UNSIKAUNSIKA
BAROMETERBAROMETERPembangkit tenaga angin adalah pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan yaitu energi angin, dengan memanfaatkan energi angin, diharapkan mampu menggantikan energi yang bersumber dari fosil yang jumlahnya terbatas. Penelitian ini melakukan pengujian pembangkit tenaga angin skala mikro dengan menggunakan turbin angin tipe horizontal berdiameter satu meter dengan variasi jumlah sudu yaitu 16 sudu, 14 sudu, 12 sudu dan 10 sudu pada kecepatan angin 4,7 m/s, 4,1 m/s, 3,6 m/s dan 3 m/s. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah sudu turbin angin horisontal terhadap putaran turbin dengan beban dan daya listrik yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan dibagi dengan 3 tahapan, tahapan pertama adalah perancangan alat dan komponen penelitian, tahapan kedua melakukan pembuatan alat dan komponen penelitian, tahapan ketiga melakukan pengujian. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan beban, turbin angin dengan 16 sudu menghasilkan putaran turbin paling tinggi yaitu sebesar 47 rpm pada kecepatan angin 4,7 m/s dan menghasilkan daya listrik paling tinggi yaitu sebesar 0,12 W pada kecepatan angin 4,7 m/s.
Berdasarkan hasil pengujian, jumlah sudu turbin angin horisontal sangat mempengaruhi kinerjanya.Dalam pengujian menggunakan beban turbin angin dengan 16 sudu menghasilkan putaran turbin paling tinggi yaitu sebesar 47 rpm pada kecepatan angin 4,7 m/s dan menghasilkan daya listrik paling tinggi yaitu sebesar 0,12 W pada kecepatan angin 4,7 m/s.Hal ini disebabkan karena turbin angin dengan 16 sudu mempunyai jumlah sudu paling banyak sehingga gaya lift yang bekerja pada sudu turbin lebih besar di bandingkan dengan turbin dengan 14 sudu, 12 sudu dan 10 sudu, sehingga meningkatkan gaya momen untuk memutarkan turbin dan memutarkan generator listrik.Turbin angin dengan 16 sudu menghasilkan daya listrik rata-rata paling besar hal ini kemungkinan disebabkan gaya lift dari sudu turbin mempengaruhi torsi dari turbin angin tersebut sehingga turbin angin dengan 16 sudu lebih kuat dalam memutarkan generator sehingga menghasilkan daya listrik rata-rata paling besar.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga angin skala mikro. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh desain sudu yang berbeda, seperti airfoil yang berbeda atau bentuk sudu yang lebih aerodinamis, terhadap kinerja turbin angin. Hal ini dapat membantu mengoptimalkan efisiensi turbin angin dalam menghasilkan energi listrik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem kontrol yang lebih canggih untuk turbin angin, seperti sistem yang dapat menyesuaikan sudut sudu secara otomatis berdasarkan kecepatan angin. Dengan demikian, turbin angin dapat beroperasi pada kondisi optimal dalam berbagai kondisi angin. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif antara turbin angin horizontal dengan turbin angin vertikal untuk mengetahui jenis turbin yang lebih cocok untuk kondisi angin di Indonesia.
| File size | 3.03 MB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNPATTIUNPATTI Penentuan Sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling dengan menggunakan teknik skala likert, data di kumpulkan melalui penyebaran kuesionerPenentuan Sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling dengan menggunakan teknik skala likert, data di kumpulkan melalui penyebaran kuesioner
UNSIKAUNSIKA Spesifikasi yang dihasilkan, termasuk dimensi, berat, jarak lontar, dan kecepatan awal, menunjukkan potensi sistem ini dalam memadamkan kebakaran padaSpesifikasi yang dihasilkan, termasuk dimensi, berat, jarak lontar, dan kecepatan awal, menunjukkan potensi sistem ini dalam memadamkan kebakaran pada
UNTAGUNTAG Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendesain Vertical Axis Wind Turbine yang dapat bekerja pada kecepatan angin rendah. Pada pendekatan teoritis,Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendesain Vertical Axis Wind Turbine yang dapat bekerja pada kecepatan angin rendah. Pada pendekatan teoritis,
UNSIKAUNSIKA Kuesioner tekanan kerja menggunakan metode OSI-RTM sedangkan kelelahan kerja menggunakan 30 Items of Rating Scale. One Way ANOVA digunakan untuk mengujiKuesioner tekanan kerja menggunakan metode OSI-RTM sedangkan kelelahan kerja menggunakan 30 Items of Rating Scale. One Way ANOVA digunakan untuk menguji
ISASISAS Proses konversi energi matahari ke energi listrik membutuhkan suatu solar cell. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah menggunakan metode buck boostProses konversi energi matahari ke energi listrik membutuhkan suatu solar cell. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah menggunakan metode buck boost
UNSIKAUNSIKA Penulis melakukan penelitian untuk menguji seberapa baik jaringan dari provider Tri (PT. Hutchison 3 Indonesia) di Desa Cibodas Kecamatan Bungursari KabupatenPenulis melakukan penelitian untuk menguji seberapa baik jaringan dari provider Tri (PT. Hutchison 3 Indonesia) di Desa Cibodas Kecamatan Bungursari Kabupaten
UNSIKAUNSIKA Berdasarkan hasil pengklasifikasian ABC pada hasil penjualan suku cadang, PT. MCLS dapat memprioritaskan untuk memesan suku cadang kelompok A dikarenakanBerdasarkan hasil pengklasifikasian ABC pada hasil penjualan suku cadang, PT. MCLS dapat memprioritaskan untuk memesan suku cadang kelompok A dikarenakan
UNSIKAUNSIKA Nilai efisiensi terhitung mencapai 98% pada medium korosi NaCl dan 81% pada medium korosi HCl dengan konsentrasi inhibitor sebanyak 9%. Pengaruh konsentrasiNilai efisiensi terhitung mencapai 98% pada medium korosi NaCl dan 81% pada medium korosi HCl dengan konsentrasi inhibitor sebanyak 9%. Pengaruh konsentrasi
Useful /
ISASISAS Dari luas tanah persawahan tersebut dapat menghasilkan 403 ton limbah sekam padi dan jerami dalam satu hari selama 1 tahun dapat menghasilkan 5 juta Mj/hari.Dari luas tanah persawahan tersebut dapat menghasilkan 403 ton limbah sekam padi dan jerami dalam satu hari selama 1 tahun dapat menghasilkan 5 juta Mj/hari.
UNSIKAUNSIKA Proses produksi alat pemarut kelapa dilakukan tanpa melapas batok dengan menggunakan penggerak manual, sehingga waktu dan tenaga yang dibutuhkan manusiaProses produksi alat pemarut kelapa dilakukan tanpa melapas batok dengan menggunakan penggerak manual, sehingga waktu dan tenaga yang dibutuhkan manusia
UNSIKAUNSIKA Tujuan dilakukannya penelitian ini, peneliti ingin melakukan pembaharuan alat micro bubble generator (MBG) dengan memanfaatkan energi matahari dengan mengaplikasikanTujuan dilakukannya penelitian ini, peneliti ingin melakukan pembaharuan alat micro bubble generator (MBG) dengan memanfaatkan energi matahari dengan mengaplikasikan
UNSIKAUNSIKA Berdasarkan analisis dari hasil pengolahan data menggunakan seven tools, didapatkan kesimpulan bahwa terdapat tiga jenis proses pada pembuatan gentongBerdasarkan analisis dari hasil pengolahan data menggunakan seven tools, didapatkan kesimpulan bahwa terdapat tiga jenis proses pada pembuatan gentong