UNSIKAUNSIKA

BAROMETERBAROMETER

Kualitas produk dalam proses produksi seringkali tidak terlepas dari (nol cacat) zero defect dimana produk yang dihasilkan dalam sebuah produksi tidak ada cacat sama sekali. Begitu juga pada PT. PKF salah satu perusahaan yang memproduksi plastik yang masih terdapat kegagalan terutama pada proses produksi di mesin cutting. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah Failure Modes and Effects Analysis dan diagram pareto yaitu sebuah metode pengendalian kualitas yang digunakan untuk mengevaluasi kegagalan terjadi dalam sebuah desain, sistem, proses, atau pelayanan (service). Metode Failure Modes and Effects Analysis dan diagram pareto ini, yang mana melalui beberapa urutan diantaranya: penentuan jenis-jenis kegagalan/cacat dengan kumulatif mencapai 80%, kegagalan potensial dilakukan dengan cara pemberian penilaian atau skor masing-masing moda/modus kegagalan berdasarkan tingkat kejadian (occurrence), tingkat keparahan (severity), dan tingkat deteksi (detection). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian kualitas pada PT. PKF belum maksimal, dengan rata-rata kegagalan produk 89% perbulan pada mesin cutting sealing. Jenis kegagalan yang sering terjadi adalah seal leleh sebesar 21%, sobek sebesar 20%, sambungan sebesar 17%, melipat sebesar 17% dan anjlok sebesar 14% dari total produk gagal/cacat pada periode yang diamati. Dari hasil observasi lapangan dan wawancara, faktor-faktor penyebab kegagalan/cacat ini adalah faktor manusia dan mesin.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, beberapa kesimpulan yang ditarik adalah pengolahan data kegagalan/cacat telah dilakukan dengan menggunakan metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) dan diagram pareto, proses produksi pada mesin cutting semestinya selalu dilakukan setting parameter mesin sebelum mesin digunakan serta melakukan pelatihan kepada setiap operator mesin cutting agar operator memiliki pengetahuan yang lebih mumpuni dalam pengoprasian mesin cutting.Penerapan metode Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) dan diagram pareto pada kegagalan/cacat yang terjadi di mesin cutting mengalami penurunan sebesar 62% dari data awal plastik cacat pada 01-04 Juli 2020 sebesar 276.2 kg dengan data setelah penerapan penelitian pada 03-07 Agustus 2020 sebesar 105 kg.Dengan penerapan metode tersebut, maka dapat meminimalisir terbuangnya plastik yang mengalami kegagalan/cacat dalam produksi plastik pada mesin cutting di PT.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada perbaikan proses produksi plastik di PT. PKF. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab-penyebab kegagalan yang lebih spesifik dan mengembangkan solusi-solusi yang lebih efektif. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi pada kegagalan proses produksi, seperti kualitas bahan baku, desain produk, atau bahkan faktor lingkungan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan sumbangsih yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kualitas produksi plastik di PT. PKF.

Read online
File size580.39 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test