PHBPHB

Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Stunting adalah kegagalan mencapai pertumbuhan optimal berdasarkan pengukuran tinggi badan menurut usia (TB/U) dengan nilai Z‑score ≤ -2 SD. Indonesia berada di urutan ketiga prevalensi stunting tertinggi di Asia Tenggara dengan rata‑rata prevalensi 36,4 % pada tahun 2005‑2017. Studi ini menggunakan desain cross‑sectional dengan sampel 72 anak usia 6‑59 bulan di Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok. Metode pengumpulan data meliputi wawancara dengan ibu, pengukuran TB/umur, dan penilaian asupan protein, zink, serta kejadian diare dan berat badan lahir. Hasil menunjukkan kejadian stunting 41,7 %, asupan protein kurang 23,6 %, asupan zink kurang 37,5 %, kejadian diare 27,8 %, dan BBLR 8,3 %. Analisis chi‑square menunjukkan hanya diare yang berhubungan bermakna dengan stunting (p = 0,000), sementara protein, zink, dan BBLR tidak menunjukkan hubungan signifikan.

Keputusan penelitian menunjukkan bahwa kejadian stunting sebesar 41,7 % di wilayah Nagari Talang Babungo tidak berkorelasi secara signifikan dengan tingkat asupan protein, asupan zink, maupun berat badan lahir.Sebaliknya, terdapat hubungan bermakna antara kejadian diare dan stunting, dengan prevalensi stunting pada balita yang mengalami diare mencapai 85 %.Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting di daerah ini harus memfokuskan pada peningkatan sanitasi dan kebersihan, selain penguatan program gizi.

1) Menyelenggarakan program edukasi kebersihan melalui media komunitas dan sekolah untuk membangun kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air beserta penambahan penilaian sanitasi rumah tangga sebagai bagian dari rencana pembangunan kesehatan daerah; 2) Melakukan pendekatan berbasis keluarga dengan pendekatan gizi individual, termasuk peningkatan akses dan pengetahuan tentang menu bergizi tinggi protein dan zink melalui penyuluhan yang melibatkan tenaga kesehatan dan relawan posyandu; 3) Mengembangkan sistem monitoring kesehatan anak berbasis aplikasi mobile yang memantau kejadian diare, asupan gizi, dan pertumbuhan secara real‑time sehingga intervensi dapat dilakukan secara cepat dan adaptif. Kombinasi ketiga pendekatan ini dapat memperkuat sistem pencegahan stunting secara komprehensif, meningkatkan kualitas hidup balita, serta mendukung pencapaian target kesehatan nasional yang lebih baik.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini di Indonesia | Jurnal Obsesi :... doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1169Faktor faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Usia Dini di Indonesia Jurnal Obsesi doi 10 31004 obsesi v5i2 1169
  2. GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMANDING TUBAN | Rahayu... doi.org/10.14710/jkm.v10i2.32271GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMANDING TUBAN Rahayu doi 10 14710 jkm v10i2 32271
  3. ASI EKSKLUSIF DAN ASUPAN ENERGI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA USIA 6 – 24 BULAN DI... ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnc/article/view/27126ASI EKSKLUSIF DAN ASUPAN ENERGI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA USIA 6 Ae 24 BULAN DI ejournal3 undip ac index php jnc article view 27126
  4. Faktor sosial, ekonomi, dan pemanfaatan posyandu dengan kejadian stunting balita keluarga miskin penerima... doi.org/10.22146/ijcn.49696Faktor sosial ekonomi dan pemanfaatan posyandu dengan kejadian stunting balita keluarga miskin penerima doi 10 22146 ijcn 49696
  5. Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI) | Jurnal Teknologi dan Informasi. vol jurnal... ojs.unikom.ac.id/index.php/jati/issue/view/564Vol 13 No 1 2023 Jurnal Teknologi dan Informasi JATI Jurnal Teknologi dan Informasi vol jurnal ojs unikom ac index php jati issue view 564
Read online
File size705.15 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test