UMWUMW

Waluya The International Science of Health JournalWaluya The International Science of Health Journal

Benyamin Guluh Regional General Hospital di Kabupaten Kolaka menghadapi berbagai tantangan dalam kinerja pelayanan kesehatan, termasuk menurunnya kinerja tenaga kesehatan, kemampuan adaptasi kepemimpinan dalam perencanaan strategis, serta sistem pengukuran kinerja yang lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja tenaga kesehatan dengan fokus pada dimensi manajemen kepemimpinan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, menggunakan teknik triangulasi dari 12 informan, termasuk Direktur dan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Rumah Sakit. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling, dan analisis data dilakukan secara induktif. Evaluasi kinerja didasarkan pada metode Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan rumah sakit telah efektif, namun perlu peningkatan dalam adaptasi terhadap situasi krisis. Rencana strategis yang ada sudah jelas tetapi kurang fleksibel dan melibatkan sedikit partisipasi tenaga kesehatan. Fokus pada pelanggan tergolong baik, namun pengelolaan kapasitas perlu ditingkatkan. Sistem pengukuran kinerja efektif tetapi membutuhkan pelatihan tambahan.

Kepemimpinan di Rumah Sakit Umum Daerah Benyamin Guluh secara umum efektif dalam memberikan arahan, dukungan, dan motivasi kepada tenaga kesehatan, serta telah menciptakan lingkungan kerja yang positif.Namun, terdapat kelemahan dalam menghadapi situasi krisis seperti beban pasien yang tinggi, yang menunjukkan perlunya peningkatan fleksibilitas dan kapasitas manajemen krisis.Perlu dilakukan penyesuaian dalam tata kelola kepemimpinan dan perencanaan strategis agar lebih adaptif terhadap dinamika operasional rumah sakit.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan model pelatihan kepemimpinan berbasis simulasi krisis yang dapat meningkatkan kesiapan dan respons pimpinan rumah sakit dalam menghadapi lonjakan pasien atau kondisi darurat. Kedua, perlu dikaji bagaimana melibatkan secara sistematis tenaga kesehatan dalam proses perencanaan strategis melalui forum kolaboratif yang berkelanjutan, agar strategi yang ditetapkan lebih adaptif dan relevan dengan kondisi lapangan. Ketiga, penting untuk mengevaluasi penerapan sistem manajemen kapasitas berbasis data real-time yang dapat membantu pimpinan dalam mengambil keputusan alokasi sumber daya secara dinamis, termasuk penjadwalan staf dan pengelolaan tempat tidur. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk membangun sistem kepemimpinan yang tidak hanya kuat dalam kondisi normal, tetapi juga tangguh dalam tekanan. Pendekatan berbasis bukti dan keterlibatan semua tingkatan tenaga kesehatan akan memperkuat implementasi standar kualitas seperti Malcolm Baldrige. Selain itu, temuan dari penelitian ini dapat menjadi dasar untuk merancang kebijakan internal yang lebih responsif. Dengan pendekatan terpadu, rumah sakit dapat meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan. Fokus pada aspek manusia dan sistem secara bersamaan akan mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih handal. Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan secara longitudinal untuk melihat dampak jangka panjang dari intervensi yang diterapkan. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang keberlanjutan perbaikan kinerja rumah sakit.

Read online
File size556.48 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test