UNESAUNESA

Jurnal BK UNESAJurnal BK UNESA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling logoterapi dalam meningkatkan resiliensi remaja dari keluarga broken home. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest without control group. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sejumlah 5 remaja dengan usia 18 dan 19 tahun berasal dari keluarga broken home dengan hambatan ekonomi dan memiliki tingkat resiliensi rendah berdasarkan hasil pretest dipilih sebagai partisipan penelitian. Intervensi dilakukan melalui konseling individu dengan pendekatan logoterapi, khususnya teknik socratic dialogue dan dereflection. Instrumen yang digunakan adalah skala resiliensi berdasarkan karakteristik dari Wagnild (2010), alat ukur tersebut sudah teruji validitas dan reliabilitas (16 item, α = 0.715). Teknik analisis data menggunakan uji parametrik paired sample t-test. Penelitian diperoleh hasil yaitu resiliensi terdapat perbedaan signifikan berdasarkan uji t dengan p value yang memperoleh nilai 0,007 (p < 0,05). Selanjutnya perhitungan effect size melalui perhitungan Cohens d menunjukkan nilai d = 2,24 (d ≥ 0,80) yang tergolong tinggi, menunjukkan bahwa logoterapi memiliki dampak besar dalam meningkatkan resiliensi remaja broken home. Dengan demikian, konseling logoterapi dapat dijadikan alternatif layanan konseling dalam meningkatkan resiliensi remaja broken home.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konseling logoterapi dengan teknik socratic dialogue dan dereflection terbukti efektif dalam meningkatkan resiliensi remaja dari keluarga broken home.Hal ini dibuktikan dengan analisis statistik yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor resiliensi serta observasi yang mengindikasikan penguatan aspek-aspek resiliensi.Logoterapi membantu partisipan untuk lebih menerima pengalaman hidup dan mulai merancang arah hidup yang lebih bermakna.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pekerja sosial atau guru BK dapat menggunakan pendekatan logoterapi sebagai salah satu pilihan layanan intervensi, khususnya teknik socratic dialogue dan dereflection, untuk membantu remaja broken home menemukan makna hidup dan mengembangkan sikap resilien. Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan desain eksperimen yang lebih kuat dengan melibatkan lebih banyak partisipan dan latar belakang yang beragam untuk menguji efektivitas konseling logoterapi secara lebih komprehensif. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi jangka panjang untuk menilai keberlanjutan dampak positif dari intervensi logoterapi terhadap resiliensi remaja broken home. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi kombinasi logoterapi dengan pendekatan konseling lainnya untuk memaksimalkan efektivitas intervensi, serta mengkaji faktor-faktor lain yang dapat memoderasi atau memediasi hubungan antara logoterapi dan resiliensi.

Read online
File size394.09 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test