DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Kajian Kesehatan MasyarakatJurnal Kajian Kesehatan Masyarakat

Universal / Standard Precautions direkomendasikan untuk mencegah paparan penyakit menular yang ditularkan melalui darah seperti HIV, Hepatitis B Virus, dan Hepatitis Virus dalam pelayanan kesehatan. Di Rumah Sakit Umum Elpi Al-Azis Rantauprapat, kepatuhan terhadap Universal / Standard Precautions di antara perawat tergolong rendah, yang dapat dilihat dari kasus kecelakaan jarum suntik yang terjadi di antara perawat pada tahun 2007-2019, yaitu 6, 4, dan 8 kasus secara berturut-turut. Penelitian ini merupakan Survei Analitik menggunakan desain cross sectional dengan 60 responden sebagai populasi dan 52 perawat sebagai sampel. Dari hasil uji chi square, variabel yang secara signifikan berhubungan dengan kepatuhan perawat terhadap penerapan universal / standard precautions adalah pengetahuan (p value = 0.003), persepsi risiko (p value = 0.001), hambatan risiko (p value = 0.008), persepsi mengenai kebijakan (p value = 0.004), beban kerja (p value = 0.001), pelatihan dan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) (P Value 0.010). Dengan menganalisis secara multivariat menunjukkan bahwa terdapat variabel yang paling dominan adalah beban kerja (p value = 0.042), Exp (B) = 4.973 dengan CI 95% (0.835- 23.253). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor persepsi dan beban kerja mengenai kebijakan dengan kepatuhan perawat dalam penerapan universal / standard precautions di Rumah Sakit Elpi Al-Azis Rantauprapat pada tahun 2019. Diharapkan terdapat kebijakan dari manajemen rumah sakit dalam menerapkan beban kerja sehingga persepsi perawat berdampak positif terhadap pelaksanaan tugas secara sistematis.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan signifikan antara faktor persepsi terhadap risiko, hambatan risiko, persepsi mengenai kebijakan, dan beban kerja dengan kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan universal/standar di RSU Elpi Al-Azis Rantauprapat pada tahun 2019.Beban kerja merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi kepatuhan perawat.Rumah sakit diharapkan dapat menerapkan kebijakan yang mendukung pengelolaan beban kerja untuk meningkatkan persepsi positif perawat terhadap pelaksanaan tugas.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi persepsi perawat terhadap beban kerja, seperti distribusi tugas, ketersediaan sumber daya, dan dukungan dari manajemen. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak intervensi pelatihan dan peningkatan ketersediaan APD terhadap kepatuhan perawat dalam jangka waktu yang lebih panjang. Terakhir, penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dapat digunakan untuk memahami secara mendalam pengalaman perawat dalam menghadapi beban kerja dan tantangan dalam menerapkan kewaspadaan standar di lingkungan rumah sakit, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih terarah untuk meningkatkan keselamatan kerja dan kualitas pelayanan.

Read online
File size295.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test