AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI

Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikJurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik

Kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang bagian ujung bawah rahim yang menonjol ke vagina umumnya tidak tampak, tetapi dapat dirasakan oleh penderitanya. Tahap awal munculnya kanker rahim dimulai dengan terjadinya mutase sel secara bertahap, tetapi progresif dan akhirnya berkembang menjadi karsioma. Kanker leher rahim dapat menyebar melalui pembuluh darah, pembuluh limfa, atau langsung ke organ vital lain. Hingga saat ini kanker leher rahim masih menempati urutan pertama penyakit yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan remaja putri tentang gejala kanker leher rahim. Jenis penelitian ini bersifat Deskriptif Survey dan rancangan penelitian ini secara Cross sectional. Jumlah populasi 41 pelajar dan sampel yang didapat 19 orang putri, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan remaja putri tentang gejala kanker leher rahim diperoleh hasil dengan score 3,422 (34,22%), maka dapat disimpulkan pengetahuan remaja putri tentang gejala kanker leher rahim dikategorikan tidak Baik. Disarankan bagi remaja putri untuk lebih menggali pengetahuan tentang gejala kanker leher rahim untuk dapat di deteksi sejak dini, dan diharapkan bagi remaja putri sebaiknya lebih banyak mencari informasi mengenai gejala kanker rahim baik untuk menambah pengetahuan tentang gejala kanker leher rahim.

Mayoritas remaja putri responden berusia 10 tahun dan memiliki tingkat pengetahuan yang tidak baik mengenai gejala kanker leher rahim.Pemahaman tentang kesehatan reproduksi, khususnya gejala kanker leher rahim, masih sangat rendah pada usia dini karena kurangnya informasi dan edukasi yang sesuai.Perlu ada strategi pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif, partisipatif, dan berbasis keluarga serta sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah keterlambatan deteksi dini.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas media edukasi interaktif seperti permainan, video animasi, atau buku bergambar dalam meningkatkan pemahaman remaja putri usia dini mengenai gejala kanker leher rahim di sekolah dasar. Kedua, sebaiknya dikaji bagaimana peran orang tua, khususnya ibu, dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi sejak dini dan bagaimana strategi terbaik untuk melibatkan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran di rumah. Ketiga, perlu dievaluasi integrasi kurikulum kesehatan reproduksi ke dalam pembelajaran reguler di sekolah dasar, termasuk pelatihan guru, pendekatan pengajaran, dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan jangka panjang. Penelitian lanjutan harus mengeksplorasi model pembelajaran yang menarik dan sesuai usia, mengukur perubahan sikap dan perilaku setelah intervensi, serta mengidentifikasi hambatan struktural di tingkat sekolah dan masyarakat. Dengan pendekatan yang sistematis dan melibatkan semua pemangku kepentingan, upaya pencegahan kanker leher rahim dapat dimulai sejak usia sangat dini. Studi semacam ini akan memberikan dasar kuat bagi kebijakan pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih inklusif dan efektif. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa edukasi tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk kesadaran dan kesiapan untuk deteksi dini. Kombinasi antara sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan perlu dieksplorasi lebih dalam dalam konteks komunitas tertentu. Hasil penelitian dapat digunakan untuk mengembangkan program nasional yang adaptif dan berkelanjutan. Semua ini penting untuk membangun fondasi kesehatan reproduksi yang kuat sejak usia dini.

Read online
File size277.75 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test