UADUAD
http://journal.uad.ac.id/index.php/Noveltyhttp://journal.uad.ac.id/index.php/NoveltyPasal 70 ayat (3) UU Nomor 10/2016 tentang Pilkada mewajibkan kepala daerah incumbent untuk cuti jika yang bersangkutan akan mencalonkan kembali pada daerah yang sama. Terhadap aturan tersebut kemudian menimbulkan pro dan kontra, apakah aturan cuti kampanye bagi kepala daerah incumbent layak dipertahankan atau tidak. Setiap peraturan pasti memiliki kelebihan dan kelemahan termasuk peraturan tentang cuti ini terutama jika dikaitkan dengan tujuan dari pilkada itu sendiri. Rumusan masalahnya: Pertama, Bagaimana pengaturan persyaratan cuti kampanye bagi kepala daerah incumbent dalam UU Nomor 10/2016; Kedua, Apa kelebihan dan kelemahan adanya pengaturan persyaratan cuti kampanye bagi kepala daerah incumbent dalam pilkada. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis‑normatif dengan menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan kasus dan pendekatan perundang‑undangan. Penelitian ini menyimpulkan, pertama pasal 70 ayat (3) UU 10/2016 telah menimbulkan problematika hukum. Kedua, terdapat kelebihan dan kelemahan terhadap aturan cuti kampanye. Salah satu kelebihannya ialah untuk membatasi kekuasaan kepala daerah agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan, sedangkan salah satu kelemahannya bahwa kewajiban untuk cuti dapat merugikan hak kepala daerah incumbent untuk bekerja menuntaskan amanah rakyat hasil pemilihan langsung serta merugikan rakyat pemilih.
10/2016 menimbulkan problematika hukum karena sekaligus melindungi demokrasi dengan mencegah penyalahgunaan jabatan incumbent, namun juga menghambat pelaksanaan tugas incumbent selama masa kampanye.Pengaturan cuti kampanye memiliki kelebihan, antara lain membatasi kekuasaan, mencegah konflik kepentingan, menghindari mobilisasi PNS, serta memastikan kompetisi yang adil.Namun, kelemahannya meliputi kerugian hak incumbent untuk menyelesaikan amanah rakyat, gangguan terhadap efektivitas pemerintahan, dan melemahnya fungsi pengawasan birokrasi.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara empiris dampak cuti kampanye terhadap kinerja pemerintahan daerah selama periode kampanye, misalnya dengan membandingkan indikator pelayanan publik sebelum, selama, dan setelah cuti untuk menilai apakah terdapat penurunan kualitas layanan. Selanjutnya, analisis komparatif regulasi cuti kampanye di beberapa provinsi atau negara bagian dapat mengungkap variasi implementasi dan efektivitasnya, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif terhadap konteks lokal. Terakhir, studi kualitatif terhadap persepsi masyarakat dan pejabat terkait tentang keadilan serta keefektifan cuti kampanye dapat membantu memahami apakah kebijakan tersebut benar‑benar meningkatkan tingkat keadilan kompetisi politik atau justru menimbulkan ketidakpuasan publik, sehingga membuka ruang bagi alternatif mekanisme pengendalian konflik kepentingan yang tidak memerlukan cuti total.
| File size | 787.97 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Program ini membuktikan bahwa ecobrick dapat menjadi solusi sederhana namun efektif untuk pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta mendukung pencapaianProgram ini membuktikan bahwa ecobrick dapat menjadi solusi sederhana namun efektif untuk pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta mendukung pencapaian
IRPIIRPI Dengan menyaring 191 fitur menjadi 140 fitur relevan, Boruta berhasil menyederhanakan data tanpa kehilangan informasi penting, sekaligus meningkatkan akurasiDengan menyaring 191 fitur menjadi 140 fitur relevan, Boruta berhasil menyederhanakan data tanpa kehilangan informasi penting, sekaligus meningkatkan akurasi
IRPIIRPI Dataset yang digunakan terdiri dari 1. 025 entri dengan 14 fitur, yang telah melalui tahap preprocessing, termasuk normalisasi, seleksi fitur, dan pembagianDataset yang digunakan terdiri dari 1. 025 entri dengan 14 fitur, yang telah melalui tahap preprocessing, termasuk normalisasi, seleksi fitur, dan pembagian
KEMENSOSKEMENSOS Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemberdayaan masyarakat terhadap peningkatan kesejahteraan petani pada program kemitraan konservasi cukupHasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemberdayaan masyarakat terhadap peningkatan kesejahteraan petani pada program kemitraan konservasi cukup
DINASTIREVDINASTIREV Sehingga menurut penulis bahwa putusan yang dijatuhkan oleh majelis sudah tepat dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bentuk wanprestasiSehingga menurut penulis bahwa putusan yang dijatuhkan oleh majelis sudah tepat dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Bentuk wanprestasi
UNIKSUNIKS 1), pupuk urea (X3. 3), pestisida (X4), tenaga kerja (X5) secara serentak terhadap produksi sebesar 85,1% sedangkan sisanya 14,9% yang dipengaruhi oleh1), pupuk urea (X3. 3), pestisida (X4), tenaga kerja (X5) secara serentak terhadap produksi sebesar 85,1% sedangkan sisanya 14,9% yang dipengaruhi oleh
POLIGONPOLIGON Untuk mengatasi persoalan kulit kacang tanah tersebut maka diperlukan suatu mesin pengolahannya yaitu “ dengan kapasitas 10,28 kg/jam. Dimaksud untukUntuk mengatasi persoalan kulit kacang tanah tersebut maka diperlukan suatu mesin pengolahannya yaitu “ dengan kapasitas 10,28 kg/jam. Dimaksud untuk
UNSIQUNSIQ Namun, keberadaan hewan ternak juga menjadi penyebab pencemaran, terutama karena limbah kotoran yang dihasilkan menimbulkan masalah bagi lingkungan, sepertiNamun, keberadaan hewan ternak juga menjadi penyebab pencemaran, terutama karena limbah kotoran yang dihasilkan menimbulkan masalah bagi lingkungan, seperti
Useful /
DINASTIREVDINASTIREV Saat ini RUU MHA sedang berada dalam proyek legislasi nasional dan menunggu jadwal pembahasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses legislasi RUUSaat ini RUU MHA sedang berada dalam proyek legislasi nasional dan menunggu jadwal pembahasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses legislasi RUU
UNIKSUNIKS 009.801 dan jumlah penerimaan yang diperoleh oleh petani sebesar Rp.7. 493.919 sehingga pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp.2. 557.928, maka R/C009.801 dan jumlah penerimaan yang diperoleh oleh petani sebesar Rp.7. 493.919 sehingga pendapatan yang diperoleh petani sebesar Rp.2. 557.928, maka R/C
UNIKSUNIKS Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2020, di Laboratorium Dasar Pertanian Universitas Islam Kuantan Singingi. PenelitianPenelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2020, di Laboratorium Dasar Pertanian Universitas Islam Kuantan Singingi. Penelitian
UNIKSUNIKS Sehingga dapat diketahui bahwa pendapatan atau keuntungan yang diperoleh petani responden Rp.4. 289.758/luas garapan, maka R/C ratio yang diperoleh sebesarSehingga dapat diketahui bahwa pendapatan atau keuntungan yang diperoleh petani responden Rp.4. 289.758/luas garapan, maka R/C ratio yang diperoleh sebesar