UNARSUNARS
FENOMENAFENOMENAPerbuatan tindak pidana main hakim sendiri (eigenrichting) adalah tindakan sewenang-wenang terhadap orang lain, mengambil hak tanpa menghiraukan hukum, dengan kehendaknya sendiri melakukan perbuatan yang dapat mengakibatkan luka-luka atau cidera pada orang lain, bahkan sampai menyebabkan kematian. Tindak pidana ini merupakan kejahatan terhadap jiwa, sehingga pelakunya harus mendapat sanksi. Menurut hukum pidana positif, sanksi bagi pelaku tindak pidana main hakim sendiri adalah Pasal 170 ayat (2) butir ke-3 KUHP, yaitu kekerasan terhadap orang atau barang yang mengakibatkan kematian diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. Kemudian, Pasal 351 ayat (3) KUHP mengenai penganiayaan yang mengakibatkan kematian diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.
Penerapan Pasal 170 KUHP kurang efektif karena belum memenuhi kriteria hukum yang efektif sesuai dengan Teori Efektivitas Hukum.Teori ini harus dipahami secara keseluruhan, jika salah satu unsur tidak dipenuhi maka hukum tersebut tidak efektif.Faktor internal pelaku main hakim sendiri antara lain.Ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegak hukum dalam menangani pelaku tindak pidana.Emosi dan sakit hati terhadap pelaku tindak pidana.Agar pelaku tindak pidana jera dan supaya pelaku lain takut melakukan hal yang sama.Anggapan bahwa menghakimi pelaku tindak pidana adalah kebiasaan dalam masyarakat.Faktor eksternal pelaku main hakim sendiri antara lain.Faktor kepolisian yang melakukan pembiaran terhadap tindakan main hakim sendiri yang dilakukan massa.Faktor kepolisian yang lamban dan tidak profesional dalam menangani kasus-kasus tindak pidana.
Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu dilakukan upaya preventif dan represif. Upaya preventif dapat dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi tentang kesadaran hukum. Sementara itu, upaya represif dapat dilakukan melalui penegakan hukum dengan menindak para pelaku main hakim sendiri. Selain itu, penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum dan memastikan bahwa proses penegakan hukum berjalan adil dan efektif. Penelitian lanjutan dapat fokus pada strategi-strategi kontrol sosial yang efektif dalam mencegah tindakan main hakim sendiri dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
| File size | 406.06 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKSAHIDPOLTEKSAHID Implikasi: Menunjukan bahwa Suluh & Salt: (1) Ditinjau dari aspek hukum Suluh & Salt dinyatakan “belum layak untuk dijalankan karena belum memiliki izinImplikasi: Menunjukan bahwa Suluh & Salt: (1) Ditinjau dari aspek hukum Suluh & Salt dinyatakan “belum layak untuk dijalankan karena belum memiliki izin
POLTEKSAHIDPOLTEKSAHID Selain itu, partisipasi aktif dalam masyarakat terutama kelompok Perempuan, menunjukkan bahwa penyuluhan partisipatif, diskusi kelompok dan penggunaanSelain itu, partisipasi aktif dalam masyarakat terutama kelompok Perempuan, menunjukkan bahwa penyuluhan partisipatif, diskusi kelompok dan penggunaan
IBLAMIBLAM Motif keduanya berbeda motif daeng yaitu untuk membalas dendam dengan cara membunuh, sementara motif Mochamad Zainul menusuk dengan tujuan menakut-nakutiMotif keduanya berbeda motif daeng yaitu untuk membalas dendam dengan cara membunuh, sementara motif Mochamad Zainul menusuk dengan tujuan menakut-nakuti
NEWINERANEWINERA Dampaknya jelas: hilangnya nyawa, melemahnya kepercayaan publik terhadap lembaga hukum, dan meningkatnya ketidakamanan sosial. Rekomendasi meliputi penegakanDampaknya jelas: hilangnya nyawa, melemahnya kepercayaan publik terhadap lembaga hukum, dan meningkatnya ketidakamanan sosial. Rekomendasi meliputi penegakan
ARTHAMARAMEDIAARTHAMARAMEDIA Penggunaan berbagai bentuk tindak tutur direktif menitikberatkan bahwa interaksi dalam talkshow berfungsi meyampaikan informasi untuk mempengaruhi mitraPenggunaan berbagai bentuk tindak tutur direktif menitikberatkan bahwa interaksi dalam talkshow berfungsi meyampaikan informasi untuk mempengaruhi mitra
STIHALBANNASTIHALBANNA Asas lex specialis derogat legi generali hanya berlaku terhadap dua peraturan yang secara hierarki sederajat dan mengatur mengenai materi yang sama. 6/2014Asas lex specialis derogat legi generali hanya berlaku terhadap dua peraturan yang secara hierarki sederajat dan mengatur mengenai materi yang sama. 6/2014
UNARSUNARS Selain itu, setiap pelaksanaan proses Anak wajib didampingi oleh pendamping. Pada aturan yang baru ini juga mengenalkan dan menekankan diversi, yaitu aspekSelain itu, setiap pelaksanaan proses Anak wajib didampingi oleh pendamping. Pada aturan yang baru ini juga mengenalkan dan menekankan diversi, yaitu aspek
UNARSUNARS Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, yaitu penelitian kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. HasilMetode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, yaitu penelitian kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil
Useful /
POLTEKSAHIDPOLTEKSAHID Kunjungan ini juga melatih kedisiplinan, kerja sama, dan etika berkunjung ke tempat bersejarah. Kunjungan edukatif ke Istana Kepresidenan Cipanas memberikanKunjungan ini juga melatih kedisiplinan, kerja sama, dan etika berkunjung ke tempat bersejarah. Kunjungan edukatif ke Istana Kepresidenan Cipanas memberikan
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks dengan pendekatan hermeneutik, didukung studi sejarah dan kajian literatur akademis, sehingga menghasilkanMetode penelitian yang digunakan adalah analisis teks dengan pendekatan hermeneutik, didukung studi sejarah dan kajian literatur akademis, sehingga menghasilkan
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Sosial media sepertinya membuka peluang bagi gereja untuk memberikan injil dengan lebih leluasa sampai di daerah‑daerah terpelosok bahkan dengan cara‑caraSosial media sepertinya membuka peluang bagi gereja untuk memberikan injil dengan lebih leluasa sampai di daerah‑daerah terpelosok bahkan dengan cara‑cara
MEDISTRAMEDISTRA Distribusi frekuensi responden dari 6 sampel dengan menggunakan alat elektroforesis dan gel focumenter sebagai pembaca terdeteksi 2 sampel yang positif.Distribusi frekuensi responden dari 6 sampel dengan menggunakan alat elektroforesis dan gel focumenter sebagai pembaca terdeteksi 2 sampel yang positif.