LAKASPIALAKASPIA

Jurnal Ilmiah Guru MadrasahJurnal Ilmiah Guru Madrasah

Untuk mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, salah satunya dengan penerapan pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) dengan pendekatan kontekstual. Melalui penerapan pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Fisika siswa kelas IX di MTs Negeri 5 Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan, setiap siklus terdiri atas satu kali pertemuan selama 2 jam pelajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX A semester gasal tahun ajaran 2022/2023 MTs Negeri 5 Bojonegoro yang berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan soal tes, lembar observasi aktivitas siswa dan guru, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Fisika siswa kelas IXA MTs Negeri 5 Bojonegoro. Peningkatan aktivitas belajar siswa ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan pada siklus I 63,52% (cukup) meningkat menjadi 71,34% (baik) pada siklus II. Peningkatan hasil belajar siswa dapat diketahui dari rata-rata selisih skor antara pre-test dan post test sebesar 32,92 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 34,65 pada siklus II, sedangkan ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 77,78% meningkat menjadi 86,11% pada siklus II.

Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan aktivitas belajar IPA siswa kelas IX A MTs Negeri 5 Bojonegoro.Rata-rata persentase aktivitas belajar siswa dan taraf keberhasilan tindakan meningkat dari siklus I ke siklus II.Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dengan pendekatan kontekstual juga dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IX A MTs Negeri 5 Bojonegoro, yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata selisih skor pre-test dan post-test serta ketuntasan belajar siswa dari siklus I ke siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas pembelajaran kooperatif STAD dengan model pembelajaran kooperatif lainnya, seperti Jigsaw atau Numbered Heads Together, untuk mengidentifikasi model yang paling efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi pembelajaran kooperatif STAD, seperti karakteristik siswa, kompetensi guru, dan dukungan sekolah, untuk memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif bagi praktisi pendidikan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pembelajaran kooperatif STAD terhadap motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan kerjasama siswa, untuk memahami kontribusi model ini terhadap pengembangan kompetensi abad ke-21. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang potensi pembelajaran kooperatif STAD dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah dan sekolah lainnya.

Read online
File size429.61 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test