BMABERSAMABMABERSAMA

Jurnal Sinergi ManajemenJurnal Sinergi Manajemen

Era pasca-pandemi menghadirkan tantangan dan peluang unik bagi perusahaan dalam mengelola kinerja keuangan mereka, terutama di sektor manufaktur yang sensitif terhadap fluktuasi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh keputusan pendanaan (struktur modal dan utang), kebijakan dividen, dan volatilitas pasar terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur di Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 150 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024, analisis dilakukan dengan model regresi data panel. Kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA) dan Tobins Q untuk merefleksikan perspektif akuntansi dan pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pendanaan yang optimal (rasio utang yang moderat) berkorelasi positif dengan ROA dan Tobins Q. Kebijakan dividen yang stabil juga ditemukan memiliki dampak positif, mengindikasikan sinyal positif kepada investor. Volatilitas pasar, meskipun menghadirkan risiko, menunjukkan pengaruh negatif yang lebih signifikan terhadap Tobins Q dibandingkan ROA, mencerminkan sensitivitas pasar terhadap ketidakpastian. Secara khusus, ditemukan bahwa interaksi antara keputusan pendanaan dan volatilitas pasar memiliki pengaruh moderasi terhadap kinerja keuangan. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi manajer keuangan dalam merumuskan strategi pendanaan dan kebijakan dividen yang tangguh di tengah dinamika pasar pasca-pandemi, serta mengelola risiko volatilitas untuk mencapai kinerja keuangan yang berkelanjutan.

Penelitian ini telah berhasil menganalisis secara komprehensif pengaruh keputusan pendanaan, kebijakan dividen, dan volatilitas pasar terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur di Indonesia pada periode pasca-pandemi (2020-2024).Berdasarkan analisis regresi data panel, dapat disimpulkan bahwa keputusan pendanaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, kebijakan dividen berkorelasi positif dengan kinerja, dan volatilitas pasar memengaruhi sensitivitas penilaian pasar.Lebih lanjut, volatilitas pasar memperparah dampak negatif utang terhadap kinerja, namun dapat memperkuat dampak positif utang terhadap aset.Strategi manajemen keuangan di era pasca-pandemi harus mempertimbangkan dinamika pasar eksternal untuk mencapai kinerja keuangan yang berkelanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi lebih dalam mengenai pengaruh faktor-faktor non-keuangan, seperti kualitas manajemen dan inovasi produk, terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur di tengah volatilitas pasar. Kedua, penelitian dapat memperluas cakupan analisis dengan memasukkan variabel moderasi lain, seperti tingkat pertumbuhan ekonomi atau kebijakan pemerintah, untuk memahami lebih komprehensif dinamika yang memengaruhi kinerja keuangan. Ketiga, penelitian dapat menggunakan pendekatan longitudinal yang lebih panjang untuk menguji dampak jangka panjang dari keputusan pendanaan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan, serta bagaimana volatilitas pasar memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan dalam siklus ekonomi yang berbeda. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keuangan perusahaan manufaktur dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teori dan praktik manajemen keuangan di Indonesia.

  1. Analysis of the Influence of Funding Decisions, Dividend Policy, and Market Volatility on the Financial... doi.org/10.70285/35hrms08Analysis of the Influence of Funding Decisions Dividend Policy and Market Volatility on the Financial doi 10 70285 35hrms08
Read online
File size253.56 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test