UNRAMUNRAM

Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment (Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia)Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment (Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia)

Dusun Pecaron, Desa Klatakan, terletak di Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, merupakan salah satu daerah yang kaya akan potensi sumber daya alam, khususnya sektor perikanan dan pertanian. Sektor perikanan tangkap dan budidaya menjadi unggulan, namun pemanfaatan potensi tersebut masih belum optimal. Minat masyarakat, terutama anak-anak, terhadap konsumsi olahan ikan masih rendah, yang berpotensi mengganggu pemenuhan gizi anak. Untuk meningkatkan pemanfaatan potensi perikanan dan minat masyarakat dari berbagai kalangan—khususnya anak usia dini, remaja, hingga dewasa—dilaksanakan kegiatan KKN Merdeka Belajar Kampus Merdeka Universitas Mataram melalui program Sosialisasi Gerakan Gemar Makan Ikan dan program lainnya yang disepakati bersama pihak desa. Minat makan ikan siswa di SDN 4 Klatakan tergolong cukup tinggi, meskipun beberapa siswa kurang menyukai ikan karena kurangnya variasi olahan. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta saat diberikan nugget berbahan 100% ikan, yang seluruhnya disukai. Peningkatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan dapat dilakukan semua pihak melalui pengembangan kreasi olahan ikan yang menarik bagi anak-anak, salah satunya nugget ikan.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2024 dengan melibatkan 35 siswa dari kelas 1 hingga kelas 3.Minat makan ikan di SDN 4 Klatakan tergolong cukup tinggi, meskipun beberapa siswa masih kurang menyukai ikan karena bau amis dan banyak duri.Pengembangan kreasi olahan ikan seperti nugget ikan terbukti efektif meningkatkan minat anak terhadap konsumsi ikan dan dapat menjadi strategi dalam mengakselerasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang preferensi rasa dan bentuk olahan ikan yang paling diminati anak usia sekolah dasar di daerah pesisir, agar kreasi makanan berbasis ikan seperti nugget dapat dikembangkan sesuai selera lokal. Kedua, sebaiknya dikaji pula dampak jangka panjang dari intervensi sosialisasi dan distribusi produk olahan ikan terhadap kebiasaan konsumsi ikan dan status gizi anak di sekolah dasar, untuk mengetahui apakah kegiatan semacam ini mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Ketiga, penting untuk meneliti kelayakan produksi nugget ikan secara lokal oleh masyarakat pesisir, termasuk analisis biaya, daya simpan, dan pemasaran, sehingga produk ini tidak hanya digunakan dalam program pengabdian tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Ketiga arah penelitian ini dapat saling melengkapi dan mendukung upaya peningkatan konsumsi ikan secara lebih sistematis, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi. Dengan mengetahui preferensi anak, efektivitas sosialisasi, serta potensi ekonomi olahan ikan, program seperti Gemarikan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian tersebut juga dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk membuat kebijakan yang mendukung kebiasaan makan ikan sejak dini. Melalui pendekatan terpadu antara pendidikan, inovasi pangan, dan pemberdayaan ekonomi, gerakan makan ikan dapat berkembang lebih luas dan berdampak lebih besar bagi masyarakat pesisir. Oleh karena itu, pengembangan penelitian lanjutan yang mengintegrasikan aspek-aspek tersebut sangat diperlukan untuk memperkuat gerakan nasional Gemarikan.

Read online
File size342.39 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test