitas, terutama di sekolah dengan keterbatasan fasilitas teknis seperti LCD proyektor dan koneksi internet yang stabil, agar implementasi media video tetap optimal meskipun dengan sumber daya terbatas. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih lengkap tentang strategi penggunaan media video yang holistik dan berkelanjutan. Dengan memahami faktor durasi, interaksi, dan kapasitas guru, sekolah dapat merancang implementasi media video yang lebih efektif. Fokus pada aspek teknis, pedagogis, dan keterlibatan peserta didik secara seimbang akan memperkuat kualitas pembelajaran PAI. Selain itu, temuan dari penelitian semacam ini dapat dijadikan acuan bagi sekolah-sekolah lain dengan kondisi serupa. Studi lanjutan juga dapat mengeksplorasi integrasi video lokal yang relevan dengan konteks budaya siswa. Hal ini berpotensi meningkatkan keterhubungan emosional dan relevansi materi. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran tidak hanya teknis tetapi juga kontekstual. Penelitian lebih lanjut di tingkat sekolah berbeda juga bisa menguji generalisasi temuan. Dengan pendekatan yang komprehensif, penggunaan video dalam pembelajaran PAI dapat dioptimalkan secara menyeluruh.

Read online
File size290.33 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test