DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Kajian Kesehatan MasyarakatJurnal Kajian Kesehatan Masyarakat

Following the impact of smoking on human health and the environment, the Medan city government made a regional regulation (PERDA) No. 3/2014, 30 January 2014 regarding without smoking areas in the Puskesmas area. This study aims to analyze the factors associated with the expansion of non smoking areas (KTR) in Puskesmas Sei Agul in 2019. The type of research used in this research is mixed methods with a total sample of 60 people with quota sampling technique. Data collection using a questionnaire. Data analysis using univariate analysis and bivariate analysis using chi-square test at 95% confidence level, α=5%. The category of knowledge about Regions Without Regions is not good at 63.3%, the category of no- smoking signs is not available at 70.0%, the category of without smoke area socialization in the category does not exist at 66.7%, the category of support of the Head of Puskesmas in the category does not amount to 88.3%, the category of application of sanctions does not exist by 90.0%, the category of application of areas without cigarettes is not good at 65.0%. The results of the analysis obtained knowledge (p = 0, 026), socialization of areas without smoking by health workers ( p = 0, 04), the support of the Head of the Health Center (p = 0, 10) has an effect on the implementation of a without smoke area in the Puskesmas Sei Agul in 2019.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peraturan tentang KTR sesuai dengan PERDA kota Medan No.3/2014 tetapi sampai saat ini belum berjalan dengan efektif dikarenakan kurangnya sosialisasi yang harus terus menerus oleh petugas puskesmas dan sarana dan prasarana untuk terus mengingatkan bahwa puskesmas merupakan daerah KTR.Pengetahuan tentang KTR berhubungan dengan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Wilayah Puskesmas Sei Agul Tahun 2019.Sosialisasi KTR oleh petugas kesehatan berhubungan dengan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Wilayah Puskesmas Sei Agul Tahun 2019.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi yang lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok dan pentingnya KTR, misalnya melalui penggunaan media sosial atau kampanye edukasi yang melibatkan tokoh masyarakat. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi yang melibatkan partisipasi aktif dari petugas kesehatan dan masyarakat dalam menegakkan KTR, termasuk pelatihan keterampilan komunikasi persuasif dan penanganan pelanggaran. Terakhir, penelitian lanjutan dapat menginvestigasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi keberhasilan implementasi KTR, seperti dukungan politik dari pemerintah daerah, ketersediaan anggaran yang memadai, dan penegakan hukum yang konsisten, untuk memberikan rekomendasi yang komprehensif bagi pembuat kebijakan dalam upaya pengendalian tembakau.

Read online
File size423.34 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test