Tel-UTel-U

Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR)Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR)

Jawa Barat merupakan salah satu wilayah terpadat di Indonesia dan memiliki pengaruh politik yang besar, menjadikan kampanye gubernur sebagai dorongan strategis bagi partai politik dan calon pemimpin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana calon gubernur Jawa Barat pada tahun 2024 mengonstruksi citra politiknya melalui platform TikTok, khususnya mengadaptasi simbol, bahasa, dan narasi terhadap aspirasi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan TikTok bisa memperlihatkan elemen visual dan teks untuk serta pemaknaan tanda secara lebih mendalam. Pendekatan semiotika dari Charles Sanders Peirce digunakan untuk mengungkap makna di balik tanda-tanda yang ditampilkan seperti representament, object, interpretant dan hubungannya dengan nilai-nilai budaya Jawa Barat. Temuan menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik calon gubernur dirancang secara cermat untuk menghubungkan citra mereka dengan tradisi, budaya, dan identitas lokal masyarakat Jawa Barat. Melalui analisis simbol semiotika, penggunaan unsur budaya seperti seni tradisional, bahasa Sunda, dan simbol agama ditemukan menjadi alat penting dalam membangun hubungan emosional dengan penonton. Sebagai media interaktif, platform TikTok memungkinkan menyebarkan pesan dengan cepat dan efektif kepada pemilih muda sekaligus menciptakan ruang dialog politik yang lebih inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa citra politik yang ditampilkan di media sosial tidak hanya mencerminkan strategi komunikasi, tetapi juga menunjukkan bahwa politik identitas dan budaya lokal merupakan elemen penting dalam konflik politik kontemporer. Kajian ini memberikan kontribusi penting untuk memahami peran media digital dalam membentuk narasi politik di Indonesia, khususnya dalam konteks lokal yang kaya akan makna budaya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna citra politik yang direpresentasikan oleh calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 di TikTok dirancang sedemikian rupa agar terasosiasi dengan nilai-nilai budaya Jawa Barat.Strategi komunikasi politik para calon gubernur secara cermat menghubungkan citra mereka dengan tradisi, budaya, dan identitas lokal masyarakat Jawa Barat.Penggunaan simbol semiotika, unsur budaya, dan bahasa Sunda menjadi alat penting dalam membangun hubungan emosional dengan penonton.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi lebih dalam dampak penggunaan berbagai format konten TikTok (misalnya, live streaming, duet, stitch) terhadap pembentukan citra politik calon gubernur. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan strategi komunikasi politik di TikTok dengan platform media sosial lainnya untuk memahami efektivitas masing-masing platform dalam menjangkau segmen pemilih yang berbeda. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam melalui wawancara dengan pemilih muda dapat dilakukan untuk menggali persepsi mereka terhadap citra politik calon gubernur yang ditampilkan di TikTok dan bagaimana hal tersebut memengaruhi keputusan memilih mereka. Penelitian-penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran TikTok dalam membentuk lanskap politik di Jawa Barat dan Indonesia secara lebih luas, serta memberikan wawasan berharga bagi para praktisi politik dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif dan relevan dengan audiens mereka.

  1. Signs in Society: Studies in Semiotic Anthropology - Hill - 1995 - Journal of Linguistic Anthropology... anthrosource.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1525/jlin.1995.5.1.95Signs in Society Studies in Semiotic Anthropology Hill 1995 Journal of Linguistic Anthropology anthrosource onlinelibrary wiley doi 10 1525 jlin 1995 5 1 95
Read online
File size509.65 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test