POLTEKSAHIDPOLTEKSAHID
International Journal of Travel, Hospitality and EventsInternational Journal of Travel, Hospitality and EventsTujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi motivasi mendasar wisatawan yang mengunjungi candi Buddha di Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini berfokus pada identifikasi dan analisis perbedaan motivasi antara wisatawan pria dan wanita. Pendekatan kualitatif digunakan, dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari wisatawan domestik dan internasional di empat candi Buddha, yaitu Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Banyunibo, dan Candi Sewu, dan kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Penelitian ini mengungkapkan enam jenis motivasi wisatawan utama: fisik, budaya, antar pribadi/sosial, fantasi, prestise/status, dan pemenuhan keinginan. Meskipun wisatawan pria dan wanita memiliki motivasi ini, perbedaan signifikan diamati dalam intensitasnya. Wisatawan wanita menunjukkan motivasi yang lebih tinggi dalam aspek fisik, budaya, dan emosional, sedangkan wisatawan pria lebih didorong oleh status dan kejaran aspirasi pribadi. Motivasi budaya muncul sebagai faktor terkuat secara keseluruhan, meskipun tidak tercantum dalam klasifikasi asli Ryan (1991). Gender juga mempengaruhi pola motivasi spesifik, seperti preferensi untuk pengalaman spiritual, eksplorasi budaya, dan aktivitas rekreasi.
Secara umum, penelitian ini menyelidiki berbagai motivasi yang mempengaruhi wisatawan, baik pria maupun wanita, dalam keputusan mereka untuk mengunjungi candi Buddha di Yogyakarta.Analisis data yang diperoleh melalui Kuesioner Motivasi Wisatawan (TMQs) mengidentifikasi enam kategori motivasi inti.fisik, budaya, sosial (antar pribadi), fantasi, prestise (status), dan pemenuhan keinginan.Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor motivasi ini dibagi oleh kedua jenis kelamin, meskipun tingkat signifikansinya berbeda.Wisatawan wanita menunjukkan motivasi yang lebih kuat terkait dengan penyegaran fisik, rasa ingin tahu budaya, keterlibatan sosial, dan pemenuhan emosional, sedangkan wisatawan pria menunjukkan minat yang sedikit lebih besar dalam motivasi yang terkait dengan status sosial dan realisasi tujuan pribadi.Hal ini menyoroti perbedaan berbasis gender dalam cara wisatawan mendekati perjalanan religi dan budaya.Penelitian ini juga menekankan motivasi budaya sebagai faktor yang berbeda dan dominan, yang tidak secara eksplisit diklasifikasikan dalam teori asli Ryan (1991).Dalam konteks Indonesia, terutama saat mengunjungi situs warisan dan religi, minat budaya muncul sebagai istilah yang menarik untuk pariwisata.Temuan dari penelitian ini menawarkan nilai praktis bagi pengembang pariwisata, manajer warisan budaya, dan komunitas lokal.Pemahaman yang lebih baik tentang pola motivasi wisatawan dapat mendukung pengembangan pengalaman pariwisata yang lebih personal dan kaya.Hal ini mungkin termasuk program budaya yang meresap, aktivitas spiritual, atau layanan interpretatif yang disesuaikan dengan harapan dan latar belakang demografis wisatawan.Dalam jangka panjang, menyelaraskan strategi pariwisata dengan wawasan motivasi dapat meningkatkan kepuasan pengunjung sambil mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan yang menghormati kesakralan situs religi dan mendukung ekonomi lokal.
Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana motivasi budaya mempengaruhi pengalaman wisatawan di candi Buddha. Bagaimana wisatawan dari latar belakang budaya yang berbeda merespons dan berinteraksi dengan aspek budaya yang berbeda dari candi? Apakah ada perbedaan dalam pengalaman dan persepsi wisatawan berdasarkan latar belakang budaya mereka? Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana motivasi status dan prestise mempengaruhi perilaku wisatawan di candi Buddha. Apakah ada perbedaan dalam cara wisatawan pria dan wanita memandang dan mengekspresikan status sosial mereka saat mengunjungi candi? Apakah ada hubungan antara motivasi status dan perilaku konsumsi wisatawan? Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki peran motivasi fantasi dalam pengalaman wisatawan di candi Buddha. Bagaimana wisatawan merespons dan terlibat dengan aspek fantasi yang mungkin ada di candi, seperti cerita atau legenda yang terkait dengan candi? Apakah ada perbedaan dalam pengalaman fantasi wisatawan berdasarkan jenis kelamin atau latar belakang budaya mereka? Dengan menyelidiki lebih lanjut aspek-aspek ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang motivasi wisatawan dan bagaimana motivasi tersebut mempengaruhi pengalaman mereka di candi Buddha.
| File size | 246.03 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKBARSTIKBAR Uji statistik Odds Ratio (OR) digunakan dengan tabel kontingensi 2x2 pada tingkat kepercayaan 95% dan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: MayoritasUji statistik Odds Ratio (OR) digunakan dengan tabel kontingensi 2x2 pada tingkat kepercayaan 95% dan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Mayoritas
UMPOUMPO Berdasarkan hasil penelitian, peziarah umumnya percaya bahwa Mbah Priok memiliki nama besar di bidang agama dan memiliki kemampuan mistis. Ziarah dilakukanBerdasarkan hasil penelitian, peziarah umumnya percaya bahwa Mbah Priok memiliki nama besar di bidang agama dan memiliki kemampuan mistis. Ziarah dilakukan
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Analisis data menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil Penelitian: terdapat 59 orang (25,4%) kasus preeklamsia ringan, 104 orang (44,8%) mengalami preeklamsiaAnalisis data menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil Penelitian: terdapat 59 orang (25,4%) kasus preeklamsia ringan, 104 orang (44,8%) mengalami preeklamsia
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Faktor-faktor seperti pengangguran, ketimpangan ekonomi, dan melemahnya ikatan sosial terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan angka kejahatan.Faktor-faktor seperti pengangguran, ketimpangan ekonomi, dan melemahnya ikatan sosial terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan angka kejahatan.
USUUSU Lebih jauh, penelitian ini mengungkap bahwa niat utama di balik ujaran kebencian tersebut berbentuk retorika yang menghina dan menyindir. Dengan mengeksplorasiLebih jauh, penelitian ini mengungkap bahwa niat utama di balik ujaran kebencian tersebut berbentuk retorika yang menghina dan menyindir. Dengan mengeksplorasi
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pola asuh yang diterapkan responden dominan adalah pola asuh demokratis sebanyak 62 orang (63,9%), diikuti polaHasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pola asuh yang diterapkan responden dominan adalah pola asuh demokratis sebanyak 62 orang (63,9%), diikuti pola
UNIPASUNIPAS Motivasi dan prestasi kerja sangat dibutuhkan dalam suatu lembaga atau aparatur. Karena dengan motivasi dan prestasi kerja yang baik kita dapat melihatMotivasi dan prestasi kerja sangat dibutuhkan dalam suatu lembaga atau aparatur. Karena dengan motivasi dan prestasi kerja yang baik kita dapat melihat
UBHUBH Data dikumpulkan berupa kata-kata dan dialog yang berkaitan dengan realitas sosial dalam novel Rindu karya Tere Liye. Objek penelitian adalah novel RinduData dikumpulkan berupa kata-kata dan dialog yang berkaitan dengan realitas sosial dalam novel Rindu karya Tere Liye. Objek penelitian adalah novel Rindu
Useful /
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Faktor-faktor utama yang memengaruhi kapasitas tanggap darurat meliputi: (1) pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga EMS, (2) efektivitas koordinasiFaktor-faktor utama yang memengaruhi kapasitas tanggap darurat meliputi: (1) pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga EMS, (2) efektivitas koordinasi
POLTEKSAHIDPOLTEKSAHID Berbeda dengan hal ini, motivasi pribadi, produk pariwisata, pendapatan, rekomendasi, dan lingkungan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. NilaiBerbeda dengan hal ini, motivasi pribadi, produk pariwisata, pendapatan, rekomendasi, dan lingkungan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai
POLTEKSAHIDPOLTEKSAHID Studi ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran hijau di Desa Penglipuran memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutanStudi ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran hijau di Desa Penglipuran memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan
USIUSI Setelah data diperoleh, maka selanjutnya data ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan metoda analisis kualitatif dan kuantitatif. Untuk pengolahanSetelah data diperoleh, maka selanjutnya data ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan metoda analisis kualitatif dan kuantitatif. Untuk pengolahan