INABAINABA

Journal of Business and Management InabaJournal of Business and Management Inaba

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menentukan kemakmuran suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan utang luar negeri, inflasi, nilai tukar, pertumbuhan kemiskinan, dan pertumbuhan upah minimum terhadap produk domestik bruto (PDB) di Indonesia periode 2008–2021. Data dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan dari Badan Pusat Statistik dan laporan Bank Indonesia. Data kemudian diolah menggunakan analisis statistik deskriptif dan verifikasi. Analisis regresi kuadrat terkecil biasa dengan pendekatan perangkat lunak EViews digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) dipengaruhi oleh pertumbuhan utang luar negeri, pertumbuhan kemiskinan, dan pertumbuhan upah minimum. Hasil ini didukung oleh nilai t-statistik < t-tabel dan secara simultan melalui koefisien determinasi yang menunjukkan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap variabel produk domestik bruto.

Pertumbuhan utang luar negeri menunjukkan hubungan positif dan berpengaruh signifikan terhadap produk domestik bruto.Jumlah kemiskinan menunjukkan hubungan negatif dan berpengaruh signifikan terhadap produk domestik bruto.Upah minimum regional menunjukkan hubungan positif terhadap PDB dan berpengaruh signifikan terhadapnya.

Pertama, perlu diteliti bagaimana alokasi utang luar negeri ke sektor-sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan memengaruhi pertumbuhan PDB dalam jangka panjang, karena penelitian ini menemukan utang luar negeri berpengaruh positif namun tidak menjelaskan sebaran sektoralnya. Kedua, penting untuk mengkaji dampak kenaikan upah minimum terhadap daya beli masyarakat miskin dan bagaimana hal ini pada akhirnya mendorong konsumsi rumah tangga serta pertumbuhan ekonomi lokal, mengingat upah minimum berpengaruh kuat terhadap PDB. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana kebijakan pengurangan kemiskinan berbasis geospasial dapat menekan pertumbuhan kemiskinan secara efektif di wilayah tertentu, karena kemiskinan memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap PDB, dan pendekatan lokasi dapat meningkatkan efisiensi intervensi kebijakan. Studi-studi ini akan melengkapi temuan makroekonomi dalam penelitian ini dengan perspektif sektoral, distributif, dan spasial yang lebih mendalam.

Read online
File size331.36 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test