SUMBARPROVSUMBARPROV
Jurnal Pembangunan NagariJurnal Pembangunan NagariKejahatan merupakan problematika yang belum dapat ditemukan formulasinya sampai dengan hari ini. Meskipun banyaknya penelitian, konverensi internasional yang membahas tentang kejahatan namun belum dapat menghilangkan kejahatan itu sendiri. Provinsi Sumatera Barat mempunyai angka kejahatan yang cukup tinggi tercatat pada tahun 2018 terjadi 13.655 kasus kejahatan. Tingginya angka kejahatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan, pengangguran, PDRB dan pendapatan per kapita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kejahatan di provinsi Sumatera Barat Tahun 2011-2018 melalui pendekatan hukum dan ekonomi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara analisis regresi linier berganda dan deskriptif analitis. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda keempat variabel pendidikan, pengangguran, PDRB dan pendapatan perkapita mampu menjelaskankan tingkat kriminalitas sebesar 68,6% dan sisanya 31,4% adalah variabel lain yang belum dijadikan variabel penelitian ini. Penyebab terjadinya kejahatan di Sumatera Barat pada tahun 2011-2018 adalah pendapatan yang tidak mencukupi kebutuhan untuk hidup, degradasi moral dan penyalahgunaan narkoba.
Berdasarkan hasil koefisien determinasi, keempat variabel pendidikan, pengangguran, PDRB dan pendapatan perkapita mampu menjelaskankan tingkat kriminalitas sebesar 68,6% dan sisanya 31,4% adalah variabel lain yang belum dijadikan variabel penelitian ini.Penyebab terjadinya kejahatan di Sumatera Barat pada tahun 2011-2018 adalah pendapatan yang tidak mencukupi kebutuhan untuk hidup, degradasi moral dan penyalahgunaan narkoba.
Mengingat penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pendidikan, pengangguran, PDRB, dan pendapatan per kapita belum mampu menjelaskan seluruh variasi tingkat kejahatan di Sumatera Barat, dengan 31,4% lainnya disebabkan oleh faktor tak teridentifikasi, serta menyimpulkan adanya peran pendapatan yang tidak mencukupi, degradasi moral, dan penyalahgunaan narkoba, maka beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, studi mendalam tentang variabel lain yang belum dianalisis secara kuantitatif sangat dibutuhkan, khususnya dengan mengidentifikasi dan mengukur indikator-indikator sosial-kultural serta psikologis, seperti tingkat kohesi sosial di masyarakat, indeks kebahagiaan, atau efektivitas program-program pembinaan moral dan agama yang ada, untuk memahami dampak komprehensifnya terhadap kecenderungan kriminalitas. Kedua, penelitian selanjutnya dapat memfokuskan analisis pada jenis kejahatan yang lebih spesifik, seperti kejahatan siber, korupsi, atau penyalahgunaan narkoba, guna melihat apakah faktor-faktor ekonomi yang diuji (pendidikan, pengangguran, PDRB, pendapatan per kapita) menunjukkan signifikansi yang berbeda atau apakah ada faktor pendorong lain yang lebih dominan untuk setiap kategori kejahatan tersebut. Ketiga, penting untuk melakukan studi evaluasi dampak kebijakan, yaitu dengan meneliti efektivitas program-program pemerintah yang berfokus pada pemerataan pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan moral, serta penegakan hukum narkoba, melalui pendekatan longitudinal untuk mengukur perubahan nyata pada tingkat kejahatan setelah implementasi kebijakan tersebut.
- PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEAMANAN DATA KONSUMEN FINANCIAL TECHNOLOGY DI INDONESIA: Indonesia | Refleksi... ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/2413PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEAMANAN DATA KONSUMEN FINANCIAL TECHNOLOGY DI INDONESIA Indonesia Refleksi ejournal uksw edu refleksihukum article view 2413
- ANALISIS KRIMINALITAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA UTARA | Khairani | Jurnal... jurnal.untidar.ac.id/index.php/REP/article/view/1954ANALISIS KRIMINALITAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI SUMATERA UTARA Khairani Jurnal jurnal untidar ac index php REP article view 1954
| File size | 534.61 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Penelitian ini menganalisis Non-Consensual AI-Generated Sexual Content sebagai bentuk digital voyeurism dalam perspektif hukum pidana Indonesia. DenganPenelitian ini menganalisis Non-Consensual AI-Generated Sexual Content sebagai bentuk digital voyeurism dalam perspektif hukum pidana Indonesia. Dengan
DAARULHUDADAARULHUDA Peristiwa ini turut memperkuat kekhawatiran bahwa kehadiran regulasi seperti UU PDP belum menjamin implementasi perlindungan data secara efektif apabilaPeristiwa ini turut memperkuat kekhawatiran bahwa kehadiran regulasi seperti UU PDP belum menjamin implementasi perlindungan data secara efektif apabila
CEREDINDONESIACEREDINDONESIA Dalam hal ini, BI memperkuat koordinasi antarlembaga, termasuk dengan OJK dan Bappebti, serta meningkatkan literasi finansial masyarakat mengenai risikoDalam hal ini, BI memperkuat koordinasi antarlembaga, termasuk dengan OJK dan Bappebti, serta meningkatkan literasi finansial masyarakat mengenai risiko
FHUKIFHUKI Pertanggungjawaban pidana ini tetap berlaku meskipun pelaku beroperasi secara anonim atau lintas yurisdiksi, selama dapat dibuktikan memenuhi unsur delikPertanggungjawaban pidana ini tetap berlaku meskipun pelaku beroperasi secara anonim atau lintas yurisdiksi, selama dapat dibuktikan memenuhi unsur delik
FHUKIFHUKI Risiko ini mengancam privasi pasien dan menimbulkan implikasi hukum signifikan bagi fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangkaRisiko ini mengancam privasi pasien dan menimbulkan implikasi hukum signifikan bagi fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka
AKRABJUARAAKRABJUARA Phising adalah tindakan kriminal dengan cara mengelabui korban untuk mendapatkan informasi seperti username, password Cybercrime pun terus mengembangkanPhising adalah tindakan kriminal dengan cara mengelabui korban untuk mendapatkan informasi seperti username, password Cybercrime pun terus mengembangkan
JURNALSAINSJURNALSAINS Medan perang siber dalam ruang digital kini melibatkan prajurit dan warga sipil, baik secara terintegrasi maupun individual. Dengan mengintegrasikan kapabilitasMedan perang siber dalam ruang digital kini melibatkan prajurit dan warga sipil, baik secara terintegrasi maupun individual. Dengan mengintegrasikan kapabilitas
SINESIASINESIA Namun, kemajuan ini juga diiringi dengan peningkatan kejahatan siber, seperti peretasan, penipuan digital, pencurian identitas, dan ransomware, yang mengancamNamun, kemajuan ini juga diiringi dengan peningkatan kejahatan siber, seperti peretasan, penipuan digital, pencurian identitas, dan ransomware, yang mengancam
Useful /
BUMIPUBLIKASINUSANTARABUMIPUBLIKASINUSANTARA Demikian pula, penelitian menemukan tidak ada perbedaan signifikan dalam keterampilan abad ke-21 guru program olahraga khusus di antara sekolah pelaksana.Demikian pula, penelitian menemukan tidak ada perbedaan signifikan dalam keterampilan abad ke-21 guru program olahraga khusus di antara sekolah pelaksana.
BUMIPUBLIKASINUSANTARABUMIPUBLIKASINUSANTARA Penelitian ini mengadopsi desain quasi-eksperimental pre-test, post-test kelompok kontrol. Populasi terdiri dari semua anak berusia 4-12 tahun di Asa LGEA,Penelitian ini mengadopsi desain quasi-eksperimental pre-test, post-test kelompok kontrol. Populasi terdiri dari semua anak berusia 4-12 tahun di Asa LGEA,
JURNALSAINSJURNALSAINS Oleh karena itu, atas dasar kepentingan keamanan inilah kemudian pemimpin Jepang berikutnya, Fumio Kishida, dan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol,Oleh karena itu, atas dasar kepentingan keamanan inilah kemudian pemimpin Jepang berikutnya, Fumio Kishida, dan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol,
BUMIPUBLIKASINUSANTARABUMIPUBLIKASINUSANTARA Yoga adalah praktik fisik yang telah terbukti memberikan berbagai manfaat kesehatan. Postur fisik (asanas) dalam yoga meningkatkan fleksibilitas, kekuatan,Yoga adalah praktik fisik yang telah terbukti memberikan berbagai manfaat kesehatan. Postur fisik (asanas) dalam yoga meningkatkan fleksibilitas, kekuatan,