UHTUHT

Hang Tuah Medical JournalHang Tuah Medical Journal

Preeklamsia sering menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin. Morbiditas dan mortalitas terjadi akibat gangguan hipertensi pada kehamilan (preeklamsia dan eklampsia) sebesar 14%. Preeklamsia ditandai dengan hipertensi (≥140/90 mmHg), proteinuria (>300mg per 24 jam), kenaikan kreatinin (>1,02 mg/dL), dan sering edema yang dapat terjadi hamil >20 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik determinan yang dapat menyebabkan terjadinya preeklamsia di RSUD dr. Soedono Madiun rentang waktu 1 Januari 2020 sampai 31 Desember 2020. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif melalui penelusuran rekam medik dengan pemilihan sampel dengan purposive sampling. Kasus preeklamsia di RSUD dr. Soedono sejumlah 67 kasus. Sebagian besar terjadi pada multigravida sebanyak 39 kasus (58,2%) pada usia maternal 20-35 tahun sejumlah 48 kasus (71,6%) dengan indeks massa tubuh terbanyak adalah obesitas atau BMI ≥30 sebesar 33 kasus (49,3%), riwayat penyakit ibu terbanyak dengan hipertensi sejumlah 9 kasus (13,43%) dan gangguan kehamilan sebanyak 18 kasus (26,87) dengan jarak kehamilan lama. Preeklamsia lebih banyak terjadi pada kehamilan multigravida (2-4) pada usia ibu 20-35 tahun dengan IMT >30 atau obesitas dan ibu yang memiliki hipertensi dan jarak kehamilan yang lama.

Berdasarkan penelitian, terdapat 67 kasus preeklamsia di RSUD dr.Mayoritas kasus terjadi pada multigravida usia 20-35 tahun dengan indeks massa tubuh obesitas, serta memiliki riwayat hipertensi dan jarak kehamilan yang lama.Hasil ini mengindikasikan pentingnya skrining faktor risiko preeklamsia pada kehamilan multigravida dengan obesitas dan riwayat hipertensi untuk mencegah komplikasi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain kohort prospektif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko preeklamsia secara lebih akurat dan menentukan hubungan kausal antara faktor-faktor tersebut dengan kejadian preeklamsia. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat dilakukan untuk memahami pengalaman ibu hamil dengan preeklamsia, termasuk tantangan yang dihadapi dan dukungan yang dibutuhkan. Ketiga, penelitian intervensi dengan desain randomized controlled trial dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi dan konseling tentang pencegahan preeklamsia pada ibu hamil dengan faktor risiko.

Read online
File size232.13 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test